
"Ada apa kenapa kalian melihat ku seperti itu." tanya pangeran Han Tian dengan bingungnya.
"Lin Lin bilang kau ingin menikah benarkah begitu." tanya pangeran Huang Hun dengan penasarannya.
"Ahh be begini...ya begitulah." ucap pangeran Han Tian dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Uhukk... uhukk...
"Apa kau sedang bercanda pangeran." seru kaisar Wei dengan terkejutnya.
"Ck katakan saja Gege kenapa kau harus malu. atau aku saja yang mengatakannya. jadi begini dia mempunyai kekasih dari kekaisaran liu. gadis yang dia suka adalah putri Yu Mirai putri kaisar Liu. aku menyuruh mereka agar secepatnya menikah karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi bisa saja ada ulat bulu yang menempel di tubuh mereka. bukankah lebih cepat lebih baik." kata Yuan Lin yang membuat pangeran Han Tian langsung memukul tangannya dan menatap gadis itu dengan kesalnya.
"Yang di katakan Lin Lin benar ayah. aku tidak ingin dia bersama orang lain karena itu aku menyetujui apa yang Lin Lin katakan." ujar pangeran Han Tian.
"Aku setuju saja karena itu juga akan mempererat hubungan kami juga. tapi apakah kau benar-benar sudah memastikan jika gadis itu adalah gadis baik-baik. aku banyak mendengar jika salah satu putri kaisar Liu mempunyai sifat yang buruk pada orang lain. aku tidak mau jika kau sampai menikahinya." kata kaisar Wei.
"Ayah tenang saja. aku sudah mengenal putri Yu Mirai jauh sebelum dia menjadi kekasih Gege. dia gadis yang baik dan sederhana. hampir sama sepertiku. jadi tidak ada alasan aku tidak menyetujui pernikahan mereka." kata Yuan Lin dengan meyakinkan kaisar Wei.
"Baiklah aku percaya pada keputusan mu putri. besok kita akan pergi kesana untuk membicarakan ini. kau persiapkan dirimu pangeran karena aku tidak akan menunda-nunda pernikahan mu dengan putri kaisar Liu." ujar kaisar Wei yang membuat pangeran Han Tian menghembuskan nafas leganya kemudian keluar dari ruangan.
"Ck aku tidak percaya ini pangeran. ku kira kau tidak berminat dengan gadis manapun tidak tahunya kau malah akan mendahului ku." kata Pangeran Huang Hun yang langsung mendapatkan pukulan kecil di perutnya.
Tak terasa kini hari sudah pagi. kaisar Wei mempersiapkan semuanya yang akan dia bawa ke kekaisaran Liu. Yuan Lin juga bangun pagi-pagi sekali. ia juga ikut membantu mempersiapkan semuanya.
Mereka menggunakan kereta kuda mewah untuk menuju ke istana kekaisaran Liu. Yuan Lin sendiri memutuskan untuk tidak ikut di dalam karena ia ingin memastikan keadaan sekitarnya jika tidak akan ada masalah yang menimpa mereka.
__ADS_1
"Kau gugup bukan hahaha.." ledek pangeran Huang Hun yang mendapat pukulan dari pangeran Han Tian.
"Diamlah bodoh. kau pasti juga akan merasakannya." seru pangeran Han Tian dengan menghembuskan nafasnya .
Yuan Lin Dan beberapa prajurit memimpin di depan, kereta kuda milik kaisar Wei berada di tengah-tengah. mereka berjalan dengan langkah cepatnya karena tidak ingin membuang-buang waktunya lagi.
Perjalanan mereka pun tidak berjalan mulus begitu saja. saat hampir sampai di kekaisaran Liu, tiba tiba saja Yuan Lin mengangkat tangannya pertanda menyutuh mereka semua untuk berhenti.
"Ada apa nona?" tanya salah seorang prajurit dengan bingung.
"Tetap waspada dan berhati-hati, ada beberapa orang di depan yang sudah menunggu kita." kata Yuan Lin yang membuat semua prajurit hanya saling tatap.
"Lin Lin ada apa kenapa kau berhenti?" tanya pangeran Huang Hun yang mengeluarkan kepalanya dari kereta kuda.
Merekapun melanjutkan perjalanannya. dan benar saja di depan mereka sudah ada sekelompok orang berpakaian hitam dengan masing-masing senjata di tangan mereka.
Para prajurit yang melihat hal itu pun langsung siap siaga melindungi kereta kuda yang sedang di tumpangi kaisar Wei dan dua pangeran.
"Ada apa lagi ini kenapa berhenti lagi." kata kaisar Wei yang merasa ada sesuatu yang sedang terjadi di luar.
"Kaisar anda mau kemana?" tanya seorang prajurit yang berjaga di luar.
"Aku ingin memeriksa keadaan di luar." jawab kaisar Wei
"Tapi putri Yuan Lin sudah berpesan pada kami kaisar dan pangeran mahkota tidak boleh keluar." kata prajurit tadi.
__ADS_1
"Hei apa maksud mu tidak boleh keluar?!" seru pangeran Han Tian yang mengeluarkan kepalanya dari kereta kuda.
"Tapi saya hanya menjalankan perintah dari putri Yuan Lin saja." ujar prajurit tadi.
"Aku akan keluar kau tetap didalam." kata pangeran Huang hun pada pangeran Han Tian.
Ia pun keluar dengan memaksa prajurit tadi dan kini dia melihat bagaimana keadaan diluar. semua prajurit yang dia bawanya sedang bertarung dengan para bandit begitupun juga dengan Yuan Lin. tanpa basa basi lagi ia pun juga ikut bergabung dalam pertarungan tersebut tak lupa ia menyuruh agar beberapa prajurit membawa kereta kuda ke jalan lain agar cepat sampai ke kekaisaran Liu.
"Gege kenapa kau disini." kata Yuan Lin di sela-sela pertarungannya.
"Tentu saja aku ingin membantumu Lin Lin." ujar pangeran Huang Hun.
"Bagaimana dengan mereka?" tanya Yuan Lin lagi.
"Aku sudah menyuruhnya untuk pergi lebih dulu agar cepat sampai. kita bisa menyusulnya nanti." jawab pangeran Han Tian.
Di dalam kereta pangeran Han Tian juga merasa ada yang aneh. ia ingin turun tapi dengan segera kereta kembali berjalan begitupun dengan kereta yang di tumpangi kaisar Wei. tapi ia semakin merasa aneh karena jalan yang di lalui melalui jalan yang berbeda.
"Kenapa kalian melewati jalan lain." kata pangeran Han Tian dengan mengeluarkan kepalanya dari kereta.
Tidak ada jawaban dari prajurit itu yang membuatnya kesal. sehingga ia pun kesal dan memutuskan untuk keluar. prajurit tadi tentu saja terkejut dan berusaha untuk menghalangi pangeran Han Tian tapi terlambat laki-laki itu sudah melihat ke arah lain yang sedang terjadi pertarungan.
"Kenapa kau malah membawaku pergi hah. kau tidak lihat adik-adik ku sedang bertarung." bentak pangeran Han Tian dengan marahnya.
"Maaf pangeran tapi ini adalah perintah putri dan pangeran agar membawa pangeran dan kaisar menuju kekaisaran Liu secepatnya. saya tidak berani mengambil Resiko. pangeran tenang saja mereka akan menyusulnya nanti " kata prajurit tadi
__ADS_1