
Ada dua orang yang melesat seperti bayangan dan Yuan Lin hanya memperhatikan saja dari atas pohon. setelah dua bayangan itu berhenti dia dapat melihat dua orang dengan pakaian serba hitam. mereka mulai berpencar untuk mencari para gadis yang akan mereka culik.
"Siapa mereka apakah mereka adalah anggota dari sekte iblis merah atau dari sekte lain." gumam Yuan Lin
Ketika Yuan Lin melihat orang tersebut diam-diam akan memasuki rumah seorang warga melalui atap ia langsung melesat dari dahan pohon dan melesatkan sebuah belati hingga mengenai wajah orang tersebut.
"Sial siapa yang sudah berani melukaiku." kata orang tersebut dengan marah
Yuan Lin masih bersembunyi di salah satu rumah warga. ia terus memperhatikan mereka. orang yang terkena belati tersebut memanggil satu temannya kemudian pergi dari sana karena merasa ada seseorang yang mengetahuinya.
Ketika melihat dua orang itu pergi Yuan Lin pun mengikutinya dari belakang. kecepatan melesat yang di lakukan dua orang misterius itu sangat cepat tapi Yuan Lin dengan mudahnya bisa menyeimbangkannya langkahnya.
Mereka pergi menuju sebuah hutan terpencil yang berada di antara bukit-bukit. kabut tebal yang menutupi tempat itu sangatlah banyak bahkan tidak ada yang akan mengira jika di dalam kabut itu ada sebuah tempat yang bahkan ada beberapa orang yang sedang berlalu lalang atupun berlatih. Yuan Lin mengaktifkan mata dewanya untuk memeriksa keadaan di tempat tersebut.
"Jadi di dalam sana ada sebuah sekte. kenapa mereka mendirikan sekte di tempat seperti ini." gumam Yuan Lin yang kemudian masuk kedalam kabut itu.
Dia berhenti di sebuah pohon besar dan tak lupa menyembunyikan aura serta jejaknya agar orang-orang yang tengah berjaga tidak mengetahuinya.
"Apa yang mereka lakukan di dalam kenapa aku bisa merasakan kekuatan yang sangat besar akan segera keluar. dan kenapa mereka menculik para gadis gadis itu." gumam Yuan Lin yang terus memperhatikan dari jauh.
__ADS_1
Setelah memastikan jika tidak ada yang melihatnya dengan cepat ia melesat menuju pagar belakang yang tidak ada penjaganya sama sekali. mungkin karena tempatnya yang tidak mungkin di ketahui oleh orang-orang sehingga mereka hanya meletakkan beberapa orang di depan saja.
Dengan segera Yuan Lin memanjat pagar itu dengan lincahnya. setelah berhasil masuk dia mengaktifkan kembali mata dewanya untuk memastikan sekitarnya. ia berjalan pelan dengan sangat hati-hati. ia melihat sebuah aula yang di sana ada banyak para gadis yang tengah di ikat dan di depannya ada sebuah altar yang Yuan Lin yakini itu adalah tempat yang di gunakan untuk penumbalan.
"Jadi mereka menganut ilmu hitam, rupanya ini adalah aliansi Wungzo. apakah semua gadis itu akan di tumbalkan oleh mereka. tapi untuk apa." gumam Yuan Lin.
Ia bisa melihat ada seorang pria dengan topeng hitamnya sedang berjalan bersama anak buahnya menuju ke altar tersebut. Yuan Lin langsung bersembunyi ketika pria itu menoleh ke sekelilingnya mungkin pria bertopeng itu bisa merasakan kehadirannya disini.
"Periksa semua tempat ini tanpa ada yang terlewat jangan biarkan seseorang masuk atau bahkan menyusup ke dalam sini." kata pria bertopeng itu yang memerintahkan anak buahnya.
Berpuluh-puluh orang langsung berlarian menyusuri semua tempat itu sedang saat itu Yuan Lin masih bersembunyi di tempatnya karena ia yakin jika keberadaannya tidak akan di temukan oleh mereka.
"Siapa pria bertopeng itu." gumam Yuan lin yang nampak tidak asing dengan bentuk tubuh pria itu.
"Kembali pada tugas kalian." kata pria bertopeng itu dengan dinginnya.
"Buka ikatannya sekarang adalah waktu yang tepat untuk menumbalkan mereka semua." kata pria bertopeng itu yang membuat Yuan terkejut bukan main.
Satu persatu ikatan di buka. semua gadis itu berteriak meminta pertolongan tapi tidak ada seorangpun yang menolongnya bahkan mereka tidak segan memukul para gadis yang masih terus memberontak.
__ADS_1
"Diam atau aku akan berbuat lebih lagi padamu." bentaknya
"Brengsek. mereka benar-benar iblis." gumam Yuan Lin dengan mengepalkan tangannya kuat-kuat. tentu dia dia tidak terima melihat perlakuan para pria itu pada seorang perempuan.
Pria bertopeng itu menyeret paksa satu gadis. mereka yang melihat itu semakin ketakutan. Yuan Lin merasa tidak asing dengan wajah yang sedang berteriak meminta tolong dan terus memberontak.
"Gadis itu wajahnya mirip bibi itu apa mungkin dia adalah anaknya. aku harus menyelamatkan mereka semua tapi bagaimana caranya." ucap Yuan Lin Karena tidak mungkin dia akan tiba-tiba menyerang di saat semua orang tengah berkumpul di aula tersebut. bukannya menyelamatkan justru ia juga akan ikut di tumbalkan.
Pria bertopeng itu berkomat-kamit membaca sebuah mantra yang Yuan Lin tidak tahu apa itu. setelah cukup lama membaca mantra pria itu dengan lantang berteriak yang membuat semua orang yang tengah berkumpul mengerubunginya dan langsung berlutut.
"Raja Iblis aku memberikan persembahan ku padamu terimalah semua yang aku berikan." kata pria bertopeng itu dengan darah yang telah menetes di atas altar tersebut.
Yuan Lin terkejut bukan main dia tidak bisa berkata-kata apapun ketika melihat darah siapa yang tengah mengucur dengan derasnya. semua gadis yang ada di sana gemetaran bukan main bahkan ada yang langsung pingsan.
"Ti tidak mungkin. i ini tidak mungkin." ucap Yuan Lin dengan terduduk lemas. ia bermaksud menyelamatkan gadis itu tapi sekarang sudah terlambat.
"Siapa itu." teriak pria bertopeng itu ketika mendengar suara ranting kayu yang seperti terinjak oleh seseorang.
Ya Yuan Lin dengan tidak sengaja telah menduduki sebuah ranting sehingga saat ini dia sudah melesat dengan pergi meninggalkan tempat itu karena ia takut akan ketahuan jika dia sudah mendengar dan mengetahui semuanya.
__ADS_1
"Kalian bilang sudah memeriksa semua tempatnya hah. periksa kembali dan tangkap hidup-hidup orang yang sudah berani menyusup di tempat ini." teriak pria bertopeng itu dengan marahnya.
Segera saja semua orang yang tadinya berbaris dengan rapi langsung berlari kocar kacir ketika mendengar teriakkan yang sangat keras dari ketua mereka.