Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Memaafkan


__ADS_3

"Ja jadi Putri Yuan Lin sudah tiada." gumam kaisar Wei dengan terduduk lemas.


Pria paruh baya itu sungguh tidak membayangkan jika ini semua akan terjadi. bahkan dia masih di penuhi dengan rasa bersalah dan belum meminta maaf pada putri Yuan Lin namun apa yang di katakan gadis yang ada di depannya ini benar-benar membuatnya tidak percaya .


"Ya aku minta maaf tapi aku juga tidak ingin seperti ini. aku tidak tahu bagaimana aku bisa menempati tubuh putri Yuan Lin. yang aku tahu saat aku melihat beberapa ingatannya aku ingin memberikan keadilan seperti yang dia mau dan membalaskan dendamnya." ujar Yuan Lin yang melihat kaisar Wei yang memperlihatkan wajah sendunya.


"Aku bahkan belum meminta maaf padanya. aku sangat bersalah padanya. bagaimana ini mungkin." ucap kaisar Wei dengan frustrasinya dan sulit menerima semua ini.


Yuan Lin atau Yuna yang melihat kaisar Wei seperti itupun menjadi tidak tega. pangeran Kang Ming He yang juga ada disana juga merasa sangat terkejut mendengar penuturan Yuan Lin Dan menatapnya dengan seksama.


"Ya ku harap kalian bisa menerimanya terutama kau kaisar. aku sampai di disini karena perbuatan mu dan selirmu. jika kau tidak memperlakukan putri Yuan Lin seperti itu mungkin saja saat ini yang sedang berbicara denganmu adalah putri Yuan Lin bukanlah aku." kata Yuan Lin yang membuat kaisar Wei begitupun juga putri Jiang He merasa sangat menyesal dan bersalah.


"Ini tidak mungkin. kau pasti hanya asal bicara saja." ucap kaisar Wei yang masih tidak terima.


Entah mengapa seperti ada yang mengganjal di dalam hati Yuan Lin saat gadis itu mengatakan yang sebenarnya. ia tidak tahu perasaan apa yang sedang ada di dalam hatinya.


"Aku minta maaf. ku harap kalian semua mengerti." ucap Yuan Lin kemudian pergi meninggalkan mereka semua yang masih terdiam.

__ADS_1


Semuanya hanya terdiam dan larut dalam pikiran masing-masing. putri Jiang He sendiri tidak bisa berkata-kata sedari tadi ketika ia mendengar ucapan Yuan Lin jika putri Yuan Lin sudah tiada ia Langsung menangis entah apa yang di rasakan wanita itu. mungkin ia menyesali perbuatannya.


"Walaupun dia bukan Lin Lin tapi aku sudah menggapnya sebagai adikku. sebenarnya aku sudah merasa aneh ketika Lin Lin tiba tiba berubah sikap dan menjadi kuat dalam waktu singkat tapi aku tidak terlalu memikirkan itu. dia tetap Lin Lin kecil dan akan tetap seperti itu. semua ini terjadi bukan karena salahnya." kata pangeran Han Tian yang di angguki oleh pangeran Huang Hun.


Mereka berdua pun lantas keluar dan mencari keberadaan Yuan Lin. saat ini Yuan Lin tengah berada di atas pohon sambil memandangi langit yang cerah. ia tidak tahu kenapa tiba-tiba ia menjadi sedih setelah mengatakan kebenaran tersebut. perasaannya juga takut jika semua orang tidak menerimanya.


"Ahh ada apa denganku kenapa tiba-tiba saja menjadi seperti ini. bukankah aku selalu hidup sendiri." ucap Yuan Lin dengan meyakinkan dirinya jika semuanya akan baik-baik saja.


"Aku kesini bukan untuk bersedih tapi untuk mengatakan sesuatu pada kaisar dan para petinggi lainnya." ujarnya dengan menepuk jidatnya kemudian ia melompat turun dari atas pohon.


"Ayah." ucap Yuan Lin yang membuat kaisar Wei langsung mendongak dengan raut wajah terkejut.


Yuan Lin sendiri tidak sadar mengatakan hal tersebut. ia juga tidak tahu kenapa tiba-tiba ia memanggil kaisar Wei dengan sebutan ayah. bukankah sampai sekarang ia masih belum memaafkan perbuatan pria itu.


"Apa yang barusan putri katakan?" tanya kaisar Wei yang mengira jika pendengarannya sedikit bermasalah.


"Ayah." jawab Yuan Lin dengan santainya yang membuat pria itu langsung berdiri dan memeluknya.

__ADS_1


Seketika Yuan Lin terkejut dengan apa yang tiba-tiba di lakukan oleh kaisar wei. namun ia merasakan kehangatan seorang ayah pada anaknya ketika kaisar Wei memeluk dirinya.


"Aku minta maaf karena telah membuatmu hidup susah. aku tidak bermaksud untuk itu. entah kau adalah putriku Yuan Lin atau bukan namun aku sudah menganggap mu sebagai putriku. aku meminta maaf padamu atas semua kesalahanku baik itu pada putri Yuan Lin atau padamu. aku menyesal." ucap kaisar Wei dengan begitu tulusnya hingga ia hampir saja mengeluarkan air matanya jika saja ia tidak langsung menepisnya.


"Sudahlah jangan permasalahkan itu. aku sebenarnya belum memaafkanmu tapi putri Yuan Lin sudah memaafkanmu jadi aku tidak ada hak untuk tidak memaafkanmu karena aku bukanlah putri Yuan Lin. tapi ku harap a a yah masih menganggap ku sebagai putri Yuan Lin." ujar Yuan Lin. entah kenapa lidahnya seakan kelu tidak bisa mengucapkan kata ayah. ia juga merasa canggung sebenarnya.


Senyuman kaisar Wei pun tidak bisa di tahan lagi. ia sungguh merasa sangat amat senang karena putri Yuan Lin sudah memaafkannya walaupun saat ini yang ada di depannya bukanlah putrinya namun itu tidak menjadi masalah untuknya. baginya Yuna adalah putri Yuan Lin.


"Terimakasih sudah memaafkan kesalahan ayah." ucap kaisar Wei dengan tersenyum.


"Tidak masalah. tapi aku kesini mempunyai tujuan lain." kata Yuan Lin yang membuat pria itu langsung menatapnya.


"Tujuan lain?" tanya kaisar Wei.


"Ya aku ingin ayah mengumpulkan semua petinggi dan panglima di kekaisaran ini. aku ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting." jawab Yuan Lin yang di angguki oleh kaisar Wei meskipun pria itu tidak mengerti apa yang di maksud Yuan Lin.


Kaisar pun memerintahkan beberapa prajurit untuk memanggil para petinggi dan panglima. mereka menunggu di dalam ruangan rapat hingga beberapa satu persatu orang pun mulai datang begitupun juga pangeran Han Tian, Huang Hun dan pangeran Kang Ming He yang juga penasaran.

__ADS_1


__ADS_2