
Setelah agak lama berjalan, kini mereka sudah sampai di sebuah desa kecil yang letaknya cukup dekat dengan hutan. walaupun kecil tapi aktivitas penduduk desa itu sama seperti desa pada umumnya.
"Permisi paman." kata Yuan Lin pada seorang pria baruh baya.
"Iya nona kenapa?" tanya pria baruh baya itu dengan begitu ramahnya.
"Apakah paman tahu dimana letak pagoda kembar?" tanya Yuan Lin.
"Tentu saja. nona berjalan lurus saja jika nona melihat dua pohon beringin besar disanalah letak pagoda kembar. apakah nona dan tuan ini akan pergi kesana?" tanya pria itu.
"Ya begitulah paman." jawab Yuan Lin dengan tersenyum.
"Baiklah tapi berhati-hatilah karena penjaga pagoda kembar sangat tidak ramah pada orang baru. dan jangan sampai kalian membuatnya marah atau kalian akan menerima hukumannya bahkan akan di bunuh." kata pria paruh baya itu dengan mengingatkan mereka berdua.
"Terimakasih paman. kami pasti akan baik-baik saja. baiklah kalau begitu kami permisi dulu." ujar Yuan Lin.
Sambil berjalan mereka terus membicarakan tentang perkataan orang-orang yang mereka tanyai soal pagoda kembar. sebenarnya mereka cukup penasaran seperti apa penjaganya serta ada apa saja di dalam pagoda itu sehingga tidak sembarang orang bisa masuk.
"Aku merasa sedari tadi ada yang terus mengawasi kita." ucap Yuan Lin dengan nada pelannya.
"Akupun sama. tapi biarkanlah saja selagi dia tidak mencari masalah dengan kita." ujar Zhi Qing dengan santainya.
"Auranya seperti bukan aura Manusia Zhan. apakah kau tidak bisa merasakannya." kata Yuan lin
"Sudah aku bilang biarkan saja. jika dia berani bermacam-macam aku akan memberinya pelajaran. apakah ini yang di maksud oleh orang tadi. dua pohon beringin besar sudah ada di depan kita itu artinya kita sudah sampai." kata Zhi Qing dengan menatap pohon beringin itu kemudian menatap sekelilingnya
__ADS_1
"Mungkin." ujar Yuan Lin
Mereka pun mencari dimana pagoda kembar berdiri. setelah mencari agak lama akhirnya kini mereka melihat dua pagoda yang mereka yakini itulah pogada kembar yang mereka cari.
"Ini dia yang kita cari. orang-orang itu bilang ada yang menjaganya tapi disini seperti tidak ada siapa-siapa." kata Zhi Qing yang ingin langsung masuk saja.
"Hei bodoh apa yang kau lakukan. aku yakin ada yang menjaga pagoda ini. setidaknya kita harus mendapatkan izin dulu dari penjaganya." seru Yuan Lin dengan menarik baju Zhi Qing.
"Kau benar." kata Zhi Qing
Beberapa saat kemudian setelah mereka hanya diam saja sambil memperhatikan pagoda itu akhirnya Yuan Lin pun membuka mulutnya.
"Aku kesini tidak ada maksud buruk. aku kesini karena aku mencari sesuatu." kata Yuan Lin yang tiba-tiba saja membuat sesuatu di depannya muncul.
"Apa maumu manusia." kata sosok tersebut yang ternyata adalah penjaga pagoda kembar. ia berpenampilan seperti seorang prajurit tapi dari aura yang di rasakan Yuan Lin, pria itu tidaklah sesederhana yang di lihat.
"Ah tidak bukan begitu. kami kesini karena karena mendapatkan tugas dari guru kami agar bisa mendapatkan Sisa dari empat kitab terkuat kerajaan Elf." kata Zhi Qing yang membuat pria itu terkejut bukan main.
"Siapa kau sebenarnya. untuk apa kau ingin mencari kitab itu disini. kau salah tempat. sebaiknya kau pergi dan cari tempat lain." seru pria berpakaian prajurit itu dengan tidak sukanya.
Tentu saja Yuan Lin di buat kesal dengan pria itu. dia sudah mencoba berbicara baik-baik tapi pria itu malah mengusirnya dan tidak mengizinkannya masuk kedalam. dia ingin memberikan pelajaran pada pria itu tapi seketika tangannya di pegang oleh Zhi Qing yang tengah menatapnya dengan menggelengkan kepalanya pertanda jika Yuan Lin tidak boleh melakukan apapun.
"Apakah kau mengenal raja neraka?" tanya Zhi Qing yang membuat pria itu menatap Zhi Qing dengan tatapan sulit di artikan.
"Tentu saja aku mengenalnya." jawab Pria itu.
__ADS_1
"Perkenalkan aku adalah penerus dari pak tua itu." kata Zhi Qing yang membuat pria itu terkejut begitupun juga Yuan Lin.
"Apa yang kau katakan bodoh." seru Yuan Lin yang tak habis pikir dengan laki-laki itu.
"Tenanglah Nana tidak perlu khawatir." ujar Zhi Qing yang membuat Yuan Lin ingin sekali memukul kepalanya.
"Jangan berbicara omong kosong anak muda. kau pikir aku akan tertipu olehmu. sebelum aku berbuat kekerasan lebih baik kau pergi saja dari sini." kata pria itu dengan tidak sukanya.
"Baiklah aku akan panggilkan dia jika kau tidak percaya." kata Zhi Qing yang membuat Yuan Lin hanya bisa menatapnya saja.
Zhi Qing kemudian berteriak memanggil nama raja neraka dengan begitu kerasnya hingga suaranya terdengar sampai ke dunia atas. hal tersebut tentu membuat semua orang terkejut karena mereka mengira yang memanggil nama raja neraka adalah musuh.
Teriakkan Zhi Qing pun tentu terdengar oleh Xi Shen yang saat sedang berada di ruangan rapatnya bersama para petinggi kerajaan. ia pun menyudahinya dan segera menemui Zhi Qing. tak perlu waktu lama kini raja Xi Shen sudah berada di samping Zhi Qing.
"Ada apa kau memanggilku? teriakkan mu terdengar sampai ke dunia atas." tanya raja Xi Shen dengan tidak mengerti kenapa tiba-tiba calon penerusnya ini berteriak memanggil namanya.
"Bagaimana apakah kau percaya jika aku adalah penerusnya?" tanya Zhi Qing pada pria penjaga pagoda kembar.
"Apakah benar yang di katakan pemuda ini?" tanya Pria itu pada Raja Xi Shen.
"Benar dia adalah penerus ku? kenapa? apakah kau mencari masalah dengannya?" tanya Raja Xi Shen
"Aku hanya menyuruh mereka mencari tempat lain karena di sini tidak ada kitab yang mereka cari." jawab pria itu.
"Mencari kitab?" tanya raja Xi Shen dengan menatap Zhi Qing dan tatapannya beralih pada sosok gadis bercadar di sampingnya
__ADS_1
"Ya aku dan dia sedang mencari kitab kerajaan Elf. dari petunjuk yang ku baca kitab itu ada disini. walaupun dia tidak memperbolehkan ku masuk aku akan tetap masuk karena ini sangat penting. tidak perlu aku jelaskan tentunya kau tahu bukan kitab kerajaan Elf seperti apa pengaruhnya pada dunia ini." kata Zhi Qing yang membuat Raja Xi Shen mengangguk walaupun dia sendiri terkejut mendengar ucapan Zhi Qing.