Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Kematian Baeresta (LPT : KETURUNAN SUCI)


__ADS_3

Tengah malam tetua Shi diam-diam mendatangi kamar Yuan Lin. dia mengendap-endap seperti seorang pencuri. karena pintu kamar Yuan Lin terkunci dari dalam jadi tetua Shi memilih melewati celah jendela dengan wujud asap hitam.


tak perlu waktu yang lama kini Tetua Shi sudah berada di samping ranjang Yuan Lin dengan ekspresi wajah yang tidak bersahabat.


"Apa yang akan aku lakukan? atau aku habisi saja dia? tapi sebelum itu aku harus menyerap energinya terlebih dahulu jangan sampai anak itu lahir atau aku akan terancam." gumam tetua Shi yang langsung mengeluarkan kekuatan pengendali jiwanya, namun saat ia mengarahkan kekuatannya pada tubuh Yuan Lin justru kekuatan langsung hancur sebelum menyentuh tubuh Yun Lin.


"Siall!!! rupanya mereka sudah melindungi wanita ini.


Tetua Shi pun mencari cara lain agar bisa menghancurkan Yuan Lin karena akan sangat beresiko jika dia menghancurkan perisai pelindungnya.


Saat akan melakukan aksinya bertepatan dengan Yuan Lin yang sudah menyelesaikan semedinya. Yuan Lin membuka mata dengan tatapan menyeramkan. dengan segera dia menendang tetua Shi hingga wanita tua itu menabrak dinding kamarnya.


"Ternyata kau datang juga dan berani menemuiku." kata Yuan Lin yang membuat tetua Shi terkejut bukan main.


"Kau pikir aku tidak tahu setelah kau mengambil tubuh orang yang tidak bersalah seperti tetua Shi. seberapa keras kau menyembunyikan identitas mu aku sudah mengetahuinya Baeresta sialan." kata Yuan Lin dengan menekankan kata-katanya


Tetua Shi yang tubuhnya tadinya membungkuk kini langsung berdiri dengan tegaknya serta tatapan yang tak kalah dengan yuan Lin.


"Oh aku ketahuan. aihh kenapa kau sangat pintar. ck tubuh ini benar-benar membuatku lemah jika tahu kau akan mengetahuinya lebih dulu sudah pasti aku tidak akan melakukan cara sialan ini." kata tetua Shi yang ternyata adalah Baeresta yang sesungguhnya.


"Bisakah berbicara layaknya seperti seorang teman. aku ingin tahu apa alasan mu yang sebenarnya kenapa sangat ingin melukai putraku." kata Yuan Lin


"Ahhh begitukah? baiklah mari berbicara seperti teman." ujar Baeresta dengan tersenyum.

__ADS_1


"Akan ku beritahu sesuatu yang tidak di ketahui orang lain selain diriku. alasanku kenapa aku ingin sekali melukai putramu??? hmm karena dia mempunyai banyak energi." lanjutnya


"Hanya itu?" tanya Yuan Lin .


"Anakmu adalah malaikat maut bagiku dia akan melenyapkan ku hanya dengan satu hembusan nafasnya saja. karena itu sebelum itu terjadi aku yang akan membunuhnya lebih dulu." kata Baeresta dengan menyerang Yuan Lin.


Karena memang Yuan Lin sudah bersiap dengan mudahnya dia menghindari serangan tersebut. dan terjadilah pertarungan keduanya di dalam kamar Yuan Lin yang membuat kamar Yuan Lin hancur berantakan.


Duarrrrrrr!!!!


Pintu kamar Yuan Lin terkena serangan dan langsung hancur seketika. semua orang yang mendengar suara itupun langsung bergegas ke tempat kejadian. disana sudah ada naga Yang dengan ketiga rekannya tengah bertarung membantu Yuan Lin.


Zhi Qing datang tepat waktu disaat Yuan Lin ingin kembali maju menyerang bersama teman-temannya dia langsung menghalangi Yuan Lin dan melindunginya dengan perisai pelindung.


"Apa kau sudah gila!! bukankah sudah aku bilang jangan melakukan ini" seru Zhi Qing dengan marahnya karena tubuh Yuan Lin sudah memiliki luka dari pertarungan itu.


"Aku yang akan menyelesaikannya. ibu tolong bawa istriku pergi dari sini aku yang akan menanganinya." kata Zhi Qing pada permaisuri zinsy.


Semuanya terlihat kewalahan karena Baeresta menyerang dalam wujud asap. Zhi Qing yang melihat itupun hanya tersenyum smrik saja. dia memejamkan matanya dan membaca sesuatu seperti mantra, dalam sekejap tubuhnya berubah menjadi asap berwarna merah darah. semuanya nampak terkejut tak terkecuali dengan Baeresta.


"A apa yang terjadi.... a asap i itu...." ucap Baeresta dengan ketakutan namun dia tetap menyerang karena tidak ingin ada yang tahu jika sekarang dia sedang ketakutan.


Hanya orang pilihan saja yang bisa berubah menjadi asap merah darah karena itu Baeresta ketakutan. dia sudah tahu kematian hanya tinggal menghitung hari.

__ADS_1


"j jadi raja adalah Yang Agung..." ucap salah seorang tabib kerajaan yang usianya sudah 100 tahun lebih dengan mata terbelalak dan terkejut.


Mendengar ucapan tabib itu membuat kaki semua orang lemas dan dengan sendirinya langsung berlutut. kaisar langit juga tidak menyangka jika menantunya adalah Yang Agung.


Asap merah darah itu terus memberikan serangan mematikan pada asap hitam yang juga membalas serangannya. beberapa kali ledakan keras terjadi namun tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi kecuali orang yang tingkatnya sudah mumpuni.


"Kau sudah melukai istriku dan putraku jadi aku akan mengakhiri hidupmu sekarang juga." kata Zhi Qing dengan suara beratnya


"Tidak tidak jangan habisi aku. aku minta maaf karena tidak menganalimu. jika aku tahu itu kau aku tidak akan berbuat demikian." kata Baeresta dengan ketakutannya dan berlutut di bawah kaki Zhi Qing karena sekarang keduanya sudah berubah ke bentuk manusia.


Baeresta terlihat sudah tidak berdaya dan mengalami luka parah karena serangan dari Zhi Qing.


"Namun sayang sekali apa yang kau sesali tidak akan mengubah keputusan ku. kau tahu bukan siapa aku? aku bisa menjadi segalanya Jika ada orang yang mengusik ku dan keluarga ku." kata Zhi Qing.


"Aku minta maaf. sebagai permintaan maaf ku izinkan aku mengabdi padamu seumur hidup." kata Baeresta dengan memohon pada Zhi Qing.


"Benarkah apa yang kau katakan?" tanya Zhi Qing yang membuat Baeresta seperti mendapat udara segar


"Ya tentu saja aku berjanji itu." ujar Baeresta


"baiklah kalau itu mau mu. mengabdilah padaku seumur hidupmu....di neraka. terbakarlah." kata Zhi Qing dengan membakar tubuh Baeresta dengan kejamnya.


Semua orang hanya bisa menelan ludahnya saja melihat bagaimana keberingasan seorang Zhi Qing yang ternyata adalah Yang Agung, penguasa alam atas dan Bawah, dan bawah tanah.

__ADS_1


"Kalian sudah tahu siapa aku jadi bersikaplah sewajarnya saja. dan ini adalah peringatan untuk semuanya saja." kata Zhi Qing dengan dinginnya.


Salah seorang pelayan wanita berlari dengan tergesa-gesa dan melaporkan apa yang tengah terjadi sehingga membuat Zhi Qing dan kaisar langit langit berlari


__ADS_2