
"Bibi apa yang sebenarnya terjadi di desa ini saya lihat desa ini sangatlah sepi dan seperti tidak berpenghuni?" tanya Yuan Lin.
"Sebelumnya desa ini begitu ramai nona karena kesuburan tanah dan banyaknya orang yang melakukan transaksi perdagangan. semua ini terjadi karena banyaknya penculikan dan menyebabkan semua orang takut untuk keluar apalagi saat malam hari. nona bisa melihat sendiri saat siang hari saja desa ini sangatlah sepi bahkan tidak ada yang berani keluar." jawab wanita paruh baya itu yang bernama Bio Mei.
"Memangnya kenapa bibi?' tanya Yuan Lin.
"Banyak anak gadis yang di culik dan sampai sekarang tidak pernah kembali nona, salah satunya anak saya. saya sudah mencarinya tapi tidak pernah ketemu." jawab Bio Mei dengan menangis sedih.
"Siapa yang menculiknya?" tanya Yuan Lin.
"Saya tidak tahu semua gadis itu hilang secara misterius dan tidak pernah di temukan. setiap harinya pasti selalu ada anak gadis yang hilang. saya mohon nona tolonglah desa kami." ucap Bio Mei dengan memohon.
"Apakah kaisar Han tidak melakukan tindakan untuk hal ini?" tanya Yuan Lin.
"Sudah nona tapi sampai sekarang penculikan para gadis masih terus terjadi." jawab Bio Mei.
Yuan Lin berfikir untuk hal ini. dia terpaksa mengurungkan niatnya untuk pergi ke hutan siluman. dia ingin memecahkan misteri itu. kemana hilangnya gadis-gadis itu kenapa tidak meninggalkan jejak sama sekali. ia merasa ada seseorang yang telah merencanakan semuanya dengan benar-benar matang sehingga tindakannya tidak bisa diketahui bahkan ia sudah menghilangkan jejak Serapi mungkin.
"Kapan hilangnya gadis-gadis itu bibi?" tanya Yuan Lin.
"Paling sering malam hari dan kemudian malam ini akan ada lagi tapi entahlah siapa itu saya tidak tahu." jawab Bio Mei.
Yuan Lin mengangguk dan memutuskan untuk menunggunya sampai malam hari. dia ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi di desa ini. apakah ini perbuatan dari sekte ataupun aliansi yang menganut ilmu hitam atau para bandit lah yang melakukannya tapi jika para bandit itu terdengar tidak masuk akal tapi Yuan Lin tetap akan menyelidikinya.
__ADS_1
Ia keluar dari rumah Bio Mei kemudian berkeliling sebenatar karena ia sangat penasaran dengan seluk beluk desa ini. di luar sangatlah sepi hanya ada suara burung saja. Pada penduduk desa yang melihat Yuan nampak sangat ketakutan karena mereka mengira jika Yuan Lin lah pelaku penculikan ini.
"Kenapa mereka melihat ku seperti itu apa mereka mengira jika akulah yang telah menculik anak mereka." gumam Yuan Lin.
"Paman Bibi semuanya yang ada di desa ini. perkenalkan nama saya Yuan Lin saya bukanlah orang jahat saya disini hanya untuk memastikan saja apa yang sedang terjadi di desa ini jika kalian masih tidak mempercayai ku coba tanyakan pada bibi itu." kata Yuan Lin dengan menunjuk Bio Mei yang baru saja keluar dari rumah.
"Yang di katakan nona itu benar. dia datang bukan untuk melukai kita tapi untuk melindungi kita." ujar Bio Mei yang membuat para penduduk itu bernafas lega dan langsung keluar.
"Nona saya mohon temukan putri saya hanya dia yang saya miliki saya mohon nona" ucapan beberapa orang nampak sama yaitu memohon pada Yuan Lin untuk menemukan anak mereka.
"Kalian tenanglah nanti malam aku akan menyelidikinya tapi kalian harus tetap berada di dalam rumah dan menguncinya rapat-rapat karena aku akan memberikan pelindung di sekitar rumah kalian kecuali jalanan." kata Yuan Lin .
"Untuk sekarang kalian boleh untuk keluar tidak perlu khawatir aku akan tetap memasang pelindung sebelum malam hari tiba." lanjutnya yang membuat beberapa orang langsung tersenyum lega sekaligus senang.
"Nyaaaa.." Yuan Lin menengok ke bawah dan melihat ada seorang anak kecilyang dengan menarik-narik pakaiannya.
"Adik kecil ada apa?" tanya Yuan Lin dengan mensejajarkan tubuhnya.
"maam ili." kata anak kecil itu dengan memberikan tanghulu kepada Yuan Lin.
Tentu Yuan Lin tidak paham dengan cara bicara gadis kecil itu tapi ketika melihat anak itu menyodorkan satu permen tanghulu barulah dia paham jika dia menyuruhnya untuk memakannya.
"Oh kau menyuruhku untuk memakan ini?" tanya Yuan Lin yang di angguki oleh bocah itu.
__ADS_1
"Buat adik kecil saja." kata Yuan Lin yang menyebabkan bocah itu menangis kencang.
Yuan Lin langsung panik ketika anak kecil itu menangis dengan sangat kencang. beberapa warga langsung mendekat dan menatap Yuan Lin dengan tajamnya.
"Putriku apa yang terjadi. apa yang ini nona lakukan apa nona ingin menculik anak saya?" tanya seorang wanita paruh baya yang merupakan ibu dari gadis kecil tersebut.
"Ti tidak." jawab Yuan Lin yang bingung harus berkata apa.
bocah kecil itu terus menangis dengan tangan yang memegang satu permen tanghulu dan menyodorkannya pada Yuan Lin. wanita paruh baya itu seketika merasa tidak enak dan bersalah karena telah menuduh Yuan Lin ingin menculik anaknya.
"Nona maafkan saya tapi anak saya menangis karena nona tidak menerima permen itu." kata wanita itu .
Yuan Lin pun menatap bocah itu dan mengambil permennya seketika bocah itu Diam dan bertepuk tangan dengan riangnya.
"Terimakasih adik kecil." ucap Yuan Lin dengan tersenyum canggung.
"Aihh rupanya aku juga harus belajar bahasa dan teknik dari bayi." gumam Yuan Lin.
Tak terasa malam pun telah tiba. sudah sejak sore hari Yuan Lin memantau keadaan desa itu dari atap rumah. dia memperhatikan dengan seksama namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda kemunculan orang-dengan yang mencurigakan.
Dari atas atap dia bisa melihat bagaimana kondisi semua desa. sangatlah sepi bahkan suara bising pun tidak Yuan Lin dengar melainkan hanya suara binatang malam saja yang terdengar.
Hingga saat dia memperhatikan sekelilingnya ia melihat ada sebuah bayangan melesat dengan cepat melewati atap rumah dengan segera dia turun untuk bersembunyi.
__ADS_1
"Rupanya mereka sudah datang. pantas saja orang biasa tidak bisa melihat ataupun menemukan jejaknya jika mereka saja mempunyai kecepatan yang hampir sama seperti ku." gumam Yuan Lin yang tengah bersembunyi dia dahan pohon.