Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Menyelamatkan Raja Long dan Ratu Hua


__ADS_3

Mereka memasuki sebuah lorong panjang yang di sana juga ada beberapa prajurit yang sedang berjaga dan tentu saja Naga Yang menghabisi mereka semua tanpa menimbulkan suara sedikitpun.


"Kenapa lorong ini sangat panjang? apakah kalian yakin ini tempatnya?" tanya naga Yang yang merasa sudah berjalan sangat jauh namun sampai sekarang belum juga menemukan dimana raja dan ratu di tahan.


"Saya yakin tuan karena dari yang saya dengar mereka menempatkan raja dan ratu di penjara paling ujung. mungkin sebentar lagi akan sampai." jawab salah satu pelayan.


Beberapa saat kemudian sampailah mereka di depan sebuah jeruji besi yang di dalamnya ada dua orang pria dan wanita yang tak lain dan tak bukan adalah raja Long dan ratu Hua.


Karena merasa ada kehadiran seseorang membuat kedua insan itu langsung mendongak kemudian berdiri ketika melihat siapa yang sudah ada di depan mereka.


"Mune, Lanyi, kalian disini." kata ratu Hua dengan terkejut sekaligus gembira karena dari pertama mereka di tahan disini kedua pelayan setianya itu tidak pernah menjenguk mereka ataupun hanya mengantarkan makanan saja.


"Benar ratu. maafkan kami karena baru bisa menemui ratu sekarang. saya dan Mune datang karena ingin membebaskan raja dan ratu." jawab Lanyi yang membuat kedua pasangan suami istri itu tersenyum senang.


Gembok pun sudah terlepas karena sedari tadi naga Yang sudah berusaha untuk melepaskannya. kini pandanganya raja dan ratu beralih pada seorang pemuda tampan di depannya.


"Lalu siapa dia? sebelumnya aku tidak pernah melihatnya dia ada di istana ini?" tanya raja Long.


"Tuan ini adalah teman dari pangeran Chen raja. mari kita keluar dari sini." kata Lanyi yang mengajak mereka berdua untuk segera keluar.


Namun sebelum itu naga Yang sudah menghentikannya terlebih dahulu sehingga membuat mereka menatapnya dengan bingung.

__ADS_1


"Apakah kalian ingin menyerahkan nyawa kalian yang sudah susah payah aku selamatkan? di depan masih banyak prajurit yang berjaga dan jika kalian memaksa untuk keluar dan tertangkap oleh mereka aku tidak akan bertanggungjawab." kata naga Yang membuat raja Long berfikir dan membenarkan ucapannya.


Setelah itu pria paruh baya itupun berjalan sedikit cepat yang membuat ratu Hua langsung mengejarnya begitupun yang lainnya. mereka di buat heran ketika raja Long mengetuk-ngetuk dinding namun tidak dengan naga Yang karena ia juga sudah merasa curiga saat melewatinya.


"Apa yang sedang kau lakukan suamiku?" tanya ratu Hua dengan herannya.


"Seharusnya disini." gumam raja Long yang membuat istrinya semakin tidak paham.


Sesaat kemudian raja Long pun menemukan sesuatu di dinding tersebut yaitu sebuah tanda berbentuk petir dan dengan segera ia pun menggunakan kekuatannya pada tanda petir tersebut yang ada di dinding.


Sebuah getaran membuat semuanya panik karena mereka mengira sedang terjadi gempa. namun tiba-tiba saja mereka di kejutkan dengan dinding yang sedikit demi sedikit mulai terbuka. tentu hal itu membuat terkejut kecuali naga Yang.


"Jalan rahasia... sejak kapan di istana ini ada jalan rahasia ini suamiku kenapa aku tidak pernah tahu. apakah selain dirimu ada orang yang tahu tentang hal ini?" tanya ratu Hua dengan penasarannya.


"Sebaiknya kita cepat pergi sebelum ada yang menyadari hal ini." timpal naga Yang dan di angguki semua orang.


Setelah semuanya masuk raja Long pun menutup kembali pintu tersebut. dan benar saja beberapa saat kemudian terdengar banyak sekali suara langkah kaki manusia yang sedang menuju ketempat itu.


Ketika melihat tidak ada siapapun di dalam jeruji besi itu membuat semuanya langsung terkejut. karena bagaimana bisa tiba-tiba orang-orang itu menghilang begitu saja


"Siallll!!! ternyata mereka semua adalah penyusup. seharusnya aku tidak membiarkan mereka pergi tadi. arrrgghhh apa yang harus aku katakan pada pangeran Mingzi. cepat cari mereka di seluruh istana ini aku yakin mereka belum jauh." teriak prajurit penjaga pintu tadi dengan paniknya karena tahanan yang dia jaga sudah kabur.

__ADS_1


Semua prajurit keluar dan memberitahukan pada semua rekannya untuk mencari keberadaan raja dan ratu. dan suasana yang tadinya begitu sunyi sepi dan penuh ketenangan kini berubah menjadi begitu ramai dengan suara langkah kaki semua prajurit.


Wengui yang merupakan sekutu dari pangeran Mingzi pun terlihat heran ketika baru saja datang dan melihat semua prajurit yang terlihat sedang berlarian kesana kemari. karena merasa penasaran dengan apa yang sedang terjadi akhirnya ia pun menghentikan salah satu prajurit dan bertanya padanya.


"Apa yang sedang terjadi disini kenapa semua prajurit terlihat begitu panik?" tanya Mengui


"Maaf tuan tapi beberapa penyusup sudah masuk dan berhasil membawa kabur raja dan ratu. saya permisi dulu." jawab prajurit tersebut


Sontak saja perkataan dari prajurit tadi membuat Wengui terkejut juga ia pun mencari prajurit yang di tugaskan untuk menjaga penjara bawah tanah dan langsung menghajarnya habis-habisan.


"Apa saja yang kau lakukan hah bagaimana bisa tahanan kita bisa sampai lolos. apa kau mau aku membunuhmu hah." teriak Wengui dengan marahnya.


"A ampuni saya tuan saya bersalah karena telah teledor dan langsung mempercayai ucapan mereka begitu saja." ucap prajurit tadi dengan ketakutan.


"Cepat kalian cari sampai dapat." teriak Wengui lagi kemudian pergi.


Ia datang ke istana karena ingin mengajak raja dan ratu ke Medan perang dan menunjukkan langsung pada Chen Zu jika kakek dan neneknya sudah berada di dalam kendalinya tapi bukannya membawa mereka justru sekarang mereka berhasil lolos.


Disisi lain saat ini rombongan raja Long sudah hampir sampai di luar lorong yang gelap dan minim dengan cahaya dan juga udara karena cahaya terang mulai terlihat dan raja Long menjelaskan jika itu adalah pintu keluarnya.


Sesampainya di luar mereka disuguhkan dengan pemandangan yang begitu indah. sebuah lautan es ada di depan mereka. mereka menghirup udara sebanyak-banyaknya terutama kedua pelayan yang dengan setianya mengikuti tuannya.

__ADS_1


"Apakah kalian baik-baik saja?" tanya ratu Hua pada kedua pelayan setianya.


"Saya baik-baik saja ratu." jawab Mune dengan nafas yang agak tersengal-sengal.


__ADS_2