Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Menyerah (LPT S2)


__ADS_3

Pagi harinya Zein bangun karena merasa sakit di bagian wajahnya. ia tidak tahu kenapa tiba-tiba wajahnya sangat sakit. ia memegang salah satu pipinya dan meringis kesakitan kemudian beranjak menuju kamarnya.


Ketika melihat pantulan dirinya di cermin ia terlonjak kaget melihat wajahnya yang sudah di penuhi memar.


"Apa yang terjadi? kenapa wajahku seperti ini? ahhh sakit sekali. apa tadi malam ada pencuri yang masuk kesini? tapi itu tidak mungkin." gumam Zein dengan bingungnya.


Ia pun keluar untuk mengambil salep. Niken yang baru saja keluar dari kamarnya pun terlihat terkejut melihat wajah Zein yang di penuhi memar. ia langsung menghampiri laki-laki itu dan memegang wajahnya.


"Ahhh sakit." ringis Zein ketika Niken tak sengaja memegang lukanya terlalu keras.


"Maaf maaf. kenapa kau bisa terluka begini?" tanya Niken dengan bingungnya.


"Aku tidak tahu. aku tidak ingat apapun. kau ingat kan tadi malam bahkan wajahku masih baik-baik saja." kata Zein.


Ucapan Zein membuat Niken berfikir keras tapi sejenak kemudian ia paham apa yang terjadi dengan Zein.


"Aku tau ini adalah perbuatan mu Zhan. ck kau benar-benar ya." batin Niken dalam hatinya.


Ia pun menyuruh Zein agar duduk kemudian ia mengambilkan salep dan mengoleskannya ke luka Zein.


Zein terdiam cukup lama sambil mengingat kejadian tadi malam. samar-samar ia melihat didalam ingatannya ia tengah memukul wajahnya sendiri beberapa kali hingga mengeluarkan sedikit darah. ia kemudian menatap Niken yang masih sibuk mengoleskan salep di wajahnya.

__ADS_1


"Aku tau siapa yang berbuat ini." kata Zein yang membuat Niken mendongak.


"Siapa?" tanya Niken yang pura-pura tidak tahu.


"Seseorang yang berada di dalam tubuhku. apa kau ingin mengatakan sesuatu padaku?" tanya Zein yang membuat Niken menatapnya


"Apa yang kau maksud?" tanya Niken tidak mengerti


Zein menjauhkan tangan Niken dari wajahnya kemudian menatap gadis itu dengan tatapan seriusnya.


"Apakah kau ingin mencoba menjalin hubungan dengan ku karena wajahku mirip dengan kekasihmu?' tanya Zein yang membuat Niken terkejut.


"Aku ingin kau menjawabnya dengan jujur. aku tau saat kita sedang di mobil dan melakukan ahh sudah lupakan saja. itu bukan diriku melainkan kekasihmu yang sedang melakukannya." lanjutnya.


"Kenapa diam?" tanya Zein.


"A aku ti tidak. apa kau sedang tidak sehat? ck pagi-pagi seperti ini pembicaraan mu entah sudah sampai dimana. sudahlah aku ingin mandi dulu." kata Niken yang sengaja ingin menghindari pertanyaan dari Zein tapi sebelum dia pergi tanganku sudah lebih dulu di cekal Zein.


"Benar kau tidak tahu apa yang terjadi di mobil?" tanya Zein yang ingin memastikan.


"Aku tahu Zein. kenapa kau menanyakan hal aneh ini padaku." jawab Niken.

__ADS_1


Tanpa aba-aba Zein langsung mendorong tubuh Niken hingga gadis itu terjatuh di sofa. Zein menindihnya yang membuat Niken terkejut bukan main. laki-laki itu langsung saja mencium bibir Niken dengan lembutnya. tapi gadis itu memberontak dan menendang perut Zein.


"Apa yang kau lakukan bodoh!!" bentak Niken dengan merapikan rambutnya.


"Kenapa kau menolaknya? bukankah saat di mobil kita sudah pernah melakukannya. pagi ini aku menginginkannya." kata Zein dengan menatap Niken.


"Apa kau sudah kehilangan akalmu." seru Niken dengan marahnya.


"Ya aku sudah kehilangan akalku. sekarang aku tau alasanmu kenapa kau menerimaku. karena wajahku mirip dengan kekasihmu yang selalu kau panggil Zhan itu. hufffttt aku terlalu percaya padamu jika kau memiliki sedikit saja rasa untukku. hanya sedikit saja itu sudah cukup membuatku senang. tapi.... sudahlah lupakan saja. terimakasih karena selalu ada di dalam hatiku. aku menyerah sekarang. aku tidak bisa memaksa orang lain untuk mencintaiku. seperti yang aku katakan waktu itu kalau apartemen ini menjadi milikmu jadi aku akan pergi sekarang. jaga dirimu baik-baik. jangan pikirkan aku." ucap Zein dengan mengelus kepala Niken dengan penuh sayang kemudian ia berlalu ke kamarnya untuk menata barang-barangnya.


Niken hanya diam saja mendengar ucapan Zein. entah kenapa hatinya merasa enggan jika laki-laki ingin pergi dari sisinya. ada perasaan tidak rela di dalam hatinya. ia tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya saat ini. ia pun menyusul Zein ke kamarnya dan melihat jika laki-laki itu sedang merapikannya bajunya untuk di masukkan kedalam koper.


"Zein kau mau apa?! jangan berbuat hal yang tidak aku sukai. letakkan itu semua sekarang juga." kata Niken .


"Apa yang kau katakan. aku tidak ingin ada kesalahpahaman lagi di antara kita jadi aku akan pergi." ujar Zein yang tidak sekalipun menoleh ke arah Niken.


Ia kecewa sangat kecewa. Zein pikir ini akan menjadi cinta pertama dan terakhirnya tapi harapannya hanya sampai disini saja. jika ia tetap berada di dekat Niken tentu itu akan membuatnya semakin sulit untuk melepaskannya karena itu ia memilih untuk pergi saja.


"Jangan bertindak bodoh. jika ada yang harus pergi itu adalah aku. ini adalah apartemenmu jadi seharusnya aku yang pergi." kata Niken yang tak ingin laki-laki itu pergi


"Apa kau mencintaiku? kau tidak memiliki rasa sedikit saja untukku?" tanya Zein dengan mengapa Niken.

__ADS_1


Zein hanya tersenyum kecut saja melihat Niken yang tidak bisa menjawab. ia tentu sudah tahu apa jawaban yang akan di lontarkan gadis itu. ia pun mencubit pipi Niken dengan pelannya.


"Aku adalah Zein, Zhanie Zein. jangan menganggapku sebagai kekasihmu hanya karena wajahku mirip dengannya nama depan yang sama dengannya. aku tidak mau jika kau menjalin hubungan denganku hanya karena wajahku yang mirip dengan kekasihmu. yang aku inginkan adalah sedikit cinta darimu itu saja sudah cukup. tapi kau tidak bisa melakukannya bukan? Niken percayalah padaku selama ini hanya kau yang berada di hatiku. aku menganggap mu sebagai cinta pertama dan terakhirku. tapi mungkin itu hanya harapan ku kemarin. karena sekarang kau hanyalah cinta pertama saja. hahaha sudah-sudah kau bingung bukan. aku pergi dulu. jaga dirimu baik-baik." kata Zein dengan mengacak-acak rambut Niken kemudian menarik kopernya keluar.


__ADS_2