
"Apa kau mengenalnya kak?" tanya pangeran Tang Yu Han dengan nada tidak sukanya.
"Ya dia adalah putri Yuan Lin putri kaisar Wei." jawab pangeran Zheng Su Han yang membuat adiknya terkejut.
Pangeran Tang Yu Han memang belum melihat secara langsung bagaimana sosok putri Yuan Lin yang sekarang karena saat ulang tahun kaisar dia tidak mengahadirinya karena dia sedang ada di akademi melanjutkan pendidikannya yang hampir selesai.
"Sebaiknya kalian kembali saja hari sudah akan gelap. aku juga ingin kembali." kata Yuan Lin.
"Apakah tadi putri mendengar suara naga dari hutan ini?" tanya pangeran Zheng Su Han.
Pertanyaan pangeran Zheng Su Han sontak membuat Yuan Lin terkejut. bagaimana bisa orang ini mendengarnya. ia belum tahu saja apa yang terjadi di luar saat ia mengeluarkan suara auman naganya tadi.
"Ah i iya karena itu aku langsung kesini. tapi di sini tidak ada apapun. mungkin tadi hanya ada seseorang ataupun binatang yang lewat saja." jawab Yuan Lin.
"Ah begitukah tapi menurut warga di sekitar hutan ini mereka melihat seekor elang yang sangat besar bagaimana putri tidak menemukan apapun disini?" tanya pangeran Tang Yu Han dengan tatapan penuh selidik.
"Ya mana aku tahu. sudahlah jika kalian sudah tidak menyayangi nyawa kalian silahkan lanjutkan saja aku ingin pulang." seru Yuan Lin yang tak ingin menjawab apapun.
Kedua pangeran itu hanya saling tatap saja kemudian memperhatikan sekelilingnya.
"Apa yang di katakan putri Yuan Lin memang benar. sebaiknya kita kembali saja." ujar pangeran Zheng Su Han yang di angguki adiknya.
Yuan Lin saat ini sudah berada di desa lembah hijau ia ingin berpamitan pada Bio Mei karena mungkin dia akan sedikit lama berada di kekaisarannya karena Yuan Lin merasakan jika tengah terjadi sesuatu disana tapi entah apa itu ia juga tidak tahu.
"Bibi aku harus kembali dulu dan mungkin saja dalam jangka waktu yang agak lama aku baru akan kesini dan mengurus semuanya. bibi jangan khawatir karena mereka tidak akan kembali lagi kesini." kata Yuan Lin.
__ADS_1
"Baiklah saya mengerti nona. nona hati-hatilah dan terimakasih karena sudah melindungi desa kami." ucap Bio Mei .
Yuan Lin hanya mengangguk saja kemudian pergi dari desa itu. entah kenapa Yuan Lin ingin segera sampai di istana. ia melesat dengan kecepatan sangat tinggi bahkan saking cepatnya ia Yuan Lin sampai tidak terlihat dan hanya hembuskan angin yang sedikit kencang saja.
"Ada apa ini kenapa aku ingin sekali cepat sampai di sana. apa aku makan saja dulu ya." ucap Yuan Lin yang seketika berhenti di sebuah pasar yang ada di desa Bambu kuning. dia masuk ke sebuah kedai dan memesan makanan terlebih dahulu.
Setelah makanan yang dia pesan datang dengan tidak sabaran dia menyantap semua makanan itu dengan lahapnya. tingkahnya yang seperti itu tentu saja tidak mencerminkan watak seseorang perempuan apalagi kebiasaan unik Yuan Lin saat makan di dunia sebelumnya adalah dengan satu kaki di atas kursi. sungguh tidak sopan sekali tapi dia menyukainya.
"Lihatlah siapa gadis itu kenapa cara makannya seperti itu. sangat tidak sopan. apa dia lupa kalau dirinya seorang perempuan." ucap salah satu pemuda yang berada tidak jauh dari tempat Yuan Lin.
Tentu Yuan Lin mendengar semua apa yang mereka katakan padanya tapi dia tidak menghiraukannya karena memang ini adalah kebiasaannya. dia bertingkah seperti ini jika sedang tidak berada di lingkungan istana saja.
Setelah selesai dengan makanannya ia pun segera beranjak dari sana tak lupa ia meletakkan 2 koin emas di atas meja. setelah makan ia merasa jika tenaganya pulih kembali karena itu dia segera pergi dengan cara melesat yang jauh lebih cepat dari pada sebelumnya.
Tak butuh waktu lama kini dia sudah sampai di perbatasan. disana ada prajurit prajurit yang menjaganya karena itu dia pun memutuskan untuk berjalan kaki.
"Saya putri Yuan Lin Dan ingin kembali ke kediaman saya yaitu di istana." kata Yuan Lin yang membuat prajurit itu tidak percaya.
"Jangan mencoba menipuku. mana mungkin seorang putri kaisar berpenampilan seperti ini." ucap prajurit itu dengan nada merendahkan.
Yuan Lin menengok ke bawah. ada apa dengan pakaian yang dia pakai. tentu saja semua orang tidak percaya jika gadis bercadar itu adalah seorang putri kaisar. baju yang di pakainya sangat sederhana tidak seperti putri putri pada umumnya.
"Memangnya kenapa dengan pakaian ku? aku tidak punya banyak waktu lagi menyingkirlah dari sini dan biarkan aku masuk kedalam." seru Yuan Lin dengan kesalnya.
"Ada apa ini?" tanya seorang jenderal muda yaitu Chang. tadinya ia sedang bertugas dan memantau perkembangan para bawahannya tapi dia mendengar keributan sehingga menghampiri mereka
__ADS_1
"Kenapa kau tidak membiarkan putri masuk?" tanya jenderal Chang pada prajurit tadi.
"A apa." ucap prajurit itu dengan tergagap. bagaimana mungkin gadis yang dia hina tadi benar-benar seorang putri
"Hah sudahlah kau urus saja dia aku tidak punya waktu lagi." seru Yuan Lin dengan melesat yang membuat kedua orang itu sedikit terhuyung.
"Dasar bodoh lain kali jangan ulangi lagi atau kau akan mendapatkan hukuman." kata Chang dengan memukul prajurit tadi.
Saat ini Yuan Lin sudah sampai di depan gerbang istana. ia segera masuk dan menuju kamarnya. tak sengaja ia mendengar para pelayan istana yang tengah membicarakan sesuatu sehingga Yuan Lin memutuskan untuk berhenti dan menghampiri mereka.
"Aku juga tidak menyangka jika nasibnya seperti ini."
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Yuan Lin yang membuat kedua pelayan itu menatapnya.
Yuan Lin menatap mereka dengan seksama. seorang pelayan saja berani menatap matanya apa yang selemah itu putri Yuan Lin sebelum dirinya datang kesini.
"Katakan saja semuanya aku tidak akan takut dengan tatapan mata kalian yang seperti itu." ucapan yuan Lin sontak membuat kedua pelayan saling tatap antara bingung dan juga takut.
"Apa putri belum mengetahuinya?" tanya pelayan itu
"Mengetahui apa?" tanya Yuan Lin balik.
"Pelayan Fu dia..."
"Katakan saja intinya jangan terbelit belit seperti ini." seru Yuan Lin yang merasa ada sesuatu yang telah terjadi saat dirinya tidak ada di istana.
__ADS_1
"Pelayan Fu sudah tiada putri." kata pelayan itu yang membuat Yuan Lin terkejut bukan main.