
Yuan Lin terus menghindari setiap serangan yang di layangkan pria tadi. ia tidak membalasnya sama sekali karena dia sengaja ingin bermain-main dulu dengan pria itu. namun hal tersebut tentu saja membuat pria itu kesal dan juga geram. ia merasa jika Yuan Lin hanya mempermainkannya saja.
"Kenapa kau hanya diam saja hah apa kau takut kalah dariku. cih memalukan sekali."kata pria itu yang sengaja ingin memancing emosi Yuan Lin.
"Kenapa kau sangat tidak sabar He setidaknya temani aku bermain-main dulu." ujar Yuan Lin
"Hei kalian semua dengarkan aku. gadis ini sungguh sangat sombong dan aku akan memberikan dia pelajaran yang setimpal untuk ini." teriak pria itu dengan melayangkan serangan lagi pada Yuan Lin.
Sekarang gadis itu tidak tinggal diam ia juga menyerang balik pria itu. Yuan Lin hanya menggunakan tangan kosong saja untuk menghadapi pria itu.
Kini di dalam aula tersebut semua orang sedang melihat pertarungan yang begitu sengit. Ana Ling tentu saja sedang tersenyum penuh kemenangan melihat itu. ia pikir dengan cara seperti itu akan membuat Yuan Lin kalah dan malu di depan banyak orang tapi senyuman Ana Ling kini memudar tak kala pria yang bekerjasama dengannya untuk mencelakakan Yuan Lin tersungkur ke lantai dengan darah yang keluar dari mulutnya.
"Kau melukai putraku hah dasar gadis tidak tahu diri." teriak pria yang merupakan ayah dari laki-laki yang sedang terkapar di lantai.
"Apa? seharusnya ini sudah membuktikan jika kau dan dia tidaklah kuat. aku hanya menggunakan tangan kosong saja sedang dia menggunakan senjata. dalam sejarahku belum pernah ada seorang wanita bertarung dengan laki-laki tapi dengan tangan kosong sedangkan laki-laki itu malah menggunakan senjata." kata Yuan Lin.
"Seharusnya kau malu. apakah dengan berkata begitu kau bisa mengelabuhi semua orang. kau belum mengenalku. kau belum mengenal siapa yang akan menjadi raja neraka yang baru. kau hanya melihat sekilas itupun karena suruhan dari orang lain. bukankah begitu." kata Yuan Lin lagi yang membuat semuanya terkejut.
"Omong kosong apa ini hah. aku ingin bertarung denganmu jika aku kau kalah kau akan menerima hukuman dariku dan harus menjadi budakku seumur hidup." kata pria itu yang di setujui Yuan Lin dengan santainya.
Kini keduanya saling berhadapan dan beradu kekuatan. Yuan Lin tidak ingin main-main lagi karena karena itu akan membuang-buang waktunya. dia langsung mengeluarkan pedangnya dan menggunakan teknik seribu pedang
__ADS_1
Di udara muncul banyak sekali pedang dan langsung melesat menuju pria tadi. tentu saja pria itu terkejut dan langsung menghindari dan menahan setiap serangan itu. karena memang teknik itu adalah teknik terkuat dari beberapa teknik yang di pelajari Yuan Lin seputar pedang akhirnya pria itupun menyerah dan mengaku kalah pada Yuan Lin.
Ia tidak ingin jika nyawanya akan melayang hanya karena beberapa keping koin emas saja. jika saja dia tahu gadis yang akan di hadapi sekuat itu tentu saja dia akan menolak. karena itu sama saja menggali lubangnya sendiri.
"Aku menyerah jangan bunuh aku." kata pria itu yang membuat Yuan Lin menjentikkan jarinya dan tiba-tiba semua pedang itupun hilang entah kemana.
"Siallll kenapa pria itu malah menyerah dengan begitu mudahnya. jika begini aku yang akan semakin terancam." gumam Ana Ling dengan marahnya.
"Jadi kau sudah menyerah. apakah kau tidak ingin membuktikan dirimu yang begitu kuat dan pantas untuk mengambil alis posisi raja di kerajaan ini. kenapa kau menyerah." kata Yuan Lin.
"Ti tidak. aku tidak ingin mati sia-sia. aku mengaku jika kau tidaklah semudah yang orang lain bayangkan dan itu juga sangat mungkin bagi raja Zhi Qing. aku minta maaf karena sikap ku yang angkuh ini dan tidak melihat bagaimana kalian berdua. aku sungguh minta maaf. aku mohon jangan bunuh aku. aku tau aku bersalah tapi aku terpaksa melakukannya." kata pria itu dengan bersujud di kaki Yuan Lin.
"Aku bukan orang baik. kenapa kau berkata seperti itu." kata pria itu.
"Jika kau bukan orang baik kau tidak akan meminta maaf di depan banyak orang bukankah itu akan mempermalukan dirimu sendiri." ujar Yuan Lin yang membuat pria itu sadar dimana dia sekarang.
"Jika saja Nana tidak berbaik hati padamu aku sudah menghabisimu." kata Zhi Qing dengan geramnya.
"Saya minta maaf raja." ucap pria itu dengan menunduk takut.
"Sudah-sudah lebih baik kita akhiri saja permasalahan ini dan lanjutkan acaranya." kata raja Xi Shen.
__ADS_1
"Emmm sebelumnya bolehkah saya meminta sesuatu dari raja Zhi Qing.' ucap pria itu dengan takutnya.
"Apa?" tanya Zhi Qing dengan bingungnya.
"Saya ingin raja menunjukkan kekuatan yang sebenarnya agar semua orang yang ada disini jika hanya rajalah yang pantas dan lebih pantas menjadi penguasa alam neraka. agar kedepannya juga tidak ada orang yang bertingkah seperti saya." jawab pria itu.
Zhi Qing pun menatap Yuan Lin meminta persetujuan. gadis itu hanya mengangguk saja kemudian beralih pada raja Xi Shen yang juga mengangguk setuju.
"Baiklah aku akan menunjukannya. tapi sebelum itu akan membuat perisa untuk kalian agar tidak ada yang pingsan disini." kata Zhi Qing kemudian mengangkat tangannya ke udara dan membuat pola-pola rumit yang membentuk sebuah kubah besar bewarna emas.
"Kalian sudah siap?" tanya Zhi Qing.
"Sudah." teriak semua orang yang sangat penasaran dan juga tidak sabar untuk melihat itu.
Zhi Qing pun memejamkan matanya dan mengangkat tangannya sampai ke bagian perut. seketika sebuah aura bewarna merah menyelimuti dirinya. aura yang hampir sama dengan auara dewa agung milik Yuan Lin .
Semua orang menatap Zhi Qing dengan terkejut dan tidak menyangka akan melihat seberapa besar kekuatan yang di miliki raja baru mereka.
bukan hanya mereka saja yang terkejut tapi raja Xi Shen pun tak kalah terkejutnya karena dia belum tahu pasti seberapa besar kekuatan Zhi Qing tapi sekarang dia benar-benar terkejut dan kagum karena pencapaian Zhi Qing sudah berada di atasnya.
"Anak ini benar-benar membuat ku tidak bisa berkata-kata. jangan bilang jika kekasihnya juga sama sepertinya. ckckck..." ucap raja Xi Shen
__ADS_1