
"Sebenarnya kemana dia pergi. kenapa aku tidak bisa menemukannya." gerutu Yuan Lin dengan berdiri di bawah pohon.
Ya Yuan Lin sedang mencari keberadaan Zhi Qing. sudah lama sekali dia mencari tapi tidak menemukannya sampai sekarang hingga membuat dia benar-benar kesal sendiri.
Entah kebetulan atau apa Zhi Qing sedang berada di hutan yang sama dengan Yuan Lin. dia juga di buat kesal dengan tingkah Ana Ling yang terus saja mengekor kemanapun dia pergi sehingga dia memutuskan untuk ke dunia bawah saja karena tidak mungkin jika gadis kecentilan itu akan menyusulnya sampai ke dunia bawah.
"Zhannn kau dimana hah jika aku bertemu denganmu aku akan memberimu pelajaran." teriak Yuan Lin dengan kesalnya.
Mendengar ada sebuah teriakan membuat Zhi Qing terkejut dan langsung mencari sumber suara. dilihatnya jika gadis yang bersamanya di pagoda kembar yang berteriak tadi.
Menyadari jika ada yang datang membuat Yuan Lin langsung menilik sekitarnya dengan tatapan elangnya. ia pun melihat jika orang yang sedang dia carinya berada disini. dengan segera ia melesat menghampiri Zhi Qing dengan kecepatan sangat tinggi sehingga Zhi Qing tidak melihat kapan Yuan Lin pergi.
Hingga tiba-tiba Zhi Qing merasakan pukulan keras di kepala dan pan*a*nya membuat dia langsung terlonjak kaget dan bermaksud untuk membalas menyerang orang yang telah memukulnya.
"Apa ? kau ingin menyerangku? apa kau tidak tahu jika aku sudah mencarimu sangat lama. apa kau sengaja mempermainkan ku hah." kata Yuan Lin yang tidak bisa menahan kekesalannya lagi saat bertemu dengan laki-laki yang dia cari.
Tentu saja Zhi Qing hanya diam saja sambil mendengarkan ocehan Yuan Lin. dia tentu bingung apa yang di katakan Yuan Lin.
"Kau mencariku?" tanya Zhi Qing dengan menunjuk dirinya.
bukannya mendapat jawaban justru ia mendapat pukulan lagi di kepalanya yang membuat ia menatap Yuan Lin dengan marahnya.
"Kenapa kau terus memukulku? ada masalah apa kau denganku gadis kecil." kata Zhi Qing dengan tatapan tajamnya.
Seketika Yuan Lin pun menyadari sesuatu. tentu saja Zhi Qing tidak akan mengerti apapun karena saat ini laki-laki itu masih belum bisa mengingat.
"Ya kau yang bermasalah denganku." jawab Yuan Lin dengan menyilangkan tangannya ke dada.
__ADS_1
"Aku? bahkan kita hanya bertemu dua kali saja dan aku rasa aku tidak memiliki masalah denganmu. justru kau yang membuat masalah denganku." kata Zhi Qing
"Aku mau belum mengingat diriku?" tanya Yuan Lin.
"Tentu saja. kau gadis yang juga ada di pagoda kembar waktu itu." jawab Zhi Qing dengan santainya
"Apa kau tau sebuab nama?" tanya Yuan Lin yang membuat Zhi Qing menatapnya.
"Zhan." lanjutnya lagi yang membuat Zhi Qing terdiam dan berfikir.
"Aku merasa tidak asing dengan nama itu." gumam Zhi Qing.
"Tentu saja karena itu adalah namamu dulu bodoh." seru Yuan Lin dengan kesalnya
"Pakai ini." kata Yuan Lin dengan menyerahkan gelang yang dia buta dari serpihan kaca pada Zhi Qing.
"Pakai atau Akau akan memaksamu." kata Yuan Lin dengan tatapan tajamnya.
"Apa kau tahu apa yang paling tidak aku sukai? yaitu...." belum sempat Zhi Qing selesai bicara Yuan Lin sudah memotong terlebih dahulu.
"Paksaan, pengkhianatan, apa yang seharusnya kau miliki tapi menjadi milik orang lain. kau tidak suka pisang." kata Yuan Lin yang membuat Zhi Qing terkejut
"Ba bagaimana kau bisa tau semua itu hah." seru Zhi Qing
"Aku tau segalanya tentang dirimu. ck sudahlah cepatlah pakai ini setelah itu semuanya akan baik-baik saja." kata Yuan Lin
Dengan ragu-ragu Zhi Qing pun menerima gelang tersebut dan menatapnya dengan seksama kemudian ia memakainya. tiba-tiba saja sebuah sinar muncul dari dalam gelang itu dan masuk ke kepala Zhi Qing.
__ADS_1
Gambaran-gambaran suatu kejadian terlihat dengan jelas. siapa dia, kenapa bisa dia sampai lupa ingatan dan juga gadis yang memberikanmu gelang itu juga ada disana. ia memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa sangat sakit.
Dengan sigap Yuan Lin pun menahan tubuh Zhi Qing agar tidak terjatuh. ia pun mencari tempat duduk yang ada di dekat mereka. perlahan tapi pasti rasa sakit yang di alami Zhi Qing pun mulai mereda.
Satu persatu ingatannya mulai kembali lagi. ia membuka matanya dan menatap Yuan Lin dengan seksama. tidak ada kata-kata yang bisa dia ucapkan saat ini.
Menghilangkan sihir atau mematahkan suatu kutukan memang tidaklah mudah. Yuan Lin membuat gelang tersebut menggunakan hampir dari semua kekuatannya. jika orang lain yang mengalaminya mungkin saja butuh waktu bertahun-tahun lamanya untuk bisa kembali mengingat semuanya.
"Bagaimana apakah kau sudah mengingat semuanya?" tanya Yuan Lin yang mendapatkan gelengan kepala dari Zhi Qing.
"Bagaimana mungkin kau tidak mengingat semuanya." kata Yuan Lin dengan bingungnya.
"Ingatan yang mana? sebenarnya siapa kau kenapa kau terus berkata seakan-akan aku ini orang yang lupa ingatan." kata Zhi Qing dengan berdiri.
Tentu saja Yuan Lin bingung bagaimana bisa gelang yang dia berikan pada Zhi Qing tidak memiliki reaksi apapun bukankah saat dia yang menggunakan baik-baik saja.
Yuan Lin pun melihat Zhi Qing dari atas sampai bawah dengan seksama. ia sedang mencari apa yang menyebabkan gelangnya tidak berfungsi saat di pakai Zhi Qing.
"Tidak mungkin pasti ada yang salah. aku bahkan menggunakan hampir semua kekuatanku. bagaimana bisa kau tidak memiliki reaksi apapun." kata Yuan Lin dengan tidak mengertinya.
Tiba-tiba suara tawa Zhi terdengar begitu renyah membuat Yuan Lin langsung curiga jika semua ini hanyalah permainan Zhi Qing saja. dengan kesalnya gadis itupun langsung berlalu begitu saja sehingga membuat Zhi Qing terkejut. Ya rupanya dia hanya mengerjai Yuan Lin saja.
"Astaga ini tidak baik." gumamnya kemudian mengejar Yuan Lin.
"Oh ayolah sayang aku hanya bercanda saja kenapa kau menganggapnya sangat serius." kata Zhi Qing yang terus mengejar Yuan Lin.
"Jangan berbicara denganku." seru Yuan Lin dengan menepis tangan Zhi Qing.
__ADS_1