Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Berbalik


__ADS_3

Mendengar ucapan Yuan Lin membuat Jiang He dan selir Xu Qin tidak percaya. Bukankah mereka sudah mencapuri krim itu dengan rancu yang bisa membuat wajah seseorang menjadi rusak, lantas mengapa sekarang tidak terjadi apa-apa pada Yuan Lin.


"Benarkah begitu tapi aku juga memakai krim yang sama denganmu dan efeknya tidak secepat ini." kata Jiang He yang berusaha mengorek informasi dari Yuan Lin.


"Aku juga tidak tahu kenapa. tapi aku akan memakainya lagi setelah jamuan ini selesai dan besok ahh aku tidak sabar ingin melihat reaksi semua orang." ujar Yuan Lin dengan tersenyum senang.


"apa mungkin ibu salah mencampurinya sehingga tidak terjadi apapun pada wajahnya." batin Jiang He yang membuat Yuan Lin hanya tersenyum kecil saja.


"kau pikir aku tidak tahu apa yang di rencanakan kau dan ibumu ckckck sayang sekali." batin Yuan Lin.


"Bolehkah aku mencobanya Lin jiejie aku juga ingin mempunyai wajah seperti mu." ucap Jiang he.


"Apa yang kau katakan putriku. kau kan sudah mempunyainya." seru selir Xu Qin dengan cepatnya karena ia tidak mau terjadi apa apa pada putrinya.


"Krim apa yang kau pakai putri aku juga rasanya ingin membelinya juga." tanya permaisuri Ming.


"Aku tidak tahu permaisuri karena adikku yang memberinya." jawab Yuan Lin dengan tersenyum.


"Boleh ya jiejie aku mencobanya." kata Jiang He dengan tatapan memohonnya.


"Kena kau. kita lihat apa yang akan terjadi setelah ini." batin Yuan Lin dengan tersenyum kemenangan.

__ADS_1


"Tentu saja boleh." jawab Yuan Lin.


"Sudah-sudah kenapa jadi membahas krim kita lanjutkan saja makan malam ini." timpal kaisar Wei . sebenarnya dia juga tidak percaya jika putri Kecilnya menjadi secantik dan seberani ini.


"Putri kecilku benar-benar sangat cantik. dia juga sudah banyak berubah." batin kaisar Wei.


Yuan Lin yang mendengar suara hati kaisar Wei hanya menatapnya dengan datar saja. kata-kata manis apapun tidak akan pernah berpengaruh jika dia sudah bertekad. saat ini tujuan hidup Yuan Lin hanya satu yaitu membalaskan dendamnya. dia tidak akan mengampuni seseorang begitu saja sebelum orang itu benar-benar menyadari dan menyesali perbuatannya.


Setelah acara jamuan makan selesai Semua orang kembali ke kamarnya masing-masing sedang Jiang He ikut dengan Yuan Lin menuju kamarnya. ibunya sudah berusaha menghentikan apa yang akan dia lakukan tapi dia tetap keras kepala karena baginya di seluruh kekaisaran ini tidak boleh ada yang lebih cantik darinya. tak lupa Fu juga mengikuti dari belakangnya.


Sesampainya di kamar Yuan Lin mereka lantas masuk. Jiang He nampak sudah tidak sabar ingin memakai krim yang dia berikan pada Yuan Lin kemarin. jika di pakai Yuan Lin saja tidak terjadi apa-apa bukannya sama saja jika di pakai dirinya dan orang lain. begitulah pemikiran dangkal Jiang He. dia tidak sadar jika sekarang sedang masuk dalam permainan yang dia buat sendiri.


"Ini. apa perlu aku yang memakaikannya?" tanya Yuan Lin.


Tanpa basa-basi lagi Jiang He mulai mengolesi wajahnya menggunakan krim itu. dia begitu antusias sehingga tidak menyadari jika saat ini wajahnya sudah memerah hingga dia menghentikan mengoleskannya ketika merasakan wajahnya panas dan juga gatal.


" kenapa wajahku panas dan ahh gatal sekali." kata Jiang He yang mulai menggaruk wajahnya.


"Eittss jangan di garuk seperti itu itu akan membuat wajahmu lebih parah lagi. biarkan saja itu hanya efek biasa lama-lama juga akan hilang sendiri." kata Yuan Lin dengan tersenyum kecil.


Jiang He hanya mengangguk saja dan berhenti menggaruk wajahnya walaupun sebenarnya dia sangat ingin menggaruknya karena rasa gatalnya semakin menjadi-jadi.

__ADS_1


"Ahh aku sudah tidak tahan lagi untuk tidak menggaruknya. apa kau juga seperti ini waktu memakai krim ini?" tanya Jiang He.


"Tidak. aku baik-baik saja." jawab Yuan Lin dengan santainya.


"Bagaimana mungkin. ahh kenapa wajahku terasa sangat panas dan begitu gatal. apa yang kau berikan padaku sebenarnya?" tanya Jiang He yang terus menggaruk wajahnya.


"Kau masih bertanya lagi he. kau sendiri kan yang memberikan itu padaku kau lihat aku yang memakainya saja tidak apa-apa lantas kenapa kau jadi seperti ini ckckck apakah mungkin wajahmu yang tidak cocok." jawab Yuan Lin dengan melipat tangannya ke dada.


Ia lantas mendekati Jiang He dan menjambak rambutnya kebelakang dengan sangat kasar. tentu Yuan Lin kesal dan marah jika saja dia tidak mempunyai kekuatan seperti saat ini mungkin saja dengan polosnya dia sudah memakai krim itu dan wajahnya akan menjadi sangat buruk. ya memang kemarin dia sudah mengoleskan di dahinya tapi setelah putri Jiang He keluar dia langsung menelan pil yang menolak semua racun.


"Kau pikir aku tidak tahu dengan rencana yang kau buat. apa kau pikir aku sebodoh itu hah." kata Yuan Lin dengan menekankan kata-katanya kemudian menghempaskan kepala Jiang He dengan kasarnya.


"Kau. berani-beraninya berbuat seperti ini padaku Aku akan mengatakannya pada ibuku agar kau di beri pelajaran. cih dasar jal***." seru Jiang He dengan marahnya.


"Ya ya sana mengadulah aku tidak peduli. keluar kau dari sini." kata Yuan Lin dengan menyeret paksa Jiang He keluar kamarnya.


"Awas saja kau jal*** aku tidak akan mengampuni dirimu. sialan kau." maki Jiang He yang sudah tersungkur ke lantai. setelah itu Yuan Lin menutup pintunya dengan sangat keras.


"Lin Lin kau sangat keren." kata Fu dengan memberikan dua jempol ke arah Yuan Lin.


"Ini belum seberapa Fu aku ingin mereka merasakan apa yang sudah selama ini aku dan ibunda rasakan sampai mereka merasa hidup segan mati tak mau dan akhirnya mereka akan memohon untuk ku bunuh saja." kata Lin dengan nada dinginnya membuat Fu langsung merinding mendengarnya.

__ADS_1


putri Jiang He terus menerus memaki Yuan Lin karena kebodohan yang dia lakukan wajahnya saat ini menjadi sangatlah buruk. dia terus berjalan dan menggaruk semua wajahnya yang sudah memerah.


"Sialan aku tertipu dengannya. tapi bagaimana dia bisa baik-baik saja sedangkan aku sekarang menjadi seperti ini. ahh sial wajahku. awas saja kau putri Yuan Lin aku akan membalas perbuatanmu." kata Jiang He dengan marahnya.


__ADS_2