
Yuan Lin benar-benar tidak habis pikir mengapa aliansi itu melakukan hal yang tidak seharusnya mereka lakukan pada orang-orang yang tidak bersalah. semua warga desa cahaya mengucapkan terimakasih karena Yuan Lin sudah menolong mereka. jika tidak ada Yuan Lin entah bagaimana nasib anak gadis Mereka.
"Apakah mereka selalu melakukan hal ini pada kalian?" tanya Yuan Lin
"Benar bahkan setiap hari mereka selalu datang kesini untuk membawa anak gadis kami." jawab seorang wanita paruh baya yang juga anak gadisnya sudah di bawa oleh orang-orang dari anggota aliansi Wungzo.
Yuan Lin benar-benar di buat geram dengan aliansi Wungzo. ia kemudian berpamitan pada semua warga desa cahaya dan pergi. kini mereka sampai di sebuah hutan rindang yang nampak sunyi sepi seperti tidak ada kehidupan sama sekali.
"Apa Gege tahu ini hutan apa? aku baru saja melihatnya." tanya Yuan Lin
"Jika tidak salah ini hutan Kematian. aku pernah mendengar cerita ini dari ayah tapi aku belum pernah kesini dan dia juga mengatakan jika letak hutan Kematian ada di dekat desa cahaya walaupun begitu tidak ada yang berani masuk ke dalam sana kecuali orang-orang dengan kekuatan mumpuni. seperti namanya siapa saja yang tidak bisa keluar maka sudah di pastikan jika dia akan tewas di dalam sana." jawab pangeran Han Tian.
"Ini terlihat menarik. ku rasa di dalam tidak ada sesuatu yang berbahaya. ayo masuk aku penasaran ada apa di dalam sana." ujar Yuan Lin kemudian memasuki hutan tersebut.
Suasana di dalam itu nampak sangat sepi dan suram. Yuan Lin memperhatikan sekelilingnya yang nampak masih baik-baik saja kemudian melanjutkan langkahnya untuk masuk ke hutan yang lebih dalam lagi.
"Lin Lin kita kembali saja aku takut di depan sana akan ada bahaya." kata pangeran Han Tian yang sudah mulai merasa tidak nyaman dengan aura yang terpancar di hutan Kematian.
"Tenanglah Gege semua akan baik-baik saja tidak perlu khawatir." ujar Yuan Lin dengan tenangnya. sebenarnya dia juga merasakan hal sana seperti pangeran Han Tian tapi ia hanya mengabaikan saja dan terus berjalan.
Entah di sadari atau tidak kini mereka berdua sudah sampai di tengah-tengah hutan Kematian. pemandangan yang amat membuat kedua kakak adik itu terkejut bukan main. bagaimana tidak , banyak sekali tulang-tulang manusia dan binatang yang berserakan di tanah.
__ADS_1
"Mereka tidak kembali karena mereka di habisi disini. aku merasa ada seseorang yang sengaja melakukannya." ucap Yuan Lin kemudian mengedarkan pandangannya.
Sebuah mata berwarna merah terang dengan gigi taring yang runcing dan sangat tajam tengah memperhatikan Yuan Lin Dan pangeran Han Tian dari balik Semak-semak. ia nampak tidak suka ada kehadiran manusia di hutan ini.
"Tidak ada siapapun disini Lin Lin." kata pangeran Han Tian
"Tidak. aku yakin ada orang lain selain kita. dia sedang mengawasi kita. berhati-hatilah dia sangat berbahaya." ujar Yuan Lin yang meningkatkan kewaspadaannya.
ia terus menilik sekelilingnya sembari mencari sesuatu. tiba-tiba penglihatannya melihat sebuah semak yang bergerak tanpa adanya terpaan angin.
"Benar dugaan ku disini bukan hanya ada kita saja. ada orang lain yang sedang mengawasi kita." kata yuanjn pada pangeran Han Tian.
"Aku tahu kau ada disini. keluarlah jika kau merasa bukan pengecut." kata Yuan Lin dengan mengeraskan suaranya.
"Hati-hati Gege." kata Yuan Lin yang di angguki oleh pangeran Han Tian.
Lagi-lagi bola api melesat dengan cepat menuju ke arah Yuan Lin Dan pangeran Han Tian. Yuan Lin mengeluarkan pedang merahnya dan menepis bola api tersebut sehingga terlemparnya ke sebuah pohon besar dan menimbulkan ledakan. cukup keras.
Pandangan Yuan Lin semakin menajam. ia memperhatikan sekelilingnya dengan seksama. ia di buat bingung dengan serangan ini. jika hanya ada satu orang saja lalu mengapa serangan yang barusan menyerangnya datang dari arah berbeda.
Yuan Lin lantas mengaktifkan mata dewanya untuk mengetahui lebih pasti. ia bisa melihat jelas siapa yang menyerang. dan benar saja hanya ada satu orang yang menyerang tapi kenapa serangannya bisa berbeda arah.
__ADS_1
Yuan Lin memutuskan untuk tetap tenang dan tidak mengambil tindakan apapun. ia akan menunggu sosok itu keluar dan menunjukkan wujudnya sendiri.
"Awas Lin lin." kata pangeran Han Tian dengan mendorong Yuan Lin
Duarrrr....
Pohon yang terkena serangan bola api tersebut meledak yang membuat Yuan Lin terkejut. ia tidak menyadari jika akan di serang Karena dia sedang memperhatikan sekitarnya lebih teliti lagi.
"Apa kau tidak papa?" tanya pangeran Han Tian dengan khawatir.
"Aku baik-baik saja." jawab Yuan Lin.
Karena sudah kesal Yuan Lin pun akhirnya memilih untuk memaksa sosok yang memberikan dia serangan tadi agar keluar. ia juga mengeluarkan sebuah bola api bewarna biru kemudian di arahkan ke semak-semak dimana sosok yang menyerang Yuan Lin bersembunyi.
"Keluar sekarang juga atau aku yang akan memaksamu keluar." teriak Yuan Lin dengan di sertai energi Qi.
Sosok di balik semak-semak itu seketika menutup telinganya kemudian menggertakkan giginya kuat-kuat karena marah. bukannya keluar dari persembunyiannya justru sosok itu malah memberikan serangan kembali pada Yuan Lin. kali ini serangan yang di berikan ya berupa ribuan belati yang melesat ke arah Yuan Lin Dan pangeran Han Tian.
Dengan sigap mereka berdua menerima serangan itu dan terus menepisnya. tak sampai di situ serangan pun terus berlanjut. semua tulang-tulang yang tadinya berserakan di tanah kini melayang ke udara semua.
"Berhati-hatilah Gege." kata Yuan Lin yang di angguki oleh pangeran Han Tian
__ADS_1
Semua tulang-tulang itu pun langsung terbang ke arah mereka berdua. mereka pun menepis semua tulang itu. Yuan Lin di buat geram dengan sosok itu sehingga dia membalikkan seranganya. seketika semua tulang-tulang itupun berbalik menyerang sosok yang sedang bersembunyi.