
Setelah mendengar cerita dari Liao Shan, Yuan Lin pun berfikir untuk membentuk pasukan khusus yang akan berguna untuk membantunya dalam masalah apapun. ia pun bertanya pada Liao Shan Dimana tempat penjualan budak dalam jumlah yang banyak.
Tentu saja pertanyaan itu membuat Liao Shan bingung karena ia tidak tahu apa yang sedang di rencanakan oleh Yuan Lin.
"Tempat penjualan budak?? kalau tidak salah pusatnya ada di kekaisaran Liu. memangnya kenapa apakah kau ingin menjual seseorang kesana?" tanya Liao Shan dengan serius.
"Ya kau yang akan ku jual." jawab Yuan Lin yang membuat liao Shan terkejut.
"Hah memangnya apa kesalahan ku sehingga kau ingin menjualku hah? aku tidak akan diam saja." kata Liao Shan kemudian langsung melesat pergi.
"Memangnya ada yang mau membelinya begitu cih percaya diri sekali dia. baiklah lebih baik sekarang aku mencari tempat untuk tidur badanku semuanya terasa sangat pegal." ucap Yuan Lin.
Disisi lain, naga Yang, Mix dan Xin kini mereka sudah sampai di depan kerajaan vampir. kerajaan yang begitu megah dan memiliki aura yang tak biasa. mereka mengedarkan pandangannya dan menatap para prajurit yang berjaga di sana. penjagaan di istana itu sangatlah ketat bahkan kemungkinan besar penyusup saja tidak bisa masuk kedalam jika tidak mempunyai otak yang sangat cerdas.
"Bagaimana kita bisa masuk sedangkan mereka sangat banyak." ucap Mix .
"Ingat jangan gegabah dan jangan membuat keributan atau rencana kita akan gagal." ujar naga Yang dengan mengingatkan kedua rekannya.
Mereka masih tetap mengedarkan pandangannya dan terus mencari keberadaan Chen Zu namun sampai sekarang tidak seorangpun melihat keberadaan laki-laki itu sehingga mereka pun membuat rencana kembali.
Baru saja ingin melangkahkan kakinya masuk kedalam istana, tiba-tiba saja naga yang menghentikan langkahnya begitupun kedua temannya ketika mendengar pembicaraan kedua pelayan yang berada tak jauh dari mereka.
"Aku berharap pangeran Chen bisa mengalahkan pasukan yang di bawa oleh Pangeran Mingzi. aku sangat percaya padanya." ucap salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Ya kau benar. aku sangat sedih karena di saat seperti ini tidak bisa berbuat apapun untuk menyelamatkan raja dan ratu sedangkan mereka sudah sangat baik padaku." timpal pelayan yang satunya lagi.
Saat mendengar itupun naga Yang kembali menatap mereka berdua dan seketika ide pun terlintas di pikirannya.
"Aku mempunyai rencana. lebih baik kalian berdua susul Tua Bangka itu karena dari yang ku dengar tadi saat ini dia sedang melawan pasukan yang di bawa oleh pangeran Mingzi. sedangkan aku disini akan berusaha membebaskan raja dan ratu karena aku yakin mereka hanya menjadikan raja dan ratu sandera saja. setelah aku berhasil menyelamatkan mereka aku akan menyusul kalian." kata naga Yang di angguki oleh kedua temannya kemudian keduanya pun melesat pergi mencari tempat dimana Chen Zu melakukan pertarungan.
Saat mereka berdua sampai di tempat yang di gunakan Chen Zu untuk melawan semua musuhnya betapa terkejutnya mereka ketika melihat lawan yang di hadapi. bagaimana tidak pasukan yang berada di pihak lawan berkali-kali lipat lebih banyak dari pasukan berada di pihak Chen Zu.
Melihat kedatangan Mix tentu membuat Chen Zu terkejut.
"Mix bagaimana kau bisa ada disini?" tanya Chen Zu di sela pertarungannya.
"Nona yang menyuruhku. sudahlah jangan banyak bertanya aku dan dia akan membantumu." ujar Mix.
Saat ini naga Yang sudah berhasil masuk kedalam istana dan menghampiri kedua pelayan tadi sehingga membuat keduanya gemetaran ketakutan karena mereka mengira naga Yang adalah anggota dari pangeran Mingzi.
"Siapa kau? untuk apa kau menanyakan hal itu?" tanya pelayan itu.
"Aku adalah teman pangeran Chen Zu. jadi cepat katakan dimana mereka menahan raja dan ratu sebelum mereka semua kembali." kata naga Yang.
"Ada di penjara bawah tanah." jawab pelayan itu dengan begitu antusiasnya.
Brugghh....
__ADS_1
kedua pelayan itu di kejutkan dengan hilangnya naga yang tiba-tiba namun ketika mendengar sebuah suara mereka pun langsung menoleh dan melihat jika naga Yang tengah memegangi seorang pria yang sudah pingsan.
"Pelan kan suara kalian dan tetap berhati-hati karena disini tembok saja bisa mendengar." kata naga Yang mengingatkan mereka.
Kedua pelayan itupun hanya mengangguk saja kemudian menyuruh naga Yang untuk mengikutinya dari belakang.
"Tunggu sebentar, jika kita seperti ini pasti akan membuat yang lainnya curiga. lebih baik kalian ke dapur mengambil makanan sedangkan aku akan meminjam baju salah satu prajurit yang berjaga dan setelah itu kita akan memulai rencana." kata naga Yang.
"Baiklah."
Naga Yang langsung mencari prajurit yang sedang bertugas kemudian langsung menotoknya sehingga membuat prajurit itu langsung pingsan dan ia pun segera mengambil pakaian miliknya dan menyembunyikannya. setelah itu ia pun pergi untuk menemui kedua pelayan tadi yang juga sudah menunggunya.
"Aku akan berpura-pura menjadi seorang prajurit sedangkan kalian adalah pelayan istana yang di tugaskan untuk memberikan makanan pada raja dan ratu. aku seolah sedang memastikan jika kalian tidak akan berbuat macam. apa kalian mengerti?" tanya naga Yang.
Mereka pun segera pergi menuju ke penjara bawah tanah. saat sampai di depan tempat tersebut penjaga pintu pun langsung menghentikan mereka dengan menatap mereka dengan tajamnya.
"Ada apa?" tanya penjaga pintu Dengan suara dinginnya.
"Saya ingin mengantarkan makanan untuk raja dan ratu." jawab salah satu pelayan.
"Lalu kau?" tanyanya lagi pada naga Yang.
"Aku? hahaha apakah kau lupa jika tugasku adalah memastikan semua pelayan yang mengantarkan makanan pada raja dan ratu agar tidak berbuat sesuatu yang membuat pangeran marah." jawab naga Yang yang membuat penjaga pintu itu menatapnya kemudian mengangguk membenarkan ucapannya.
__ADS_1
Dengan segera penjaga pintu pun langsung membukakan pintu untuk naga Yang dan kedua pelayan tadi.
Saat sampai di dalam bau amis mulai memenuhi rongga hidung mereka karena penjara bawah tanah sering sekali di gunakan untuk menyiksa orang yang melakukan kesalahan. di tambah pencahayaan yang kurang dan udara yang masuk pun sangatlah sedikit sehingga siapa saja yang masuk akan langsung merasa sesak dan pengap.