
Sebuah suara pertarungan menghentikan Yuan Lin. ia mencari sumber suara dan menemukan seorang Kakek tua yang tengah bertarung dengan 15 orang berpakaian hitam. tanpa ragu lagi Yuan Lin langsung membantu kakek tua tersebut.
Ia melayangkan serangannya hingga membuat 15 orang itu terpental mundur kemudian dia membantu kakek tersebut berdiri dan memapahnya untuk duduk dan bersandar di pohon.
"Kakek tenang saja aku akan mengatasinya. sekarang kakek istirahat dulu." kata Yuan Lin yang membuat pria tua itu menatapnya dengan tatapan sulit di artikan.
"Hei kau!!! kenapa kau ikut campur masalah kami hah. apakah kau tidak tahu siapa kami hah. kau mau cari mati." teriak salah satu dari mereka.
"Apakah kalian tidak malu menyerang seorang kakek tua seperti itu apalagi jumlah kalian 1,2,3,15 orang." kata Yuan Lin dengan dinginnya.
"Cih banyak bicara. serang dia." serunya kemudian mereka menyerang Yuan Lin satu persatu.
Kakek tua yang melihat hal itu pun terlihat terkejut karena memang sudah beberapa hari ini dia selalu di kejar oleh anggota sekte tengkorak iblis dan tidak ada seorang pun yang menolongnya karena memang dia tidak pernah bertemu orang di dalam hutan.
Dan ini tentu membuat kakek itu bingung dengan datangnya tiba-tiba seorang gadis dan langsung menolongnya.
"Siapa gadis itu? tapi aku bersyukur karena dia menolong dan senjata ini masih aman berada di tanganku. semakin hari aku semakin melemah saja." ucap kakek tua itu dengan memegang dadanya.
Duarrrr
ledakan terjadi yang mengenai sebuah pohon hingga membuat pohon itu tumbang. 1 lawan 15 orang, tentu tidak mudah bukan menghadapi lawan begitu banyak hanya sendiri saja. namun itu tidak berlaku untuk Yuan Lin. gadis itu dengan santainya menghindari dan terus memberikan serangan yang sangat mematikan.
Beberapa orang dari anggota sekte tengkorak iblis sudah kalah dan mati di sana. kini hanya tersisa 5 orang saja yang cukup kuat di bandingkan lawan yang sudah dia kalahkan tadi.
__ADS_1
"Kita habisi saja dia." teriakkan pria itu yang terus menyerang Yuan Lin.
Yuan Lin mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat dan tidak butuh waktu lama kelima orang itu sudah penuh dengan luka dan darah di tubuhnya.
"Apakah kalian merasa sangat senang sekarang?" tanya Yuan Lin.
"Bed*bahhh kau dasar gadis tidak berguna. akhhhh..." teriak salah satunya dengan meringis kesakitan.
"Aku sangat tidak menyukai dengan apa yang kalian lakukan untuk itu aku akan menghabisi kalian saat ini sebelum kalian semua membuat masalah lagi dengan orang lain." kata Yuan Lin yang langsung mengarahkan pedangnya dan tepat menusuk di jantung pria tersebut.
Setelah semua orang sudah tewas Yuan Lin pun menghampiri kakek tua tadi yang tatapannya tidak pernah lepas dari Yuan Lin.
"Apakah kakek baik-baik saja?" tanya Yuan Lin pada kakek tua itu.
"Baiklah kakek harus selalu berhati-hati karena di hutan seperti ini sangat berbahaya. aku akan pergi karena masih banyak urusan." ujar Yuan Lin dengan pergi namun seketika di hentikan oleh kakek tua tadi sehingga membuat Yuan Lin berhenti.
"Tunggu sebentar aku belum tahu namamu siapa? dan kenapa kau menolongku?" tanya kakek itu.
"Panggil saja Lin Lin. karena kakek sedang membutuhkan bantuan jadi aku menolong kakek." jawab Yuan Lin yang terlihat heran dengan pertanyaan yang di lontarkan kakek itu.
"Memangnya kau mau kemana? oh iya panggil saja aku kakek Lim." kata kakek tua tersebut yang bernama kakek Lim.
Entah mengapa bertemu dengan Yuan Lin membuatnya menjadi tertarik untuk lebih mengenal Yuan Lin Dan tahu tentang gadis itu. ia bisa merasakan ada sesuatu di dalam diri Yuan Lin Dan ada aura yang sangat tidak asing yang sangat ia kenali.
__ADS_1
"Aku ingin mengurus sesuatu. lalu kakek sendiri mengapa di serang banyak orang seperti itu?" tanya Yuan Lin.
"Itu karena aku membawa sesuatu yang sangat berharga dan tidak sembarangan orang yang memiliki." jawab kakek Lim yang membuat Yuan Lin bingung.
"Sesuatu yang sangat berharga? apakah aku boleh tahu karena tidak mungkin semua orang-orang itu menyerang kakek dan ingin mengambil senjata biasa saja. dan aku lihat kakek juga merupakan sosok kuat pada masanya." kata Yuan lin.
"Ya seperti itulah." jawab kakek Lim kemudian mengeluarkan sesuatu yaitu sebuah cermin bewarna putih dengan corak naga di pinggirnya.
"Cermin..." ucap Yuan Lin yang tidak paham kenapa tiba-tiba saja kakek Lim mengeluarkan sebuah cermin apakah dia akan berkaca di hutan yang gelap seperti ini.
"Karena inilah mereka mencoba membunuhku." perkataan kakek Lim sontak membuat Yuan Lin heran sekaligus bingung.
"Cermin? mereka menyerang kakek hanya karena sebuah cermin? hahaha jangan bercanda kakek untuk apa mereka ingin merebut cerminmu bahkan aku sendiri mempunyai banyak sekali cermin dan tentunya jauh lebih bagus dari pada ini." kata Yuan Lin yang terkesan sangat meremehkan cermin tersebut.
Kakek Lim yang mendengar ucapan Yuan Lin pun seketika menjadi berubah ekspresi. ia sangat tidak suka jika ada seseorang yang meremehkan apa yang dia miliki. ia pun mengarahkan cermin itu pada Yuan Lin dan muncullah sebuah cahaya terang yang mendorong Yuan Lin hingga menabrak pohon.
"Uhukk uhukk... berhenti a apa yang kakek lakukan hah." kata Yuan Lin yang mencoba lepas dari jeratan cahaya tersebut namun sayangnya ikatan dan tekanan yang di ciptakan cermin itu sangat kuat hingga membuat Yuan Lin hampir kehabisan tenaga dalamnya.
Dengan segera kakek Lim menarik kembali yang membuat Yuan Lin langsung terduduk lemas. ia tidak menyangka jika cermin tersebut sangatlah kuat. ia merutuki dirinya sendiri karena tidak bisa melihat seberapa kuat cermin tersebut dan malah dengan santainya meremehkannya.
"Jangan menilai sesuatu hanya karena kau melihat apa yang kau lihat terlihat sangat sederhana dan tidak mempunyai kemampuan apapun. sekarang kau dapat melihat apa yang bisa di lakukan cermin usang ini padamu kan." kata kakek Lim dengan dinginnya.
"Aku minta maaf karena telah membuat kesalahan." ucap Yuan Lin yang menyadari kesalahannya.
__ADS_1
Kakek Lim pun hanya menghela nafasnya saja kemudian mendekati Yuan Lin dan menyalurkan tenaga dalam padanya sehingga perlahan lahan Yuan Lin merasa jauh lebih baik.