Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Wu Jian


__ADS_3

Yuan Lin berjalan dengan pelannya sambil melihat orang-orang yang sedang berlalu lalang hingga tak terasa kini dia sudah sampai di pasar. ia memperhatikan satu persatu toko dan kedai yang mulai di buka serta para pembeli yang mulai berdatangan.


Ia pun masuk kedalam salah satu kedai makan yang terkenal dengan kelezatan makanannya. saat sampai di dalam suasananya sudah sangat ramai. ia memilih di lantai atas agar suasananya nyaman karena di lantai atas hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang berada.


Ia memesan satu porsi mie ayam dan pangsit sebagai menu sarapannya. tak perlu waktu lama kini gadis itu sudah mulai menyantap makanannya dengan begitu lahapnya. Selesai dengan sarapannya gadis itupun beranjak dari tempat itu.


Saat sampai di luar matanya menangkap bayangan seseorang yang tidak asing baginya. ia pun mengikutinya dari belakang hingga tiba tiba saja dia berhenti di depan orang tersebut yang membuatnya terlonjak kaget.


"Putri!! anda disini." seru seorang pria dengan terkejut.


"Benar sekali. oh ya anda ingin pergi kemana pagi-pagi seperti ini?" tanya yuan Lin pada pria tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Wu Zhong


"Ah saya ada urusan sebentar putri. apa yang sedang putri lakukan disini?" tanya Wu Zhong balik.


Yuan Lin pun hanya tersenyum kecil saja kemudian menjentikkan jarinya dan tiba-tiba saja raut wajah Wu Zhong berubah menjadi datar dan tanpa ekspresi.


"Apakah kau ingin ke Aliansi Wungzo untuk melaporkan apa yang sudah kau ketahui?" tanya Yuan Lin


"Benar." jawab Wu Zhong


"Aku ingin mendengarnya apa saja yang sudah kau ketahui." kata Yuan Lin yang membuat Wu Zhong mengangguk.


"Aku mengetahui semua rencana yang sudah di susun saat pertemuan semua kaisar kemarin. mereka membuat rencana agar bisa mengalahkan raja iblis. mereka ingin membuat sebuah pelindung di perbatasan dan seluruh wilayah kekaisaran serta mereka memerintahkan masing-masing sekte untuk mengirimkan murid murid terhebatnya untuk berjaga di perbatasan." kata Wu Zhong

__ADS_1


"Rencananya terdengar agak...ah sudahlah itu juga jauh lebih baik daripada mereka hanya diam saja. aku juga akan membantu mereka. Hei kau!! aku minta kau mengatakan hal ini pada pemimpinmu, akan ada pertandingan antar murid dari semua sekte yang ada di kekaisaran Wei tepatnya lima hari dari sekarang. lakukan tugasku." titah Yuan Lin yang hanya di angguki oleh Wu Zhong setelah itu pria itu pergi.


"Baiklah sepertinya aku harus menemui satu persatu ketua." ucap Yuan Lin kemudian melesat pergi.


Dia pergi menuju ke sekte Halilintar terlebih dahulu karena jaraknya yang sudah dekat. sesampainya di sana ia melihat sebuah bangunan yang cukup besar dan juga megah. saat akan masuk ia di hentikan oleh dua murid yang berjaga di pintu itu.


"Siapa kau?" tanya seorang pemuda pada Yuan Lin


"Aku ingin bertemu dengan ketua Du Cheng Yu." jawab Yuan Lin.


"Memangnya siapa kau ada urusan apa sehingga ingin menemui ketua kami?" tanya yang satunya lagi dengan nada tidak sukanya.


"Ada yang harus aku bicarakan dengannya jadi bolehkah aku masuk sekarang." kata Yuan Lin


"Katakan saja kalau Yuan Lin ingin bertemu dengannya." kata Yuan Lin dengan dinginnya.


"Lebih baik kau pergi saja karena ketua sedang tidak ada disini." usir pemuda yang bernama Wu Jian dengan tidak sukanya.


"Aku tidak berbohong aku ada urusan yang harus aku bicarakan dengannya." kata Yuan Lin lagi.


"Pergilah selagi aku masih berbicara baik-baik padamu. memangnya siapa kau bisa keluar masuk kesini sesuka mu. sana pergi." kata Wu Jian dengan mendorong kasar Yuan Lin.


Yuan Lin yang sudah bersabar pun kini tidak bisa menahannya lagi. gadis itu menatap Wu Jian dengan tajamnya. tatapan dinginnya mampu membuat siapapun yang melihatnya akan di buat bergidik. ia menghampiri Wu Jian kemudian mencengkeram dagunya dengan sangat kuat.

__ADS_1


"Aku sudah berbicara baik-baik layaknya seorang tamu tapi kau sungguh tidak bisa di ajak bicara baik-baik. sampah tidak berguna seperti mu tidak pantas berada disini. Cihh." kata Yuan Lin dengan mendorong kasar Wu Jian sehingga pemuda itu jatuh tersungkur dan meludah tepat di depannya.


Xiao Peng yang merupakan rekan dari Wu Jian pun segera membantunya berdiri kemudian membungkuk meminta maaf pada Yuan Lin karena sudah tidak sopan. namun berbeda dengan Wu Jian, laki-laki satu itu sangat marah dengan tindakan Yuan Lin yang seakan-akan sudah merendahkan dirinya.


"Hanya seorang gadis biasa saja kau berani berbuat seperti itu padaku hah. akan ku beri pelajaran kau." kata Wu Jian dengan marahnya.


"Wu Jian sudahlah tidak perlu di perpanjang. apa yang di katakan nona itu benar. seharusnya kau yang meminta maaf karena kau sudah memperlakukan seorang tamu seperti itu." ucap Xiao Penh mencoba melerai keduanya.


"Ada apa ini?" tanya seorang wanita cantik yang menghampiri mereka bertiga.


"Dia sudah menyerang saya ketua karena saya tidak memperbolehkan dia masuk dia juga sudah merendahkan diriku disini." kata Wu Jian pada wanita itu.


"Emm sebelumnya siapa anda nona kenapa anda menyerang murid saya?" tanya wanita itu yang ternyata bernama Fai Ren.


"Ohhh jadi dia adalah murid anda. tolong ajarkan sopan santun pada murid anda karena dia sudah berbuat tidak sopan pada seorang tamu dengan mengusir saya padahal saya sudah berbicara baik-baik padanya." kata Yuan Lin dengan dinginnya.


"Apa maksudmu? apakah kau mengataiku jika aku tidak pernah mengajarkan sopan santun pada murid-murid ku begitu?" seru Fai Ren dengan marahnya.


"Mungkin saja seperti itu." jawab Yuan Lin dengan santainya.


"Hei kau jangan berbicara sembarang apakah kau tau sekarang kau ada dimana. apa yang di lakukan muridku tidak sepenuhnya salah bisa saja kau yang duluan menyerangnya karena dia tidak membiarkan mu masuk. lebih baik kau pergi saja dari sini dari pada hanya membuat kekacauan saja." kata Fai Ren dengan tidak sukanya.


Yuan Lin hanya menatap datar pada kedua murid dan guru itu. karena malas meladeni mereka akhirnya ia pun menerobos masuk namun seketika di tahan oleh Fai Ren.

__ADS_1


__ADS_2