
Selir Xu Qin terus berteriak kesakitan. suaranya yang terdengar begitu memilukan bagi siapa saja yang mendengar. tak ada seorang pun yang berani menolongnya bahkan mendekati saja mereka enggan karena takut akan tertular.
Yuan Lin masih tetap memperhatikan wanita itu dengan wajah tanpa dosanya. ia begitu menikmati siksaan demi siksaan yang di lakukan pada selir Xu Qin.
"Tolong aku ku mohon. bunuh saja aku." ucap selir Xu Qin dengan suara pelan dan terdengar begitu menyakitkan.
"Apa yang kau katakan ibunda selir itu terlalu mudah untukmu. kau harus merasakan dulu apa yang sudah kau perbuat padaku dan pada ibuku." ujar Yuan Lin dengan santainya.
"Aku sudah merasakannya. aku begitu menyesal telah melakukan itu. ko muhon lepaskan aku. lebih baik kau bunuh saja aku dari pada kau menyiksaku seperti ini." kata selir Xu Qin yang nampak sudah tidak berdaya.
Yuan Lin masih tetap diam tanpa bertindak apapun. dia melihat jika apa yang di katakan wanita itu benar-benar tulus. dan ini adalah pertama kalinya wanita itu berkata tulus dari hatinya.
"Baiklah jika itu maumu. sebenarnya aku belum merasa puas karena hukuman seperti ini untukmu sangatlah ringan dan semua orang juga bisa menahannya." ucapan Yuan Lin tentu saja membuat semua orang tersedak ludahnya. bagaimana bisa hukuman seperti itu yang begitu kejam dan tanpa belas kasihan masih dia sebut sebagai hukuman yang sangat ringan. mungkin semua orang sedang berfikir jika Yuan Lin saat ini sudah benar-benar kehilangan akal sehatnya.
"Apa yang kau minta untuk terakhir kalinya sebelum kau menyusul pria tua itu?" tanya Yuan Lin
"Aku hanya ingin permintaan ku ini kau turuti, tidak banyak hanya satu permintaan saja." jawab selir Xu Qin.
"Katakan saja apa." kata Yuan Lin dengan dinginnya.
"Di sebuah tanah yang sangat tandus aku menyimpan sesuatu yang sangat berharga. aku menyerahkannya padamu karena itu mungkin akan berguna untukmu dimasa depan." kata selir Xu Qin dengan pelannya. walaupun di masalalu dia telah banyak melakukan kejahatan, tapi ia masih mempunyai sisi baik dan bisa membedakan mana yang pantas dan yang tidak. sebenarnya dia adalah wanita baik tapi entah alasan apa sehingga dia bisa menjadi seperti ini.
__ADS_1
"Hanya itu saja?" tanya Yuan Lin dengan herannya karena ia berfikir wanita itu akan meminta sesuatu yang aneh.
"Iya hanya itu. kaisar Wei, pangeran mahkota, pangeran Huang Hun, aku minta maaf atas semua dosa yang sudah ku lakukan pada kalian. aku mengaku jika semua ini memang salahku tapi percayalah aku melakukan itu karena terpaksa. jika saja aku bisa memilih aku akan memilih tidak di Lahirkan di dunia ini dari pada harus mengalami takdir Seperti ini. ku mohon maafkan aku. Jika mungkin di kehidupan selanjutnya aku ingin berkumpul bersama kalian lagi dan menjadi sosok ibu yang baik bagi keluarga dan anak-anaknya." ucap selir Xu Qin dengan menangis.
Yuan Lin tahu wanita itu sedang mengatakan semua isi hatinya yang selama ini dia pendam sendiri tapi ia juga tidak tahu apa yang sudah terjadi sehingga wanita itu melakukan hal seperti ini.
"Aku sudah memaafkan mu Qin er. aku tau kau melakukan hal itu karena sebuah alasan yang tidak ingin kau beritahukan." ujar kaisar Wei
Selir Xu Qin tersenyum dan berbalik menatap dua pangeran yang masih saja dia. ia tentu tahu mereka berdua sangat kecewa padanya karena itu dia tidak akan mengatakan apapun lagi untuk ini.
"Sekarang bunuh aku putri aku sudah siap." kata selir Xu Qin dengan pasrahnya.
"Baiklah jika itu maumu." ujar Yuan Lin kemudian keluarlah api dari tangannya dan langsung membakar habis tubuh selir Xu Qin.
"Tugasku disini sudah selesai. setelah ini aku akan pergi dan jangan mencariku." kata Yuan Lin kemudian pergi.
"Lin Lin..." teriak pangeran Han Tian yang membuat Yuan Lin berhenti.
"Ada apa?" tanya Yuan Lin.
"Kau mau pergi kemana?" tanya pangeran Han Tian
__ADS_1
"Kemana saja. aku ingin mengetahui lebih pasti isi dunia ini. aku ingin berkelana dan menjadi kuat." jawab Yuan Lin.
"Aku akan ikut bersamamu." seru pangeran Han Tian yang membuat Yuan Lin menoleh dengan herannya.
"Apa yang kau katakan Pangeran. bagaimanapun kau adalah pangeran mahkota di kekaisaran ini, kau harus tetap disini." timpal kaisar Wei.
"Dari dulu aku tidak menginginkan posisi ini. dan mulai sekarang aku melepaskan gelar pangeran mahkota dan akan ku serahkan pada adikku pangeran Huang hun." ujar pangeran Han Tian yang membuat pangeran Huang Hun terkejut.
"Apa-apaan kau ini pangeran. aku tidak mau. aku lebih suka menjadi seperti ini." seru pangeran Han Tian.
"Kau yang lebih pantas jadi sekarang kau adalah pangeran di kekaisaran ini. para rakyat kekaisaran Wei dengan ini aku mengumumkan jika aku pangeran Wei Han Tian mengundurkan diri sebagai pangeran mahkota dan posisi ini akan di ambil alih oleh adikku pangeran Wei Huang Hun." teriak pangeran Han Tian yang membuat semua orang terdiam. entah mereka bingung atau apa.
"Selesai kan, sekarang aku bukan lagi seorang pangeran mahkota. aku adalah kakakmu jadi kemanapun kau pergi tugasku adalah melindungimu." kata pangeran Han Tian dengan tersenyum.
Jika di mata semua orang senyuman itu begitu manis tapi di mata Yuan Lin justru senyuman itu sangatlah menyebalkan. dia bermaksud untuk pergi sendiri karena jika ada orang lain yang ikut tentu akan sangat merepotkan.
"Aku berjanji tidak akan merepotkan mu." kata pangeran Han Tian seakan mengerti pikiran gadis itu.
"Hah terserah kau saja lah. aku akan segera pergi jika Gege ingin ikut bersiaplah sekarang. jika kau terlambat aku akan meninggalkan mu." ujar Yuan Lin dengan melesat pergi.
Pangeran Huang Hun hanya menatap datar ke arah pangeran Han Tian sedangkan pemuda itu tersenyum mengejek kemudian ikut pergi.
__ADS_1
**Morning guys. bagaimana kabar kalian? hah jika kalian bertanya kabar author gimana jawabannya tidak baik-baik saja hehehe author sedikit sakit nih🤪 ini maksain buat nulis. maaf ya kalau banyak typo hehehe.
Oh iya guys author mau nanya nih apakah roti lebaran kalian masih banyak?🤭🤭🤭**