Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Pelajaran Untuk Ana Ling (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam" )


__ADS_3

Malam harinya saat Yuan Lin baru saja ingin memejamkan matanya, ia merasa ada sesuatu yang sedari tengah mengintainya tapi ia tidak melakukan apapun kecuali memejamkan matanya untuk mengistirahatkan tubuhnya.


Disisi lain seorang pria dengan pakaian hitam dan penutup wajah melompat dari sebuah pohon dan berjalan dengan langkah pelannya sambil memantau keadaan sekitarnya. ia berhenti di samping jendela kamar Yuan Lin dan berusaha untuk membukanya tapi tidak bisa.


Karena sudah menduga hal seperti itu akan terjadi pria itupun mengeluarkan beberapa alat yang akan dia gunakan untuk membuka paksa jendela kamar Yuan Lin. sesaat kemudian jendela itupun terbuka. ia memastikan kondisi sekitarnya sebelum akhirnya dia masuk ke dalam kamar Yuan Lin.


"Baguslah gadis itu sedang tertidur jadi aku bisa menjalankan tugasku dengan baik." ucap pria itu dengan tersenyum lega.


Ia mendekati Yuan Lin secara diam-diam dan penuh hati-hati kemudian memastikan jika Yuan Lin sudah benar-benar terlelap. setelah itu dia mengeluarkan sebuah belati kecil yang tajam dan sudah dilumuri oleh racun.


Tak mau membuang-buang waktunya lagi pria itu pun langsung menyerang Yuan Lin menggunakan belati tersebut. tapi belum sempat ia melepaskan belati dari jantung Yuan Lin gadis itu sudah membuka matanya terlebih dahulu dan menatap pria itu dengan tatapan tajam dan mematikan.


"Ba bagaimana bisa ka kau masih hi hidup." ucap pria itu dengan terkejut sekaligus ketakutan ketika Yuan Lin tiba-tiba saja melepaskan selimut dan berdiri.


Bukannya jantungnya yang terluka tapi telapak tangannya yang terluka. ya gadis itu sudah tau jika akan ada tikus kecil yang menggangu tidurnya malam ini.


Pria itu menatap Yuan Lin dengan gemetaran apalagi ketika melihat luka yang ada di tangan Yuan Lin perlahan-lahan menutup dengan sendirinya.


"Ti tidak mungkin." ucap pria itu dengan berkeringat dingin.


"Aku sudah menunggu mu." kata Yuan Lin dengan suara dinginnya.


"Ck belati murahan ini ingin melukaiku apakah kau sudah kehilangan akalmu. kau lihat sendiri bukan." kata Yuan Lian kemudian melemparkan belati itu dari tangannya dan mengenai pergelangan tangan pria itu.


"Apa yang kau lakukan hah." seru pria itu dengan marahnya.

__ADS_1


"Seharusnya aku yang bertanya padamu apa yang sedang kau lakukan di kamarku malam ini. apa kau sudah bosan hidup karena itu kau kemari." kata Yuan Lin dengan menekankan kata-katanya.


Ia menggunakan kekuatannya dan mengangkat tubuh pria itu tinggi-tingginya. pria itu bergerak meronta-ronta dan ingin berteriak meminta tolong tapi ia merasa seperti sedang di cekik dan tidak bisa berbicara sedikitpun.


Brakkkkkkk....


Yuan Lin melemparkan pria tadi ke dinding dengan kerasnya sehingga membuat pria itu meringis kesakitan dan memegangi lehernya karena rasa salit yang sedang di rasakan ya.


"Jika tau kau sekuat aku tidak mau berurusan denganmu. aku minta maaf ijinkan aku untuk pergi. aku tidak mau berurusan dengan mu." kata pria itu dengan berdiri.


"Hanya singa bodoh yang melepaskan mangsanya saat sudah benar-benar di depan matanya." kata Yuan Lin dengan tersenyum menyeringai.


"Aku mohon. istri dan anakku sedang menungguku di rumah." kata pria itu dengan ketakutan.


"Aku menyesal aku minta maaf." ucap pria itu.


"Katakan padaku siapa yang sudah menyuruhmu untuk membunuhku." kata Yuan Lin.


"Putri Ana Ling di dia yang sudah menyuruhku untuk menghabisimu. aku sudah mengatakannya jadi biarkan aku pergi." jawab pria itu yang sudah berkeringat dingin ketakutan.


Yuan Lin tidak berkata apapun pada pria itu sehingga membuat pria itu langsung berdiri dan berjalan dengan langkah lunglainya. tapi belum sampai di depan pintu sebuah belati sudah menusuk tepat di jantungnya sehingga pria itu langsung ambruk dan mati di tempat.


"Kau pikir aku akan melepaskan mu begitu mudah. Gadis itu sudah memulainya denganku. baiklah aku juga akan sedikit bermain-main dengannya." gumam Yuan Lin dengan tersenyum smrik.


Tak terasa hari pun sudah pagi. di kamar Ana Ling, gadis itu masih setia memejamkan matanya mengarungi mimpinya. hingga beberapa saat kemudian gadis itu merasa ada sesak nafas seperti ada yang menindihnya. tubuhnya terasa sangat berat.

__ADS_1


Ia mencoba menyingkirkan apa yang tengah menindihnya. ia meraba-raba dan tiba-tiba langsung membuka matanya dengan sempurna. seorang pria tengah berada di atas tubuhnya.


"Bau apa ini? ahhh siapa pria ini kenapa tiba-tiba sudah berada di atasku. apakah tadi malam aku bermain? tapi seingat ku tidak." ucap Ana Ling dengan berusaha untuk menyingkirkan tubuh pria itu.


Ketika berhasil menyingkirkan dari atas tubuhnya, ia di buat terkejut ketika melihat banyaknya darah yang sudah menempel di bajunya. seketika pikirannya pun langsung terlintas pada kematian seseorang


Dengan ragunya, ia pun mencoba membalikan tubuh pria tadi dan betapa terkejutnya ketika melihat siapa pria itu dan bagaimana kondisinya.


"Aaaaaaarrghhhhhh......" teriak Ana Ling dengan suara kencangnya dan langsung melompat dari atas tempat tidur.


"Tidak mungkin." kata Ana Ling dengan syoknya.


"Ada apa? kenapa kau berteriak seperti itu?" tanya raja Xi Shen yang tak sengaja berada tak jauh dari kamar Ana Ling dan langsung berlari menghampirinya ketika mendengar suara teriakan yang begitu keras begitupun juga dengan beberapa prajurit yang sedang berjaga.


"A ada ma mayat disini." ucap Ana Ling dengan tubuh gemetaran.


"Apakah kau tadi sedang bermimpi?" tanya raja Xi Shen dengan bingungnya.


"Ti tidak." ucap Ana Ling dengan menunjuk ke atas tempat tidurnya yang di sana sudah tergeletak mayat seorang pria dengan luka tusuk di bagian jantungnya.


raja Xi Shen yang terkejut pun langsung menghampiri mayat itu dan melihat siapa pria itu. ia tidak terlalu mengenalnya sehingga bertanya pada Ana Ling.


"Siapa dia? kenapa dia bisa sampai di kamarmu? ataukah kau yang sudah menghabisinya?' tanya raja Xi Shen.


"Tidak sungguh bukan aku. dia adalah orang yang kusu....aku tidak tahu tiba-tiba aku bangun pria itu sudah berada di sampingku." kata Ana Ling dengan gugupnya karena hampir saja ia membongkar rahasianya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2