Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Tingkah Yuan Lin (LPT "SANG PENGUASA Perdamaian Dua Alam" )


__ADS_3

Mendengar kabar jika Yuan Lin sudah sadar pun membuat kaisar Wei sangat gembira. ia sedang berada di ruang rapat dan meninggalkan rapat begitu saja setelah putri Jiang He memberitahunya.


Pangeran Han Tian dan Huang juga terkejut sekaligus gembira mendengar kabar yang prajurit bawakan untuknya. saat ini mereka sedang ada di perbatasan dan langsung memutuskan untuk kembali ke istana ketika mendengar jika Yuan Lin sudah sadar.


"Oh iya dimana teman-teman ku? kenapa mereka tidak menemuiku." ucap Yuan Lin dengan bertanya-tanya kemudian ia melihat ke arah jarinya yang masih menempel cincin disana.


Ia pun segera memejamkan matanya dan memfokuskan pikirannya. setelah ia membuka matanya ia berada di sebuah paviliun mewah miliknya kemudian ia mulai mencari keberadaan teman-temannya.


"Kenapa disini sangat sepi. kemana mereka semua. apakah mereka pergi meninggalkan ku?" gumamnya dengan bertanya-tanya.


"Yang." teriak Yuan Lin dengan terus mencari keberadaan teman-temannya.


"Xiao, Mix. dimana kalian semua." teriaknya lagi


Srekkkk sreekkk


Tatapan Yuan Lin beralih ke arah dedaunan yang nampak bergoyang. ia menilik dengan sempurna apa yang ada di baliknya itu. dan tiba-tiba saja muncullah sosok serigala dengan ekor sembilan yang berjalan mundur. ya dia adalah Mix.


"Mix kau disini hah kenapa kau tidak menjawab ku jika kau a...." ucapan Yuan Lin langsung saja di sela oleh mix.


"Sssttt nona pelankan suara nona jika tidak aku akan ketahuan oleh naga jelek itu." ucap Mix dengan suara berbisik pada Yuan Lin.


"Memangnya kenapa apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Yuan Lin dengan penasarannya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja terdengar teriakan keras yang memanggil nama Mix yang keluar dari semak-semak dengan cara melompat. Mix yang terkejut pun langsung melompat ke belakang Yuan Lin Dan bersembunyi disana.


"Kau benar-benar ya kenapa kau malah lari. aku sudah menemukan mu dan hanya tinggal elang gila itu yang entah dia bersembunyi dimana." kata naga Yang yang terdengar begitu kesal pada Yuan Lin. ia tidak menyadari jika gadis yang tengah berdiri di depannya itu adalah nonanya.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Yuan Lin.


"Bermain petak umpet." jawab naga Yang dengan santainya sementara Mix terkejut ketika mendengar jawaban yang di lontarkan naga Yang.


"Jadi kalian disini hanya bermain-main dan bersantai sedangkan aku melewati hari yang sangat menyebalkan." kata Yuan Lin yang membuat Naga yang terkejut dan baru sadar jika yang dia ajak bicara adalah nonanya.


"No nona anda ada disini." kata naga Yang dengan. terkejut kemudian langsung berlari menghampiri Yuan Lin Dan memeluknya.


"Hei apa yang kau lakukan bodoh lepaskan aku aku tidak bisa bernafas." kata Yuan Lin dengan mendorong tubuh naga Yang.


Disisi lain tepatnya di istana semua orang terlihat sedang mencari keberadaan Yuan Lin tapi gadis itu seperti hilang begitu saja. putri Jiang He juga bingung karena sebelum dia keluar Yuan Lin masih berada di ranjangnya. kedua pelayan yang tadi sempat bertemu Yuan Lin juga ikut mencari keberadaan gadis itu.


"Kemana saja kau Lin Lin semua orang sedang sibuk mencarimu dan kau malah bersantai disini." kata Pangeran Han Tian dengan berjalan menghampiri Yuan Lin.


"Kenapa?" tanya Yuan Lin dengan polosnya.


"Aihh sudahlah ayo ikut aku. ayah dan yang lainnya masih mencari keberadaan mu." ujar pangeran Han Tian dengan menyeret Yuan Lin.


Yuan Lin pun hanya menurut saja mengikuti pangeran Han Tian. ia membawa adiknya menuju kamarnya yang disana sudah ada kaisar Wei, pangeran Huang Hun, putri Jiang He dengan pangeran kecilnya serta pangeran Kang Ming He.

__ADS_1


"Lin jiejie kenapa kau keluar dan berjalan-jalan sendiri. kau baru saja sembuh dan bangun itu akan mempengaruhi kesehatan mu kembali " kata putri Jiang He yang terlihat khawatir.


"Benar kenapa kau tidak memberitahu pelayan untuk menemani mu adik. bagaimana jika terjadi apa-apa denganmu." timpal pangeran Huang Hun.


"Putriku bagaimana keadaan mu? aku sungguh khawatir dengan keadaan mu." kata kaisar Wei.


"Ya ya aku sudah baik-baik saja dan tidak perlu menyuruh pelayan untuk menemani ku. kalian lihat sendiri aku sudah sehat dan baik-baik." kata Yuan Lin yang sangat malas untuk menjawab semua pertanyaan yang menurutnya sangat menyebalkan itu.


Entahlah setiap kali ada orang yang terkesan mengkhawatirkannya berlebihan ia sangat kesal mendengarnya.


"Panggilkan tabib untuk memeriksa keadaan putri ku." kata kaisar Wei pada salah seorang prajurit yang tengah berjaga.


Mau tak mau Yuan Lin akhirnya hanya bisa menurut saja karena saat ini dia sangat malas untuk berdebat. tak berselang lama datanglah tabib istana yang mengobati Yuan Lin. melihat Yuan Lin sudah terlihat bugar dan baik-baik membuat tabib itu menghela nafasnya lega dan mulai memeriksanya kembali.


"Keadaan putri sudah jauh lebih baik. ini adalah sebuah keajaiban karena jika hari ini putri tidak sadar entah apa yang akan terjadi pada putri Yuan Lin." ucap tabib istana yang membuat Yuan Lin menatapnya dengan heran.


"Apa-apaan perkataan itu apakah dia ingin bilang jika aku akan mati, ck hei pak tua kau tidak tahu jika aku sudah beberapa kali melewati maut dan berakhir seperti ini lagi." batin Yuan Lin dengan kesalnya.


"Umumkan pada semua warga jika putriku sudah sadar. aku yakin mereka juga akan senang mendengarnya." titah Kaisar Wei yang di angguki oleh prajurit tadi.


"Zhen akan menyiapkan jamuan makan untuk semua orang. anggap saja ini sebagai rasa syukur karena putriku sudah kembali lagi." kata Kaisar Wei dengan langkah gembiranya.


"Ayo Lin jiejie." kata putri Jiang He yang membuat Yuan Lin tidak paham.

__ADS_1


"Kemana?" tanyanya dengan bingung.


"Ck tentu saja meriasmu. ayo cepat." jawab putri Jiang He dengan menyerat yuan Lin.


__ADS_2