
Sepanjang perjalanan Yuan Lin dan Zhi Qing menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di istana. bagi para prajurit yang ikut melakukan penyerangan di kerajaan neraka tentu ingat dengan Zhi Qing karena laki-laki juga yang telah membantu raja neraka dalam menghentikan penyerangan tersebut.
Tapi mereka di buat bertanya-tanya apakah cucu kaisar langit itu dekat dengan laki-laki yang tak lain adalah Zhi Qing atau justru mereka memiliki sebuah hubungan khusus tapi bagaimana bisa mereka saling mengenal bukankah cucu kaisar langit itu berasal dari dunia bawah.
Mereka terus membicarakan hal itu dan itu tak luput dari pendengaran keduanya tapi mereka tidak menghiraukan dan tetap berjalan dengan tenangnya. mereka ingin menuju ke kamar putri Mei dan memastikan bagaimana keadaan gadis itu walaupun sebenarnya Yuan Lin tahu jika gadis itu hanya berpura-pura saja.
Tak butuh waktu lama kini dia sudah berada di depan kamar putri Mei. dengan segera dia mengetuk pintu kamar tersebut dan langsung terbuka. pelayan setia putri Mei lah yang membukakan pintu. melihat disana ada Yuan Lin dan seorang laki-laki membuat wanita itu terkejut tapi tetap mempersilahkan untuk masuk.
"Siapa?" tanya putri Mei yang tengah duduk di ranjangnya.
"Bagaimana keadaan mu?" tanya Yuan Lin pada putri Mei.
Putri Mei sedikit terkejut melihat kedatangan Yuan Lin tapi tatapannya langsung beralih pada sosok laki-laki tampan yang berdiri di samping Yuan Lin. tatapan mata putri Mei sangat terlihat jika dia tertarik dengan Zhi Qing.
"Ahh i Iya a aku baik-baik saja. bagaimana keadaan kaisar apakah dia baik-baik? aku belum sempat menjenguknya karena lukaku masih cukup sakit." kata putri Mei.
"Kaisar baik-baik saja tidak perlu khawatir." ujar Yuan Lin
"Apakah kau tahu siapa yang sudah melakukan penyerangan itu? jika aku tahu aku bersumpah akan menghabisinya. berani-beraninya dia ingin mengincar sahabat baruku dan berusaha untuk melukainya. aku benar-benar tidak terima dengan semua ini." kata putri Mei dengan tangan mengepal kuat dan gigi menggertak.
Yuan Lin dan Zhi Qing yang melihat apa yang di lakukan putri Mei pun hanya saling pandang saja karena mereka tentu sudah tahu siapa dalang di balik penyerangan tersebut.
__ADS_1
"Entahlah aku juga belum tahu. tapi aku yakin secepatnya akan aku cari tahu dan setelah aku menemukan pelakunya aku akan memberitahumu. kita akan berikan dia pelajaran bersama-sama bagaimana." kata Yuan Lin.
"Ya itu ide yang sangat bagus. Ekehmm bolehkah aku bertanya siapa laki-laki yang ada di sampingmu itu?" ucap putri Mei dengan berbisik di telinga Yuan Lin sehingga membuat Yuan Lin menoleh ke arah Zhi Qing.
"Aku ke...." belum sempat Zhi Qing menyelesaikan ucapannya Yuan Lin sudah menyela lebih dulu sambil berkedip misterius padanya.
"Oh dia temanku." kata Yuan Lin
"Oh benarkah. kenapa aku baru melihatnya. apakah dia juga baru saja datang sama seperti dirimu?" tanya putri Mei yang terus menerus menatap Zhi Qing.
"Ya dia temanku yang juga baru sampai." ujar Yuan Lin
Zhi Qing yang melihat tatapan ketertarikan putri Mei padanya pun menjadi bergidik. dia menyenggol Yuan Lin tapi gadis itu hanya mengangkat bahunya saja.
Perkataan gadis itu pun membuat Yuan Lin dan Zhi Qing tidak percaya jika dan hanya bisa saling pandang saja. Yuan Lin tidak menyangka jika putri Mei secara terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada kekasihnya.
Zhi Qing hanya diam saja tidak merespon perkataan putri Mei sehingga membuat gadis itu hanya bisa tersenyum canggung saja kemudian mengalihkan pembicaraan agar tidak membuat suasana menjadi lebih canggung lagi
"Ahh ya apakah benar jika dia hanya temanmu. ku lihat dia sepertinya menyukai mu." ucap putri Mei dengan menggoda Yuan Lin tapi tentu saja itu hanyalah akal-akalan gadis itu saja. sebenarnya ada maksud lain dari perkataannya itu
"Mungkin saja begitu. kita juga dekat sudah lama bahkan sangat lama sekali sebelum aku dan dia ada disini" ujar Yuan Lin yang membuat putri kehabisan kata-kata.
__ADS_1
"Apakah kalian ingin makan. aku akan menyuruh pelayanku membawakan makanan untuk kalian. kita juga bisa makan bersama. bukankah sebelumnya kita bum pernah makan bersama. apalagi sekarang ada temanmu juga." kata putri Mei yang lagi-lagi tatapannya tidak pernah berpaling dari Zhi Qing.
"Tapi aku belum lapar. setelah ini aku ada urusan dengannya di luar." ujar Yuan Lin yang membuat raut wajah putri Mei berubah.
"Urusan apa? apakah itu sangat penting. setidaknya biarkan dia istirahat dulu atau kalian mau minum. aku akan mengambilkannya." jata putri Mei lagi.
"Tidak tidak. aku kesini hanya ingin memastikan bagaimana kondisimu. kulihat kau sudah mulai membaik. mungkin besok luka itu akan segera pulih. jaga dirimu baik-baik jangan lakukan hal konyol seperti tadi. ingat nyawamu itu hanya satu." kata Yuan Lin.
"Ohh ya kejadian tadi itu,, itu tidak masalah ini hanya luka kecil saja. keselamatan mu lebih utama. aku sudah banyak salah padamu karena itu aku ingin sedikit demi sedikit menebus kesalahanku mungkin salah satunya dengan cara itu. aku berjanji akan melindungimu sekarang karena aku tidak mau jika sahabat ku terluka." kata Putri Mei dengan tersenyum manis.
"Ya terimakasih tapi aku masih bisa menjaga dirimu sendiri. kau istirahat saja aku akan pergi. ayo..." kata Yuan Lin dengan menarik tangan Zhi Qing agar secepatnya keluar dari kamar putri Mei.
Sebenarnya Yuan Lin sangat tidak rela jika kekasihnya itu di tatap oleh perempuan lain. dia juga mempunyai tingkat keposesifan yang tinggi jika itu sudah menyangkut kekasihnya.
"Kau cemburu bukan hahaha..." kata Zhi Qing dengan terkekeh geli melihat bagaimana tingkah kekasihnya itu.
"Diamlah bodoh. apakah aku harus memakaikan kau penutup wajah seperti ku juga agar tidak ada ulat gatal yang akan dengan bebasnya melihat dirimu." kata Yuan Lin dengan menggerutu kesal
"Aku kan memang tampan. biarkan saja mereka melihat ketampanan ku dan kharismaku." kata Zhi Qing dengan santainya tapi langsung mendapatkan pukulan telak di kepalanya.
"Apa kau ingin aku membunuh semua gadis itu hah." seru Yuan Lin dengan kesalnya.
__ADS_1
"Ataukah di luaran sana kau memang sengaja menggoda para gadis. jika itu benar-benar terjadi aku akan memberikan pelajaran Zhan. kau ingat bukan apa yang bisa aku perbuat untuk gak seperti itu." kata Yuan Lin dengan mengancam.
"Astaga apa yang kau katakan Nana. mana mungkin aku menggoda para gadis. jauhkan pikirkan konyolmu itu dariku. kau tahu bukan cintaku padamu itu sangat besar dan luas bahkan lautan pun tidak akan bisa menandinginya." kata Zhi Qing yang tidak habis pikir dengan kekasihnya itu.