Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Antara Jiang He dan Kang Ming He


__ADS_3

Setelah memastikan Yuan Lin memakinya Jiang He lantas keluar. dia tertawa bahagia setelah berada jauh dari kamar Yuan Lin. dia sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana wajah Yuan Lin setelah memakai krim yang dia berikan. tentu saja itu buka krim biasa. dia dan ibunya sudah mencampurkan racun di dalamnya agar wajah Yuan Lin rusak dan bertambah jelek.


Pangeran Zou Li dan pangeran Shen Liu yang tengah berjalan-jalan nampak heran ketika melihat putri Jiang He tertawa sendiri begitu sehingga mereka berdua menghampirinya.


"Putri apa yang kau lakukan disini?" tanya pangeran Zou Li.


"Ah eh i itu ti tidak apa apa." jawab Jiang He dengan gugupnya.


"Saya lihat tadi putri tertawa dengan bahagia sekali." timpal Shen Liu dengan tersenyum.


"Ahh ti tidak hahaha aku tadi hanya melihat sesuatu yang lucu saja." ujar Jiang He.


"Kalian mau kemana?" tanya Jiang hem


"Kita akan berkeliling melihat-lihat saja putri Karena besok kita sudah kembali." jawab pangeran Zou Li.


"Apakah aku boleh ikut?" tanya Jiang He yang di angguki oleh keduanya.


Mereka berjalan bersama dengan sesekali berbincang ringan. Jiang He nampak mencuri-curi pandang pada pangeran Zou Li tapi yang di tatap tidak menyadari sama sekali. Dari arah berbeda pangeran Kang Ming He juga sedang berjalan-jalan dan tak sengaja melihat mereka bertiga. dia menatap mereka dengan tidak sukanya pasalnya pangeran Kang Ming He sudah sangat lama menyukai putri Jiang He tapi selalu mendapatkan penolakan dari putri Jiang He.


"Dia selalu menolakku tapi saat ini dia malah ingin mendekati pangeran Zou Li. kau lihat saja nanti kenangan apa yang akan aku berikan padamu sebelum aku kembali." gumam pangeran Kang Ming He dengan menyeringai.

__ADS_1


Mereka bertiga berjalan-jalan mengelilingi istana dan saat ini mereka sudah sampai di taman istana. kedua pangeran itu memang sering berkunjung ke istana ini tapi mereka belum sempat berkeliling untuk melihat-lihat.


"Oh iya putri bolehkah aku bertanya." kata pangeran Zou Li.


"Iya silahkan." jawab Jiang He dengan tersenyum manis.


"Apakah benar gadis bercadar yang kemarin menolong pangeran Han Tian itu adalah putri Yuan Lin?" tanya pangeran Zou Li


"Ah iya itu benar dia adalah Lin jiejie." jawab Jiang He .


"Aku sangat penasaran bagaimana wajahnya sekarang terakhir kali aku melihatnya dia masih sangat kecil." ujar pangeran Zou Li yang membuat Jiang He mendadak menjadi tidak suka.


"Ya aku juga tapi sekarang dia terlihat sangat berbeda. sebenarnya aku tidak ingin memberitahu ini pada kalian tapi karena kalian bertanya aku akan memberi tahu sesuatu. penyerangan kemarin yang terjadi itu ada hubungannya dengan Lin jiejie." kata Jiang He yang membuat kedua pangeran menatapnya.


"Ya seperti itulah. aku juga tidak percaya ini tapi jika dilihat dari kejadiannya memang seperti itu." jawab Jiang He dengan wajah yang seakan-akan sangat tidak percaya.


Kedua pangeran itu hanya saling pandang saja karena mereka juga masih belum percaya dengan apa yang di katakan oleh putri Jiang He. pangeran Shen Liu menatap putri Jiang He dengan sulit di artikan. entahlah apa yang sedang ada di dalam pikirannya saat ini hanya dia saja yang tahu.


Setelah perbincangan kecil itu putri Jiang He mengajak kedua pangeran itu untuk duduk sebentar tetapi kedua pangeran itu memilih untuk kembali ke kediaman masing-masing. Akhirnya putri Jiang He pun duduk sendirian di sana sambil melihat sekelilingnya. ketika sedang asyik melihat sekelilingnya dia di kejutkan oleh seseorang yang duduk di sampingnya.


"Kau. kenapa duduk disini." kata Jiang He dengan nada tidak sukanya.

__ADS_1


"Apa aku tidak boleh duduk di samping putri cantik ini." ujar pangeran Kang Ming He dengan mata nakalnya.


"Aku sangat tidak tertarik dengan pujianmu itu." kata Jiang He dengan memalingkan wajahnya.


"Aku tidak sedang memujimu aku berkata jujur kau memang sangat cantik bahkan aku tidak pernah melihat gadis secantik dirimu." ujar pangeran Kang Ming He dengan tersenyum manis.


Wajah Jiang He saat ini sudah memerah mendengar ucapan pangeran Kang Ming He. tentu siapa saja bahkan mungkin semua orang jika mendengar dirinya di puji akan sangat senang.


"Ya ya terus terang saja ada apa kau kemari?" tanya Jiang He lagi.


"Kenapa kau selalu menolakku? aku seorang pangeran yang tangguh dan kuat. aku juga di kejar-kejar banyak gadis di luaran sana, lantas mengapa kau terus saja menolakku." kata pangeran Kang Ming He dengan seriusnya.


"Sudah berapa kali aku bilang pangeran. aku tidak menyukaimu karena kau bukan tipeku. aku sekarang sudah punya pilihan sendiri jadi aku mohon kau jangan terus-terusan mengejarku seperti ini." ujar Jiang He dengan beranjak.


"Tunggu setidaknya berikan aku satu kali kesempatan jika tidak berhasil maka aku tidak akan mengganggumu lagi aku berjanji." seru pangeran Kang Ming He dengan menahan tangan Jiang He.


"Lepaskan aku. aku tidak mau. ingat ini baik-baik pangeran aku tidak menyukaimu jadi jangan pernah menggangguku lagi atau kau akan tahu akibatnya." kata Jiang He dengan menekan kata-katanya.


Dia menepis kasar tangan pangeran Kang Ming He kemudian pergi dari sana. rasa kecewa marah dan sedih itulah yang di rasakan oleh pangeran Kang Ming He namun bukan dia jika tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau.


"Sekarang kau bisa berkata seperti itu putri Jiang He, lihat saja nanti aku akan membuat mu tidak akan bisa melupakan ku." gumam pangeran Kang Ming He kemudian pergi dari sana.

__ADS_1


Jiang He sendiri terus mengumpat serapahi pangeran Kang Ming He dengan kesalnya. sudah berkali-kali dia menolaknya entah dengan cara baik-baik ataupun cara kasar seperti tadi tapi entahlah apa yang di pikiran oleh pangeran satu itu sehingga tidak pernah jera mengejar cintanya.


"Aku tahu aku cantik tapi aku tidak menyukainya. emm bagaimana jika aku memanfaatkannya saja. hahaha iya benar ahh aku sangat bangga bisa mempunyai pikiran secerdas ini." gumam Jiang He dengan girangnya.


__ADS_2