
Para penghuni istana terlihat heran dengan tingkah raja neraka. ini pertama kalinya melihat raja neraka berlari sambil berteriak memanggil nama istrinya. Yuan Lin sendiri sudah pergi jauh entah kemana membuat Zhi Qing kalang kabut mencarinya dan akhirnya di memilih untuk mengabaikannya saja karena masih ada urusan yang harus di urus.
"Hahh biarlah dulu aku akan menemuinya nanti." kata Zhi Qing
Disisi lain, sepuluh pelayan baru yang di tugaskan untuk melayani Yuan Lin ikut di belakangnya. mereka juga tampak bingung dengan apa yang sedang terjadi pada ratu langit, namun mereka memilih diam dan mengabaikannya.
Tiba-tiba Yuan Lin berhenti yang membuat mereka semua juga berhenti. Yuan Lin berbalik badan dengan tatapan binar.
"A ada apa yang mulia ratu?" tanya Li Sien dengan gugupnya.
"Aku ingin memakan buah yang tidak ada di sini. rasanya sepertinya akan sangat enak dan segar." kata Yuan Lin dengan membayangkan ketika dia sedang memakan buah itu.
"Buah apa yang ratu maksud?" tanya Li Sien.
"Aku tidak tahu. buah itu segar dan manis, sedikit asam. aku tidak mau tahu kalian harus mendapatkannya hari ini juga karena aku sangat ingin memakannya." jawab Yuan Lin dengan berlalu pergi.
"Buah apa yang ratu maksud nona Li?" tanya salah satu pelayan.
"Entahlah aku juga tidak tahu. segar dan manis,. sedikit asam?? buah apa itu? lalu dimana kita akan mencarinya." kata Li Sien dengan bingungnya
"Lebih baik kita bagi dua saja karena tugas yang tadi juga belum selesai. aku dan 4 orang akan mencari buah yang ratu inginkan sedangkan sisanya teruskan membuat baju untuk calon penerus kerajaan langit. ayo." lanjutnya.
Li Sien menemui permaisuri zinsy untuk meminta izin keluar istana untuk mencari buah yang di inginkan Yuan Lin. mendengar apa yang di katakan Li Sien membuat permaisuri zinsy juga bingung namun dia juga tidak akan tinggal diam saja ketika putrinya menginginkan sesuatu.
Ia juga menyuruh beberapa prajurit untuk mengawal kelima pelayan untuk keluar istana dan memastikan agar tidak ada yang menghalangi jalan mereka.
__ADS_1
Sebelum mereka berangkat tak lupa permaisuri zinsy memberitahukan keinginan Yuan Lin kepada kaisar langit. reaksi serupa pun di berikan kaisar Langit karena dia juga tidak tahu apa buah yang di maksud oleh putrinya itu.
"Apakah kau sudah memberitahu raja neraka tentang ini istriku?" tanya Kaisar langit pada permaisuri zinsy.
"Aku belum memberitahunya karena aku belum melihat nya. aku akan menyuruh prajurit untuk mencarinya dan langsung menemui." jawab permaisuri zinsy
"Sekarang dimana putri kita?" tanya Kaisar langit.
"Mana aku tahu." jawab permaisuri zinsy dengan mengangkat kedua bahunya.
"Kita harus menanyakan buah apa dan dimana tempatnya. jika kita tidak tahu lalu kemana kita akan mencarinya. aihh dia sama seperti mu dulu saat mengandung putra kita." kata Kaisar langit yang sontak saja membuat raut wajah permaisuri zinsy berubah.
"Aku sangat merindukannya. apakah dia sama sekali tidak ingin kembali kesini ?" ucap permaisuri zinsy dengan nada sedihnya.
"Sudahlah jangan kau pikirkan lagi hal itu. dia sudah bahagia dengan kehidupannya dan jika takdir memberikan pilihan dia harus hidup disini atau di masa depan aku lebih memilih dia untuk tetap hidup di masa depan karena dunia kita saat ini sangat berbahaya walaupun aku tahu bagaimana kemampuannya. tapi aku juga bersyukur karena cucu kita ada disini dan menggantikannya. sudah jangan bersedih. lebih baik kita temui putri kita saja." kata Kaisar langit dengan menatap mata istrinya
"Putriku." panggil permaisuri zinsy yang membuat Yuan Lin menoleh.
"Iya ibu." jawab Yuan Lin yang terlihat sangat bahagia.
"kau terlihat sangat bahagia. apa yang terjadi?" kata permaisuri zinsy
"Ahhh itu aku sedang membayangkan memakan buah rasanya sangat enak dan segar." jawab Yuan Lin seperti anak kecil yang tengah menunggu lollipopnya datang.
"Buah? buah apa itu?" tanya Kaisar langit
__ADS_1
"Aku tidak tahu. tiba-tiba muncul di kepalaku begitu saja dan aku rasanya sangat ingin memakannya. jadi aku menyuruh mereka untuk mencarikan ku buah itu." jawab Yuan Lin.
"Bagaimana mereka akan mencarinya sedangkan nama buahnya saja kau tidak tahu?" tanya Kaisar langit
"Entahlah. ini karena dia tidak mau menuruti permintaan ku jadi aku menginginkan ini. padahal aku hanya memintanya untuk itu saja." kata Yuan Lin dengan nada merajuk.
"Dia? suamimu yang kau maksud?" tanya Kaisar langit
Yuan Lin pun mengangguk kemudian menceritakan semuanya. raut wajah permaisuri zinsy dan kaisar langit ketika mendengar cerita Yuan Lin pun heran dan hanya bisa melongo saja.
"Pantas saja suamimu tidak mau hahaha." kata kaisar langit dengan tertawa tapi langsung mendapat pukulan telak dari istrinya.
"Lalu dimana sekarang suamimu?" tanya permaisuri zinsy
"Aku tidak tahu aku sedang marah dengannya jadi jangan memintaku untuk menemuinya karena aku tidak mau dan tidak ingin bertemu dengannya sebelum aku bisa memakan buahnya." jawab Yuan Lin.
"Aihh jangan seperti itu putriku. lebih baik kau istirahat saja." kata permaisuri zinsy
Kini Yuan Lin pun kembali ke kamarnya. namun bukannya istirahat justru dia malah ke ruang dimensinya tepatnya ke perpustakaan kuno untuk mencari sesuatu.
Dia juga di temani naga Yang sementara yang lainnya tengah berkultivasi. setelah menemukan buku yang di cari kini Yuan Lin pun kembali. rupanya di kamarnya sudah ada Zhi Qing yang menunggunya. seperti tadi dia hanya acuh tak acuh saja pada suaminya.
"Sayang kau ingin buah bukan? aku akan mencarikannya untukku. aku rasa aku tahu apa buah yang kau maksud. aku berjanji tidak akan lama." kata Zhi Qing yang membuat Yuan Lin langsung berbinar.
"Coba saja dan jangan harap kau bisa tidur disini nanti malam jika tidak membawakan buah itu." ujar Yuan Lin yang membuat Zhi Qing hanya bisa menelan ludahnya saja dengan kasar.
__ADS_1
"A a aku berjanji." ucap Zhi Qing dengan pergi.
"Yeeeeehh akhirnya hehe aku sangat tidak sabar ingin memakannya." kata Yuan Lin dengan kegirangan