Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Mendapatkan Surat


__ADS_3

Pertarungan pun kini kembali terjadi. sekarang Chen Zu berhadapan dengan iblis. pria itu menggunakan pil terlarang untuk memanggil iblis itu. tak ada rasa takut sedikit saat berhadapan dengan iblis itu. saat ini dia sudah mengeluarkan taringnya yang sangat tajam.


Tentu saja iblis yang sudah mengambil alih tubuh pria itu terkejut tak terkecuali Yuan Lin. dia akhirnya percaya jika Chen Zu memang keturunan seorang Vampir. kekuatan yang dimilikinya pun mendapatkan menjadi meningkat.


"Keturunan vampir ada di dunia manusia?" kata iblis itu dengan bingungnya.


"Ya aku adalah keturunan vampir dan kau telah membuat masalah denganku karena telah melukainya." ujar Chen Zu kemudian menghempaskan tangannya sehingga tubuh iblis itu terpental jauh.


"Jangan bunuh dia aku perlu informasi darinya." seru Yuan Lin ketika melihat Chen Zu yang akan menghabisi pria tersebut.


Chen Zu pun menoleh ke arah Yuan Lin kemudian ia berubah wujud menjadi manusia biasa. sedangkan pria misterius tadi kini sudah terkapar tidak berdaya. dia kehilangan kekuatan dan tenaganya karena menggunakan pil terlarang itu .


"Aku akan membantu mengobatimu." kata Chen Zu.


"Tidak tidak perlu aku akan baik-baik saja." ujar Yuan Lin kemudian mengeluarkan pil penyembuhannya.


Tak butuh waktu lama luka yang ada di lengan Yuan Lin pun hilang. setelah tenaganya kembali Yuan Lin pun berdiri dan menghampiri pria tersebut yang sudah tidak sadarkan diri kemudian dia memasukkan ke dalam cincin dimensinya.


"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Chen Zu.


"Aku baik-baik saja. tapi tolong kau jaga ketiga pria yang ada di cincin dimensiku dulu." jawab yuan Lin yang kemudian pergi.


"Setidaknya ucapkan terimakasih karena aku sudah membantumu." gerutu Chen Zu dengan menggelengkan kepalanya kemudian menghilang dari sana.


Sedangkan Yuan Lin saat ini menemui Liao Shan. ia mencari keberadaan pemuda itu ke seluruh tempat tapi akhirnya dia menemukannya di pinggir hutan.


"Aku sudah bertemu orang yang kau maksud. apakah ini?" tanya Yuan Lin dengan mengeluarkan seorang pria .


"Benar dia orangnya. kau telah mengalahkannya?" tanya Liao Shan dengan tidak percaya

__ADS_1


"Ya apakah ada yang ingin kau sampaikan padaku?" tanya Yuan Lin.


"Ya ada aku mendengar jika di kekaisaran lain sedang terjadi masalah karena sebuah aliansi yang terus melakukan penculikan pada semua gadis-gadis." jawab Liao Shan.


"Ya itu memang benar karena itu aku harus segera mencari bukti lebih banyak lagi agar aku bisa segera mengurus semuanya." ujar Yuan Lin


"Kau cari tahu dulu semuanya tentang selir Xu Qin dan terus awasi gerak gerik perdana menteri Dong Wu." kata Yuan Lin yang membuat bingung Liao Shan.


"Baiklah aku akan melakukannya." jawab Liao Shan kemudian pergi.


Yuan Lin juga segera pergi dari sana. ia menuju ke sekte iblis merah tapi dia tidak berhenti di depan gerbang melainkan langsung masuk begitu saja sehingga membuat beberapa orang yang tengah berjaga keheranan.


"Kau disini." kata Wang Cung Li dengan terlonjak kaget karena melihat Yuan Lin yang tiba-tiba sudah ada di dalam ruangannya.


"Apakah kau sudah mendapatkan suratnya?" tanya Yuan Lin.


"Serahkan padaku karena itu adalah hal yang paling berguna untukku membalas mereka." kata Yuan Lin dengan nada dinginnya.


Wang Cung Li pun segera mengambil surat yang di minta Yuan Lin. setelah berada di tangannya Yuan Lin langsung membuka dan membacanya dengan seksama kemudian ia tersenyum kecil melihat itu. karena tak ingin berlama-lama di tempat itu Yuan Lin akhirnya melesat pergi begitu saja.


"Apa yang sebenarnya akan gadis itu lakukan aku sungguh tidak paham." kata Wang Cung dengan bingungnya.


Sedangkan di luar ruangan Wang Cung Li beberapa ketua yang melihat ada sebuah bayangan yang keluar dari ruangan itu nampak bertanya tanya.


"Aku merasa akhir akhir ini ketua Wang sangatlah aneh." kata Shini Shan.


"Aku juga merasakan hal yang sama dengan mu ketua ketiga." ujar Meng Hou.


"Apakah ada yang di sembunyikan dari ketua Wang?" tanya Yan He Shi.

__ADS_1


Yuan Lin memutuskan untuk kembali ke istana karena dia ingin memastikan sesuatu. sesampainya di istana Yuan Lin langsung menuju ke kamar putri jiang He tapi dia tidak menemukan siapapun di dalam kemudian dia keluar dan mencarinya.


Entah kebetulan atau apa dia melihat putri Jiang He sedang bersama dengan kaisar dan selir Xu Qin. seketika ide licik pun muncul di pikiran Yuan Lin.


"Jiang er bagaimana keadaanmu?" tanya Yuan Lin yang membuat ketiganya menoleh.


"Keadaan Jiang er apa maksudmu putri? Jiang er apakah kau sakit?" tanya selir Xu Qin dengan menatap putri Jiang He.


Tentu saja putri Jiang He gelagapan mendapatkan pertanyaan seperti itu. dia memang tidak memberitahu siapapun tapi kenapa Yuan Lin tahu dan sekarang dia malam memojokkannya.


"A apa yang kau katakan putri aku tentu baik-baik saja." jawab Putri Jiang He.


"Oh benarkah begitu tapi kemarin aku melihat tabib yang masuk ke dalam kamarmu dan setelah dia keluar aku bertanya dan dia menjawab jika kau sedang sakit. kau sakit apa Jiang er kenapa kau tidak memberitahuku. aku sangat khawatir padamu." kata Yuan Lin.


"Apakah benar yang di katakan putri Yuan Lin benar kenapa kau tidak memberitahuku. kau sakit apa putri katakan pada ibumu." ucap selir Xu Qin.


"Kita panggil tabib saja aku juga khawatir dengan keadaan adikku." timpal Yuan Lin yang membuat putri Jiang He semakin terpojokkan.


"siall jadi ini rencananya. apakah dia sudah tahu jika aku sedang hamil." batin putri Jiang He ketika melihat tatapan mata Yuan Lin yang terkesan meremehkan.


"Ti tidak ibu aku sudah baik-baik saja kemarin aku hanya tidak enak badan saja tapi sekarang sudah baik-baik saja." kata putri Jiang He dengan meyakinkan.


"Tapi kau terlihat pucat Jiang er. oh itu tabib istana " kata Yuan Lin dengan senyum kecil.


"Benar putri aku akan memanggil tabib untukmu." kata kaisar Wei dengan memanggil tabib.


Saat ini putri Jiang He sudah berkeringat dingin ketika tabib itu sudah mendekat. Yuan Lin yang melihat itu pun langsung kegirangan di dalam hatinya.


"Begini saja aku yang akan mengantarkan Jiang er ke kamarnya. dan aku akan memastikan jika Jiang er dalam keadaaan baik-baik saja " timpal Yuan Lin

__ADS_1


__ADS_2