Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Menunjukkan Taringnya


__ADS_3

Pertarungan pun kembali berlanjut namun dapat di pastikan jika pasukan milik dua kekaisaran akan kalah mengingat lawan yang mereka hadapi saat ini adalah raja iblis sendiri. hanya dengan satu hempasan tangannya saja sebagian pasukan milik kaisar Wei sudah tumbang.


Akhirnya mau tak mau Kaisar Wei menarik kembali pasukannya dan kini hanya tinggal pasukan milik kekaisaran Han saja yang tersisa. jika dilihat dari kemampuan dan cara bertarung yang di miliki pasukan kekaisaran Han lebih unggul dari pada kekaisaran Wei.


"Mundur. semuanya mundur." teriak kaisar Wei yang membuat semua pasukannya mundur seketika.


"Ayah kenapa kau menyuruh kita untuk mundur. pertarungan masih terjadi kita tidak mungkin membiarkan mereka melawannya sendiri. kita tetap harus membantu apapun yang terjadi." kata pangeran Han Tian


"Bukan begitu putraku. pasukan kita hanya tersisa tidak banyak orang saja tidak mungkin aku akan membiarkan mereka tetap melawan mereka. kau tentu bisa melihat jika usaha kita akan sia-sia saja untuk melawan raja iblis. dia sangatlah kuat." ujar Kaisar Wei.


"Aku tidak peduli untuk hal itu selagi aku masih bisa melawannya aku akan tetap membantu mereka. jika ayah ingin lari seperti seorang pengecut maka silahkan tapi aku akan membantu mereka." kata pangeran Han Tian kemudian masuk kembali kedaalam pertarungan tersebut di susul pangeran Huang Hun.


"Hahaha dengan kematian kalian semua aku akan mendapatkan banyak sekali pasukan." kata raja iblis.


Pria bertopeng juga mengahabisi satu persatu pasukan yang di bawa oleh kaisar Han. mereka semua di buat terkejut dengan serangan dadakan seperti ini apalagi persiapan yang mereka lakukan belumlah sepenuhnya siap.


"Tetap hati-hati dan menyerang." teriak salah satu panglima dari kekaisaran Han.


Beberapa saat kemudian datanglah puluhan orang yang juga Langsung bergabung bersama mereka. mereka adalah murid dari sekte Halilintar bersama dua ketua sekte.


"Kaisar Wei apa yang sedang terjadi mengapa tiba-tiba ada pertarungan disini?" tanya ketua keempat pada kaisar Wei.

__ADS_1


"Aliansi Wungzo dan raja iblis yang melakukan ini. hampir semua pasukan ku sudah menjadi bahawannya semua. ketua lihat itu mereka mengendalikan semua pasukan ku. mereka benar-benar membuat kekacauan dimana-mana." jawab kaisar Wei.


"Begitu rupanya. saya akan membantu terlebih dahulu." ucap ketua keempat yang langsung bergabung didalam pertarungan tersebut.


Sudah bisa dilihat dengan jelas siapa yang akan memenangkan pertarungan ini. semua pasukan milik kekaisaran sudah di buat kewalahan menghadapi orang-orang yang di bawa oleh aliansi Wungzo. mereka benar-benar sudah menunjukkan taringnya secara terang-terangan.


Disisi lain saat ini Yuan sudah berhasil menyembuhkan luka yang ada di tubuh Mein dan juga kekuatan yang di miliki Mein sudah kembali sepenuhnya. mereka berbincang-bincang sebentar namun ada sesuatu yang mengganggu pikirkan Yuan Lin. ia merasa ada sesuatu yang tengah terjadi sekarang namun ia juga tidak tahu apa itu.


"Ada apa?" tanya Mein ketika melihat Yuan Lin nampak terdiam beberapa saat.


"Entahlah aku juga tidak tahu hanya saja aku merasa ada sesuatu yang sedang terjadi saat ini." jawab Yuan Lin kemudian memejamkan matanya dan berkonsentrasi untuk mengaktifkan mata dewanya.


Melihat apa yang di lakukan Yuan Lin tentu membuat Mein terkejut. walaupun ia belum tahu sepenuhnya tentang Yuan lin namun ia tahu apa yang saat ini tengah Yuan Lin lakukan.


Beberapa saat kemudian Yuan Lin pun membuka matanya kemudian langsung berdiri yang juga membuat Mein ikut berdiri.


"Apa yang terjadi?" tanya Mein.


"Aku harus segera pergi karena sekarang sedang terjadi kekacauan di perbatasan." jawab Yuan Lin.


"Aku akan ikut denganmu." seru Mein yang hanya di angguki oleh Yuan Lin.

__ADS_1


Merekapun langsung melesat pergi menuju perbatasan kekaisaran Han dan Wei. kecepatan melesat Yuan Lin bukanlah main-main hingga membuat Mein yang mengikutinya dari belakang kewalahan mengimbangi kecepatan yang dilakukan Yuan Lin.


Karena saat ini mereka berada di kekaisaran Liu dan jarak yang mereka tempuh lumayan jauh namun itu semua tidak berlaku bagi Yuan Lin. gadis itu bisa dengan cepat untuk sampai di kekaisaran Wei walaupun jaraknya lumayan jauh.


"Ck siallll jika aku lambat seperti ini kekacauan itu tidak akan teratasi dan bisa-bisa raja iblis mengendalikan semua orang. akhhh itu tidak akan terjadi." kata Yuan Lin yang semakin mempercepat kecepatan melesatnya.


"Sebenarnya dia itu manusia atau jelmaan dewa angin. aku benar-benar tidak bisa mengimbangi kecepatannya. sudahlah aku akan mengikutinya saja walaupun sekarang aku sudah tertinggal sangat jauh." gumam Mein yang juga mempercepat kecepatan melesatnya.


Tidak butuh waktu lama untuk Yuan Lin sampai di perbatasan. dia berhenti sebentar dan menatap ke segala penjuru. pasukan yang di bawa dua kekaisaran hanya tinggal beberapa orang saja. Yuan Lin melihat jika ada seseorang yang ingin menyerang pangeran Han Tian dari arah belakang namun laki-laki itu tidak menyadari. sebelum pedang sampai di punggung pangeran Han Tian, Yuan Lin langsung memberikan serangan balik pada orang tersebut hingga menimbulkan ledakan yang membuat pangeran Han Tian terlonjak kaget.


"Walaupun sedang bertarung tapi kau juga harus selalu meningkatkan kewaspadaan. jika saja aku tidak datang dan sampai disini tepat waktu sudah pasti sekarang kau sudah tiada." kata Yuan Lin yang sudah berada di depan pangeran Han Tian.


"Lin Lin kau disini." seru pangeran Han Tian dan Huang Hun secara bersamaan.


Yuan hanya mengangguk saja kemudian mulai menghabisi lawannya satu persatu. raja iblis yang melihat tindakan Yuan lin hanya tersenyum kecil saja. dia berfikir jika Yuan Lin tidak akan mampu mengalahkan semua pasukan yang baru saja dia buat.


Namun semuanya hanyalah pemikiran konyolnya saja. buktinya satu persatu orang yang dia kendalikan sudah berakhir di tangan Yuan Lin.


"Dasar gadis tidak berguna berani-beraninya dia menghabisi orang-orang ku." kata raja iblis dengan marahnya.


"Saya akan menanganinya. lebih baik tuanku mengurus urusan yang lain saja." kata pria bertopeng yang membuat raja iblis berfikir sejenak.

__ADS_1


"Baiklah aku serahkan padamu jangan biarkan dia lolos begitu saja." ujar raja iblis kemudian menghilang.


__ADS_2