Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Mengikuti Rencana (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam" )


__ADS_3

Ketika mendengar apa yang di rencanakan oleh Ana Ling, Zhi Qing pun hanya bisa tersenyum menyeringai saja. untung saja dia melihat Ana Ling keluar jika tidak sudah pasti dia akan di hajar habis-habisan oleh Yuan Lin.


"Jadi mau bermaksud ingin bermain-main denganku begitu. hahaha kau salah mencari lawan main. kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi." ucap Zhi Qing dengan tersenyum kecil.


Ia pun masih terus memperhatikan gerak gerik kedua orang itu hingga beberapa saat Ana Ling pergi. pria itu juga ingin pergi tapi seketika di hentikan Zhi Qing karena laki laki itu sudah berdiri di depan pria tadi.


Ia pun langsung memukul tengkuknya yang membuat pria itu pingsan. setelah semuanya urusannya selesai ia pun segera meninggalkan hutan dan kembali ke istana.


Zhi Qing menuju ke ruangan raja neraka. tanpa mengetuk pintu dia langsung melemparkan pria tadi ke hadapan raja Xi Shen sehingga membuat raja Xi Shen terlonjak kaget.


"Dia adalah orang yang bekerjasama dengan gadis itu. mereka juga merencanakan ingin menjebak ku agar mereka mendapatkan tahta di kerajaan ini." kata Zhi Qing dengan nada datarnya.


Melihat hal tersebut langsung membuat raja Xi Shen berdiri dan menghampiri pria yang kini berbaring di lantai. ia masih pingsan karena itu raja Xi Shen langsung menyiramnya dengan air.


"Hah hah hah hah..." ucap pria itu dengan gelagapan ketika ia di guyur air.


"Kau tertidur sangat pulas ya." kata raja Xi Shen dengan tatapan tajamnya.


"Raja neraka." seru pria tadi yang bernama Jing Hao.


"Kau terkejut bukan kenapa kau berada disini." kata raja Xi Shen yang membuat Jing Hao bingung dan tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


"Ck jangan berpura pura bodoh. kau pasti tahu kenapa aku membawamu kesini." timpal Zhi Qing.


"Jika tidak ada urusan dengan saya, saya akan kembali." kata Jing Hao yang seperti sudah memahami semuanya.


Tentu saja dia tidak akan diam begitu saja atau jika tidak rencana yang sudah dia susun bersama Ana Ling akan kacau. bukan hanya itu saja yang akan dia terima tapi juga kematian.


"Hah kau pikir aku bodoh. kau mau melarikan diri begitu tau untuk apa aku membawamu kesini. ckckck sungguh tidak tahu diri." kata Zhi Qing dengan menggelengkan kepalanya.


"Sebenarnya apa yang anda maksud. saya benar-benar tidak tahu." ucap Jing Hao dengan berpura-pura tidak tahu apa-apa.


"Aku bisa memberikan apapun padamu tapi dengan satu syarat kau harus ikut dalam rencana yang kami buat." kata Zhi Qing yang membuat Jing Hao terdiam dan menatap mereka berdua.


"Aku sudah tau jika kau dan Ana Ling ada di balik semua Kematian panglima Wen." kata Zhi Qing yang membuat Jing Hao terkejut bukan main namun ia sebisa mungkin menutupinya.


"Tidak. saya bahkan tidak mengenal siapa itu Ana Ling. mungkin tuan salah saya benar-benar tidak tahu apapun mengenai kematian panglima Wen " ujar Jing Hao.


"Oh benarkah begitu bukankah kau dan gadis rekan sekaligus teman tidur.", kata Zhi Qing dengan tersenyum menyeringai membuat Jing Hao tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Jika kau tidak mengaku dan mengatakan semuanya padaku aku pastikan saat ini kepala mu akan terpisah dari tubuhmu." kata raja Xi Shen dengan tatapan datar dan mata tajamnya.


"Ti tidak ja jangan lakukan itu padaku. saya benar-benar tidak tahu apa-apa mengenai itu apalagi mengenal gadis yang bernama Ana Ling. saya tidak mengenalnya. saya mohon biarkan saya keluar dari sini karena saya masih banyak urusan yang harus saya selesaikan." kata Jing Hao yang sebenarnya sudah sangat ketakutan dengan ancaman raja neraka.

__ADS_1


"Jangan menguji kesabaran ku." kata raja Xi Shen dengan menjentikkan telunjuk jarinya dan membuat Jing Hao terlempar menabrak dinding.


"Sialan kenapa mereka bisa sampai tahu. aku harus mencari cara agar aku bisa keluar dari sini walaupun aku yakin itu tidak akan ada." gumam Jing Hao kemudian berdiri.


raja Xi Shen menjentikkan jarinya kembali sehingga membuat Jing Hao tertarik ke depan dengan paksa. kini pria itu berdiri tepat di depan raja Xi Shen. aura wajah yang dimiliki Zhi Qing dan raja Xi Shen benar-benar membuat Jing Hao gemetaran bukan main.


"Ceritakan semuanya padaku sekarang juga." kata raja Xi Shen dengan tatapan tajamnya serta aura yang membuat Jing Hao terkekan.


Akhirnya mau tak mau Jing Hao pun menceritakan semuanya mulai dari pertemuannya pada Ana Ling serta mempengaruhi pikiran gadis itu dan semua rencana yang mereka susun untuk mengambil kembali kebebasan Ana Ling atau lebih tepatnya membunuh panglima Wen.


Mendengar cerita Jing Hao membuat raja neraka murka. dengan marahnya ia melemparkan kembali tubuh Jing Hao hingga menabrak tembok. pria itu memuntahkan seteguk darah segar. ia merasa tulangnya hancur semua karena benturan yang sangat keras itu.


"Tenanglah pak tua dengan cara seperti ini itu justru akan membuat dia mati sia-sia. jangan biarkan dia mati lebih dulu sebelum dia mengikuti rencana yang sudah aku buat." kata Zhi Qing yang membuat raja Xi Shen sedikit meredakan amarahnya.


"Aku sungguh tidak bisa mempercayai ini. aku pikir gadis itu benar-benar gadis baik dan polos tidak tahunya dalang di balik kematian ayahnya adalah dia sendiri." ujar raja Xi Shen dengan memijit pelipisnya.


"Dia akan segera menerima hukuman yang pantas. aku akan mengumpulkan para pria yang pernah tidur dengannya. dengan begitu dia tidak akan bisa mengelak ataupun berpura-pura lagi." kata Zhi Qing yang di angguki oleh raja neraka.


Ia pun menyuruh dua prajurit untuk membawa Jing Hao menuju penjara bawah tanah. sedangkan Zhi Qing pergi keluar untuk mencari siapa saja pria yang sudah pernah tidur dengan Ana Ling.


Di sisi lain, Ana Ling tengah menatap dirinya di depan cermin dengan terus memuji kecantikannya. ia tidak sabar untuk menjalankan rencana yang sudah dia buat dengan rekannya. ia tidak tahu jika rencananya saat benar-benar sudah kacau dan hanya perlu waktu sebentar saja untuknya mendapatkan hukuman.

__ADS_1


__ADS_2