
Pertarungan antara ketiganya pun berjalan dengan begitu sengitnya. mereka yang menyaksikannya tidak yakin jika gadis bercadar itu akan berhasil mengalahkan ketiga sosok yang terlihat begitu kuat.
Di lain sisi Hilux yang memang sudah mengikuti sekaligus memperhatikan apa yang di lakukan Yuan Lin pun semakin bertambah kagum dengan gadis itu. ia menjadi begitu ambisius untuk memiliki Yuan Lin.
Namun pandangan laki laki tersebut pun beralih pada ketiga sosok yang tengah bertarung dengan Yuan lin. ia terkejut melihat dua jenderal terkuat kerajaan neraka ada di dunia bawah dan lebih terkejutnya lagi saat Yuan Lin tengah melawan mereka.
"Apa yang dilakukan dua jenderal terkuat itu hingga sampai datang kesini dan menyerang gadis itu." gumamnya dengan bertanya-tanya.
Serangan demi serangan pun sudah terjadi. Mo Xue mendapatkan luka sayatan di bagian dada dan lengannya. sedangkan jenderal Mo Zaw hanya mengalami luka sayat sedikit di bagian dagunya. kedua jenderal terkuat itu sama sama sudah mendapatkan luka. ya mereka bertindak sangat ceroboh untuk menghadapi gadis itu. apakah mereka lupa jika kelemahan mereka di dunia bawah adalah siang hari.
"Sialan kau gadis tidak berguna. akan ku habisi kau sekarang." kata Mo Xue dengan marahnya
"Kalian semua hancurkan perisa pelindungnya." teriak Mo Zaw pada beberapa anggotanya yang sudah mengepung tempat pertandingan.
Mereka semua berjumlah puluhan orang belum juga yang di letakkan di luar untuk menjaga. mereka semua masuk dan mulai menghancurkan perisa pelindung itu. jumlah mereka sekitar 123 orang. dan tentu saja itu membuat semua orang semakin takut.
"Ayo kita kerahkan semua kekuatan kita untuk melindungi perisai ini agar tidak hancur." kata ketua sekte Bambu kuning yang membuat semua ketua seketika mentransfer energi pada kubah pelindung itu.
Yuan Lin terus memberikan seranganya pada ketiga orang itu. satu tangannya memegang cambuk birunya dan satu tangannya lagi memegang pedang jiwa. ia menyerang dengan kecepatan yang tidak bisa di lihat oleh mata biasa. ketajaman dari seranganya pun tidak di ragukan lagi.
__ADS_1
Jenderal Mo Xue yang tidak sempat menghindar serangan dari Yuan Lin pun akhirnya terkena cambuknya yang menyebabkan dia langsung terjatuh dengan memegangi dadanya.
Mo Xue merasa jika tulang dadanya benar-benar hancur sekarang. ia memegangi dadanya dengan merintih kesakitan. mulutnya pun sudah mengeluarkan banyak sekali darah itu artinya ia benar-benar terluka sangat parah.
Yuan Lin yang melihat itupun hanya tersenyum smrik saja dan tetap melanjutkan menyerangnya. ia memutar-mutar cambuknya hingga tercipta sebuah tordano yang langsung menghantam ketiga pria tersebut. mereka terpental menabrak dinding perisai pelindung yang di buat oleh Yuan Lin.
"Saudaraku!!!" teriak Mo Zaw ketika melihat Mo Xue yang sudah terkulai tidak berdaya dan seketika tubuh Mo Xue menghilang begitu saja.
"Arrrgghhh bedeb*h kau. berani-beraninya kau menghabisi kedua saudaraku." teriak Mo Zaw dengan marahnya
Dalam keadaan marahnya, ia langsung menyerang Yuan Lin dengan membabi buta. setiap serangannya terlihat begitu tajam dan kuat namun tidak ada yang mengenai Yuan Lin sedikitpun. seperti yang kalian ketahui, seseorang yang sudah di kuasai oleh amarah akan menyerang dengan tidak beraturan dan pada akhirnya dia sendiri yang akan kalah dalam pertarungan tersebut.
Pria bertopeng pun juga segera membantu Mo Zaw untuk mengalahkan Yuan Lin. mereka menggabungkan kekuatan mereka dan seketika terciptalah sebuah bola api petir yang sangat besar dan sangat kuat.
Melihat Hal itu Yuan Lin bersiap-siap untuk menerima serangan tersebut.
Semua orang juga panik melihat kekuatan yang sangat kuat Yang akan menyerang Yuan Lin. para ketua memikirkan bagaimana caranya untuk membantu gadis itu namun pikiran mereka seakan buntu dan tidak bisa berfikir. Para anggota dari aliansi Wungzo pun sampai sekarang masih menyerang perisai pelindung itu bermaksud untuk menghancurkannya. dan tentu saja itu membuat semua orang ketakutan.
"Kita serang gadis tidak berguna itu. aku yakin dengan kita menggabungkan kekuatan gadis itu akan mati hahaha." kata Mo Zaw yang di angguki oleh Pria bertopeng.
__ADS_1
Mereka pun melepaskan bola api petir itu ke arah Yuan Lin. sedangkan gadis itu tengah menatapnya dengan sangat tajam kemudian ia memejamkan matanya sesaat kemudian ia membuka mulutnya lebar-lebar kemudian membuka matanya.
"Roaaaarrrrrrrr...."
Semua orang di buat ketakutan dan terkejut mendengar suara seekor naga dengan begitu kerasnya tak terkecuali Hilux yang sedari tadi menyaksikan pertarungan tersebut. Ya gadis itu menggunakan teknik Auman Naga untuk menahan serangan tersebut.
"Gadis itu benar-benar...." ucap Hilux yang tidak bisa berkata-kata lagi melihat hal itu.
Bola api petir melaju dengan sangat cepat dan benar-benar akan mengenai Yuan Lin. seketika Auman Naga pun terdengar kembali dengan begitu kerasnya dan menggelar membuat siapapun yang mendengarnya akan ketakutan.
Yuan Lin mengembalikan serangan tersebut pada pria bertopeng dan jenderal Mo Zaw sehingga merekapun langsung terpental menabrak dinding perisai pelindung dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
Di sisi lain raja iblis yang merasa jika kedua bawahnya sedang dalam bahaya pun langsung menghilang dan bermaksud untuk menolong mereka.
Tidak sampai di situ saja Yuan Lin kembali melayangkan seranganya dengan pedang jiwanya. pedang yang ada di tangannya pun seketika melayang dengan sendirinya ketika ia mentransfer kan energi yang sangat besar. kemudian ia menggabungkan teknik pedang jiwa dengan pedang bayangan sehingga tercipta kembali puluhan pedang di atas Yuan Lin dan melesat menuju ke arah kedua pria tersebut.
"Siall!!! gadis itu sangat kuat. jenderal Mo Zaw apakah kau ada cara lain untuk mengalahkan gadis itu?" tanya Pria bertopeng namun tidak mendapatkan jawaban dari jenderal Mo Zaw
Puluhan pedang pun sudah berada di depan mereka. dengan segera pria bertopeng melompat menghindari serangan tersebut namun justru jenderal Mo Zaw lah yang terkena serangan tersebut.
__ADS_1
Muncullah sebuah asap hitam di udara dan menampakkan sosok pria dengan mata merah darahnya yang tengah menatap jenderalnya yang perlahan lahan mulai menghilang. tatapannya pun beralih pada lima pedang yang mengarah pada pria bertopeng. dengan segera ia melesat dan tiba-tiba saja pria bertopeng menghilang bersama kepulan asap hitam.