
Saat sedang fokus memperhatikan cahaya apa itu, Tiba-tiba saja beberapa kaki Xracen sudah menghempaskannya jauh dan menabrak karang lagi. tak sampai di situ saja, Xracen juga mencengkeram erat tubuh Zhi Qing dengan kakinya sehingga membuat laki-laki tidak bisa bernafas.
"Tidak ada yang jauh lebih kuat dariku. manusia seperti mu beraninya membuat masalah denganku akan ku bunuh kau dan akan aku jadikan kau makananku hari ini." kata Xracen dengan suara beratnya serta aura membunuh yang begitu kental.
Cengkraman itu semakin kuat sementara Zhi Qing sudah lemas tidak bertenaga sama sekali. tiba-tiba ia merasakan ada sebuah getaran kecil di punggungnya, dengan setengah kesadarannya dia mencoba membuka matanya walaupun sangat susah. dia mencoba untuk tetap sadar dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Sesuatu yang bergetar tadi menciptakan sebuah gelombang kejut berupa halilintar dan masuk ke dalam tubuh Xracen yang saat ini masih mencengkeram tubuh Zhi Qing.
Xracen meraung keras dengan teriakan yang menggema. ia melemparkan Zhi Qing hingga menabrak sebuah dinding transparan pembatas milik dewa Poseidon sampai mengalami retakan. Zhi Qing memuntahkan darah segara sangat banyak, walaupun begitu dia masih tetap berusaha untuk tetap sadar walaupun sebenarnya matanya tidak bisa di ajak kerja sama.
Karena murka, Xracen menembakkan cairan beracun itu hingga mengenai seluruh tubuh Zhi Qing. cairan berwarna hitam keunguan itu langsung membungkus habis tubuh Zhi Qing.
Laki-laki tidak bisa berbuat apapun saat ini tapi masih tetap memaksa kesadarannya meskipun sekarang dia seperti sudah di ujung tanduk.
Sementara di sisi lain, Xracen tengah bertarung dengan busur panah yang di bawa Zhi Qing tadi. rupanya getaran itu berasal dari busur panah yang dia bawa. Xracen terkejut karena senjata itu bernyawa, ia tidak menyangka kalau akhirnya tidak seperti yang dia pikirkan.
Di dalam kerajaan dewa Poseidon semuanya bergetar hebat bersamaan dengan tabrakan antara Zhi Qing dan Dinding pembatas itu. karena terkejut dewa Poseidon bergegas untuk memeriksanya namun salah satu prajurit yang di perintahkan untuk mengikuti Zhi Qing melaporkan apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Suruh semua rakyat ku masuk jangan ada yang keluar karena kondisinya sangat berbahaya." kata dewa Poseidon karena dia sangat terkejut. bagaimana bisa dinding transparan itu sampai retak, bahkan Xracen yang berulang kali ingin menghancurkannya saja tidak mampu tapi kali ini,,
Racun yang di berikan Xracen hampir berhasil membunuh Zhi Qing. saat ini semua tubuh Zhi Qing kecuali kepala sudah menghitam dan sudah mati. dia benar-benar berada di ambang kematian.
Dalam sisa kesadarannya dia melihat bayangan Yuan Lin sebelum akhirnya dia tidak bisa bertahan lagi. perlahan-lahan racun itu pun mulai naik melalu dagunya.
Sebuah ikatan tentu tidak akan bisa berbohong. Saat ini Yuan Lin tengah terbaring di ranjangnya dengan di temani permaisuri Zinsy dan putri Yueyue. belum lama ini dia menggila dan memaksa ingin menyusul Zhi Qing karena dia tahu jika suaminya dalam bahaya, tapi tidak ada yang mengizinkannya termasuk Xi Shen karena memang itu yang harus di hadapi Zhi Qing.
Tentu saja bukan Yuan Lin namanya jika tidak keras kepala hingga pada akhirnya Xi Shen dan kaisar langit berusaha sekuat mungkin untuk membuatnya jera. dan sekarang dia pingsan.
Di alam bawah sadarnya, Zhi Qing melihat bayangan seorang pria yang tidak jelas dan hanya terdengar suaranya saja. ia bisa mendengar jelas apa yang di katakan pria yang dia lihat.
"Ya benar, cahaya itu. gunakan ini dan kau akan berhasil untuk tujuanmu." kata sosok pria itu yang ternyata adalah raja Fyr. ia menyerahkan sebuah tombak kecil bewarna merah pada Zhi Qing. ya, itu adalah tombak darah iblis.
"Apa kau adalah raja Fyr?" tanya Zhi Qing dengan menerima tombak itu namun bayangan raja Fyr hanya tersenyum dan kemudian bayangan itu memudar dengan sendirinya.
Racun itu hampir sudah sampai di bawah mata Zhi Qing dan tiba-tiba mata laki-laki itu terbuka dengan sempurna. tatapannya tajam dan penuh tekad. dia tidak akan mati menyedihkan di sana. dia harus menepati janjinya pada Yuan Lin.
__ADS_1
Dia melihat ke arah tangannya yang ternyata memegang tombak merah pemberian pria yang tadi dia temui di alam bawah sadarnya. walaupun saat ini hampir seluruh badannya sudah mati tapi dia tetap berusaha untuk menggerakkan badannya sekuat tenaga. dia berusaha melawan racun yang sebentar lagi akan menghabisi nyawanya.
ia merasakan sebuah energi panas yang mengalir melalui tangannya yang tengah memegang tombak darah iblis. dia tahu jika tombak itulah yang mengaliri tubuhnya dengan energi.
Sembari menahan rasa sakit karena dua elemen yang saling bertentangan itu ada di dalam tubuhnya, matanya tak lepas dari gerakan Xracen yang masih bertarung dengan busur miliknya. dia juga baru tahu jika busur miliknya bernyawa. jika saja saat itu Yuan Lin tidak memaksanya membawa busur itu entahlah, dia ragu akan berhasil atau tidak.
Dia mencari cahaya ke semua kaki Xracen karena memang letaknya berada disana. akhirnya dia menemukannya dan memikirkan sebuah cara agar bisa langsung menyerang ke titik yang dia tuju.
Duaaarrrrrrr.....
Ledakan besar terjadi membuat perhatian Xracen teralihkan dan melihat apa yang terjadi. energi yang di miliki tombak darah iblis berhasil mengalahkan racun milik Xracen. dan saat ini Zhi Qing sudah berdiri tegak dengan tatapan tajam dan membunuh. dia menatap cahaya yang berada di salah satu kaki Xracen dengan seksama.
Melihat hal itu tentu saja membuat Xracen terkejut bukan main. bagaimana bisa ada seorang manusia yang selamat dari racun mematikan yang dia punya. dia mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi hingga sebuah panah menusuk tepat di satu matanya.
"Aaarrgghhhhhhh....." teriak Xracen dengan kesakitan.
Darah hitam pun mengalir dari dalam matanya. melihat adanya kesempatan emas tentu saja membuat Zhi Qing langsung bergegas dan tidak ingin menyia-nyiakan waktu. dia berenang dengan kecepatan tak biasa sambil membawa tombak darah iblis dan bersiap menusukkan pada cahaya yang ada di kaki Xracen.
__ADS_1
Di sisi lain Dewa Poseidon terngaga tidak percaya dengan apa yang dia lihat barusan. dia mengucek matanya dan menggelengkan kepalanya memastikan apakah dia sedang bermimpi atau tidak. tapi itu adalah nyata yang sedang terjadi di depannya.