
Yuan Lin yang melihat sosok tersebut yang sedang syok pun hanya menyilangkan tangannya ke dada saja. ia seperti sedang melihat orang idiot yang baru saja bertingkah di depannya.
"Tentu saja mungkin. kau pikir aku sangat miskin. itu hanya seperempat dari semua harta yang ku punya dan kau dengan percaya dirinya menyuruhku kembali dengan harta sekecil itu ck bukankah itu terlihat sangat lucu." kata Yuan Lin
Seketika sosok itu pun menghilang dan hanya menyisakan harta yang tadi di keluarkan oleh sosok itu. jika orang lain mungkin saja sudah membawa semua harta itu tapi tidak dengan Yuan Lin. berapa banyak godaan yang akan mendatanginya ia tetap akan teguh pada pendiriannya.
Sekarang tujuannya adalah mendapatkan kitab kerajaan Elf dan itu akan tetap seperti itu. ia tidak akan terpengaruh dengan apapun. ia belum tahu ada apa saja di ruangan lain yang lebih sulit untuk dia kalahkan entah menggunakan kekuatannya ataupun kecerdasannya. tapi gadis itu sangat yakin jika dia akan berhasil.
Ia keluar dan menaiki beberapa anak tangga kemudian kembali masuk kedalam ruangan yang letaknya ada di atas ruangan yang barusan dia masuki. suasananya sama seperti di ruangan sebelumnya. tapi saat ini dia melihat teman-temannya yang tengah berdiri di depannya.
"Apa lagi ini." kata Yuan Lin dengan tidak mengerti.
"Cepat katakan apa yang selama ini kalian rasakan saat bersama dengannya." kata sosok yang menyerupai Naga Yang pada ketiga sosok lainnya yang menyerupai Xiao, Mix dan Xin.
"Selama ini kami selalu merasa seperti tidak pernah di butuhkan oleh nona. nona bilang jika nona sudah menganggap kami sebagi teman bahkan keluarga tapi kami tidak merasakan itu karena nona tidak pernah memperlakukan kami selayaknya keluarga ataupun teman." kata Xiao dengan menatap Yuan lin.
"Benar apa yang di katakan saudaraku. nona hanya memikirkan masalah pribadi nona tanpa menghiraukan kehadiran kami." timpal Mix.
"Apakah karena kami hanyalah seekor binatang jadi nona memandang rendah kami." lanjut Xin yang ikut menimpali.
__ADS_1
Lagi-lagi Yuan Lin hanya bisa menghela nafasnya saja mendengar penuturan sosok yang menyerupai teman-temannya itu. tentu ia tahu jika yang ada di depannya itu bukanlah teman-temannya melainkan makhluk lain yang sedang berusaha menghentikannya tapi perkataan mereka berhasil mengenai hati Yuan Lin.
"Ya aku minta maaf lalu apa yang kalian inginkan dariku?" tanya Yuan Lin dengan menatap ke empat sosok tersebut.
"Kami ingin bertarung denganmu." jawab Mix dengan tersenyum smrik.
Yuan Lin hanya tersenyum simpul saja mendengar itu. ia sudah menduga hal seperti ini akan terjadi. tentu saja ia tidak akan membuang-buang waktunya untuk hal seperti ini apalagi dia tahu jika yang ada di depannya ini bukanlah teman-temannya.
"Baiklah jika itu maumu." ujar Yuan Lin dengan mengeluarkan pedang birunnya.
"Apakah kau juga akan melawan temanmu sendiri dengan senjata?" tanya Xin yang membuat Yuan Lin menatapnya dengan bingung.
"Aku ingin kau bertarung dengan tangan kosong. " lanjutnya lagi yang membuat Yuan Lin pun memasukkan kembali pedang birunnya.
Disisi lain Zhi Qing saat ini sudah berada di ruangan ke tiga yang ada di dalam pagoda kembar. kedua pagoda kembar itu sebenarnya memiliki dua nama yaitu pagoda Nien yang di masuki oleh Yuan Lin sedangkan yang satunya lagi bernama pagoda Lien yang di masuki oleh Zhi Qing.
Ujian yang ada di dalam dua pagoda juga tidak sama karena akan menyesuaikan ada berapa kelemahan pada orang-orang yang memasukinya. semakin banyak kelemahan dan ketakutan orang tersebut maka ruangan yang akan di masukinya pun semakin banyak. bukan hanya kelemahan saja tapi juga kecerdasan dan kekuatannya.
saat ini Zhi Qing tengah berhadapan dengan sebuah cermin besar yang di dalamnya terlihat gambaran kecil masa depannya dengan Yuan Lin yang seketika membuat dia terkejut bukan main. bagaimana tidak terkejut, gambaran di cermin itu adalah kematian Yuan Lin yang di bunuh oleh dirinya sendiri.
__ADS_1
Syok. tentu saja itu yang di rasakan oleh Zhi Qing sekarang. kakinya seakan lemas tidak bisa berdiri. keringat dingin mulai membasahinya. ia terduduk lemas sambil terus memperhatikan apa yang terjadi setelahnya di dalam cermin itu.
"Tidak aku tidak seperti itu." teriak Zhi Qing dengan meremas rambutnya kasar.
"Tidak!!! itu tidak akan terjadi. dasar bodoh! cermin sialannn!!. kau pikir dengan membuat cerita yang sangat tidak masuk akal itu akan mempengaruhi ku begitu." teriak Zhi Qing dengan marahnya kemudian meninju cermin itu hingga
Namun setelah kaca itu pecah tiba-tiba saja sebuah cahaya muncul di depannya dan sesaat kemudian terlihat seorang gadis dengan keadaan kacau dan terlihat sangat memprihatinkan.
"Nana." ucap Zhi Qing dengan terkejut.
"Kenapa kau sangat jahat padaku Zhan. apa yang sudah aku lakukan sehingga kau membuatku seperti ini. kau bahkan menjadi laki-laki brengsek yang tidak aku kenal lagi. kenapa kau melakukan ini padaku Zhan. kenapa kau tega." ucap sosok tersebut yang menyerupai Yuan Lin yang sedang menatap Zhan dengan tatapan sendunya.
"Aku tidak melakukan apapun." kata Zhi Qing
"Baiklah jika kau tidak ingin mengakuinya tapi aku akan menunjukannya padamu jika kau yang sudah membuat hidupku hancur. kemarilah." kata Sosok tersebut yang membuat Zhi Qing agak ragu untuk mendekatinya.
"Kemarilah. anggap saja ini permintaan terakhir sebelum aku benar-benar pergi. cepatlah waktuku tidak banyak." kata sosok itu yang akhirnya membuat Zhi mendekatinya.
Sosok yang menyerupai Yuan Lin itu menatap wajah Zhi Qing dengan tatapan sedihnya kemudian ia memegang tangan Zhi Qing dan seketika sebuah ingatan muncul di kepala Laki-laki itu.
__ADS_1
Sebuah ingatan dimana dia mengkhianati Yuan Lin kemudian membunuhnya karena gadis itu mengetahuinya. tanpa rasa bersalahnya dia meninggalkan mayat Yuan Lin di tempat itu.
Melihat bagaimana reaksi Zhi Qing membuat sosok yang menyerupai Yuan Lin itu tersenyum smrik. tapi senyuman itu di sadari oleh Zhi Qing karena saat ini sosok itu tidak menggunakan cadar seperti yang di gunakan Yuan lin.