
Yuan Lin kemudian berdiri dan berbalik menatap pangeran Han Tian yang juga tengah menatapnya. tanpa berkata-kata ia langsung saja pergi meninggalkan pangeran Han Tian.
"Aku rasa dia sedang tidak ingin di ganggu." ucap pangeran Han Tian dengan menghela nafasnya.
Yuan Lin pergi menuju kamarnya. entah apa yang akan dia lakukan setelah ini yang jelas ia ingin mencari tahu semuanya dan ia berjanji akan membalasnya dengan sangat menyakitkan.
Di sisi lain pasangan anak dan ibu sedang berbicara serius. sedari tadi putri Jiang He nampak sangat khawatir jika saja Yuan Lin mengetahui semuanya.
"Ibu aku tidak mau tahu kau harus melakukan sesuatu agar dia tidak mengetahuinya." kata putri Jiang He.
"Ini juga salahmu kenapa kau malah mendorong dia sehingga kepalanya sampai terbentur. jika kau tidak ceroboh sudah pasti ini tidak akan terjadi." seru selir Xu Qin dengan kesalnya.
"Tapi dia sudah menguping pembicaraan kita dan dia sudah mengetahui apa yang sudah kita lakukan. dia mati itu justru lebih baik karena jika dia tetap hidup itu akan menjadi masalah untuk kita." ujar putri Jiang He tak mau kalah dari ibunya.
"Kau memang benar tapi sekarang kita harus menutupinya rapat-rapat dan jangan sampai ada yang tahu. apa saat kejadian itu ada yang sempat melihatnya?" tanya selir Xu Qin
"Ibu tenang saja aku sudah mengurusnya." jawab Putri Jiang He.
"Aku harus mencari cara agar gadis tidak berguna itu pergi dari sini." kata selir Xu Qin.
"Tapi ibu aku merasa jika putri Yuan Lin sekarang sudah kuat kau lihat sendiri kan bagaimana semua orang tertekan saat dia marah." ujar putri Jiang He.
"Aku tidak peduli aku hanya perlu menyuruh orang yang jauh lebih kuat darinya saja." kata selir Xu Qin dengan percaya dirinya.
Mereka menyusun rencana untuk menyingkirkan Yuan Lin dari istana dan jika perlu mereka ingin menyingkirkan Yuan Lin dari dunia ini. entah mengapa mereka sangat membenci Yuan Lin.
__ADS_1
Sore harinya Yuan Lin tak sengaja melihat selir Xu Qin berjalan dengan mengendap-endap seperti seorang pencuri yang khawatir akan tertangkap. karena merasa curiga ia pun akhirnya mengikutinya dari belakang.
Yuan Lin nampak heran ketika selir Xu Qin berjalan menuju ke belakang istana tepatnya ke gerbang belakang istana. ia masih memperhatikan apa yang akan di lakukan oleh selir Xu Qin.
"Apa yang selir bodoh itu lakukan." gumam Yuan Lin yang melihat selir Xu Qin membayar prajurit yang tengah berjaga.
Ia kembali mengikutinya karena ia merasa ada yang di sembunyikan dari selir Xu Qin hingga ia berhenti di sebuah bangunan kosong. ia melihat jika selir Xu Qin tengah menunggu seseorang disana.
Yuan Lin terus memperhatikan gerak-gerik selir Xu Qin hingga tak berselang lama datanglah seorang pria dengan jubah hitamnya.
"Rupanya kau sudah menunggu lama sayang?" kata pria tersebut dengan nada menggodanya.
"Tidak usah berbasa-basi aku ingin kau segera menyingkirkan putri tidak berguna ini. aku akan membayarmu berapapun yang kau mau asal kau secepatnya menyingkirkan gadis itu." kata selir Xu Qin dengan mata penuh dengan kebencian.
"Aku akan melakukan apapun asal kau menghabisinya dulu. jika kau belum berhasil jangan harap aku akan memberikannya. jadi lakukan dulu tugasmu." jawab selir Xu Qin.
"Bagaimana ya. aku akan pikirkan dulu." ujar pria tersebut.
Selir Xu Qin melemparkan sekantong koin emas ke arah pria tadi. tentu saja siapa yang tidak akan senang jika di beri sekantong koin emas.
"Baiklah aku akan melakukannya. tapi kau harus ingat jika aku berhasil menghabisinya maka tubuhmu ini akan menjadi milikku sepenuhnya apa kau mengerti sayang." ujar pria itu dengan mencium singkat bibir selir Xu Qin kemudian melesat pergi.
Yuan Lin dengan cepat mengikuti pria itu. ia ingin tahu dari mana pria itu berasal. tak butuh waktu lama pria itu masuk kesebuah sekte yaitu sekte iblis merah. pria tersebut merupakan pemimpin dari sekte iblis merah.
"Jadi memang benar bukan hanya kedua pria itu tapi juga pemimpim mereka ikut dalam rencana ini. baiklah aku akan mencari lebih detail lagi." kata Yuan Lin kemudian pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Saat dalam perjalanan ia melihat seorang pemuda yang tengah di kepung beberapa orang. tidak ada seorangpun yang menolongnya walaupun disana masih banyak orang yang berlalu lalang.
"Ada apa ini?" tanya Yuan Lin .
"Siapa kau jangan ikut campur masalah ini." kata seorang laki-laki dengan tubuh kekarnya.
"Saya berani bersumpah jika saya tidak mencuri makanan di kedai itu." ucap pemuda yang tengah meringkuk ketakutan.
"Apa yang terjadi bisa kau jelaskan padaku." kata Yuan Lin.
"Tuan ini menuduhku mencuri makanan di kedainya padalah aku mendapatkan makanan itu karena aku di beri oleh seseorang dan itupun sisa." jawab pemuda itu.
"Jika pencuri mengaku sudah pasti penjara akan penuh. katakan saja jika mencurinya atau aku benar-benar akan memukulmu sekarang juga." kata pria paruh baya itu yang ingin melayangkan pukulannya pada pemuda tadi
"Tidak perlu dengan kekerasan. dia sudah menjelaskannya dan aku percaya jika dia tidak melakukan apa yang kau tuduhkan itu." ujar Yuan Lin dengan menghempaskan tangan pria tersebut.
"Kurang ajar kau berani-beraninya ikut campur masalah ini." seru pria itu dengan marahnya kemudian melayangkan pukulannya pada Yuan Lin.
"Aku sudah bilang aku tidak suka dengan kekerasan. untuk apa kau melakukan itu jika dia saja sudah mengakuinya. lebih baik selesaikan masalah dengan baik-baik." kata Yuan Lin dengan menghindari serangan itu.
Karena merasa di permalukan pria itu langsung menyerang Yuan Lin dengan membabi buta. tentu Yuan Lin di buat kesal dengan tingkah pria itu. dia langsung membalikkan keadaan. Yuan Lin memukul perut pria itu dengan kerasnya sehingga pria itu terpental mundur dan mengeluarkan seteguk darah.
"Aku tidak menyukai orang yang keras kepala seperti dirimu. aku tidak habis pikir dengan kalian semua. disaat ada orang yang tertindas seperti ini kalian malah menontonnya tanpa menolongnya sama sekali. apakah kaisar bodoh itu yang mengajari kalian. cih tidak beretika." kata Yuan Lin yang membuat semua orang bingung dan juga heran.
Ia lantas membantu pemuda itu untuk berdiri dan membawanya ke sebuah kedai yang tak jauh dari tempat itu.
__ADS_1