
Yuan Lin berjalan bersama putri Jiang He sedangkan tabib yang akan memeriksa putri Jiang He berada di belakang mereka. tapi seketika Yuan Lin berhenti dan menoleh ke belakang.
"Kau boleh pergi sekarang. aku rasa Jiang er sudah lebih baik sekarang." kata Yuan Lin yang membuat tabib itu bingung.
"Ta tapi putri..."
"Tidak apa-apa. sebagai bayaran mu." kata Yuan Lin dengan mengeluarkan satu kantong koin emas yang membuat putri Jiang He dan tabib itu terkejut bukan main.
Bagi Yuan Lin satu kantong kain emas bukanlah hal besar tapi itu ia lakukan karena ingin mengurangi tumpukan harta yang ada di cincin dimensinya.
"Terima saja dan segera pergi dari sini. jika kaisar Wei bertanya katakan saja jika Jiang er sudah baik-baik saja." kata Yuan Lin yang membuat tabib itu mengangguk kemudian pergi.
Setelah tabib itu pergi putri Jiang He menatap Yuan Lin dengan bingungnya. bukannya tadi dia memojokkan dirinya tapi kenapa sekarang dia justru terkesan seperti ingin menyelamatkannya.
"Tidak usah berpikir jika aku sedang berbaik hati padamu. kau pikir aku tidak tahu apa yang sudah terjadi antara kau dan pangeran dari kekaisaran Ming." kata Yuan Lin yang membuat putri Jiang He terkejut.
"Apa yang kau katakan." ucap putri Jiang He.
"Tidak perlu kau berpura-pura dan menutupi semuanya Jiang He aku sudah tahu semuanya. tapi tenanglah aku tidak akan mengatakannya pada siapapun termasuk pada ibumu. tapi itu hanya mungkin sih aku tidak dapat memastikannya." ujar Yuan Lin dengan tersenyum kecil
"Hah omong kosong apa itu. kau sedang menuduhku hamil begitu?" seru Putri Jiang He .
"Aku tidak pernah mengatakan jika kau sedang hamil tapi kenapa kau membahas hal ini sampai sana. apakah kau benar-benar merasa sedang seperti itu." ujar Yuan Lin ya g membuat putri Jiang He gelagapan bukan main.
"Ti tidak." seru Putri Jiang He kemudian berjalan lebih dulu.
"Tunggu saja saat itu tiba kau akan merasakan apa yang sudah kau buat pada ibuku dan juga pada putri Yuan Lin." gumam Yuan Li kemudian pergi
__ADS_1
Saat Yuan Li sedang berjalan ia melihat perdana menteri yang terlihat seperti sedang memastikan keadaan sekitarnya. setelah itu dia masuk kedalam kamar kaisar Wei. hal tersebut membuat Yuan Lin penasaran kemudian dia mengaktifkan mata dewanya untuk melihat apa yang sedang di lakukan pria itu.
"Jadi dia bermaksud ingin meracuni kaisar begitu. hah itu malah lebih bagus lagi." ucap Yuan Lin dengan tersenyum kecil.
Sebelum perdana menteri keluar Yuan Lin sudah terlebih dahulu ada di depan pintu masuk kamar kaisar Wei. dan saat perdana menteri itu akan keluar ia pun mengetuk pintunya sehingga membuat perdana menteri terkejut.
"Putri apa yang sedang putri lakukan disini?" tanya perdana menteri Dong Wu dengan terkejut.
"Aku ingin mencari kaisar lalu kau sendiri apa yang sedang kau lakukan disini di kamar kaisar?" tanya Yuan Lin balik.
"Oh i itu a aku tadi di suruh untuk mengambil sesuatu oleh kaisar." jawab perdana menteri yang langsung pergi
Malam hari pun tiba Yuan Lin sedang ada di dalam cincin dimensinya. ia ingin menggali informasi apa saja dari pria misterius itu. dia menatap pria itu yang kini masih saja memejamkan matanya. seketika dia mengambil air dan mengguyurkan ke tubuh pria tersebut sehingga pria itu gelagapan dan membuka matanya.
"Sudah puas kau tidur." kata Yuan Lin.
"Aku ingin bertanya denganmu dan jawab sejujurnya karena aku tidak menyukai kebohongan." kata Yuan Lin.
"Kenapa kau ingin membunuhku?" tanya Yuan Lin dengan dinginnya.
"Karena aku disuruh untuk menghabisimu." jawab pria itu.
"Siapa yang sudah menyuruhmu?" tanyanya lagi.
"Selir Xu Qin dia yang sudah menyuruhku." jawab pria itu .
"Apakah sebelumnya kau pernah disuruh juga untuk menghabisi orang lain selain aku?" tanya Yuan Lin.
__ADS_1
"Ya aku pernah disuruh untuk menghabisi kaisar Wei tapi aku gagal karena ada yang menolongnya." jawabnya.
"Kalian jaga saja dia aku masih ada urusan." kata Yuan Lin kemudian menghilang dari sana.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya elang halilintar.
"Dasar binatang. kau seharusnya tahu jika dia pernah mengalami sesuatu hal yang bahkan mungkin jika orang lain ya g mengalaminya tidak akan bertahan sampai disini." seru Chen Zu.
"Apa yang dia bicarakan aku tidak mengerti." ucap serigala ekor sembilan.
"Yang jelas nona sedang melakukan apa yang seharusnya dia lakukan dari dulu. kita hanya perlu membantunya saja." timpal naga Yang.
Saat ini Yuan Lin sedang berada di kamarnya. entah apa yang sedang gadis itu lakukan. dia melepaskan kalung pemberian Fu saat dia sampai disini. Kalung dengan liontin bulan sabit dan satu mutiara di atasnya. ia menatap kalung itu dengan seksama.
"Kenapa aku merasa jika kalung ini bukanlah kalung biasa. permaisuri Jia Li yang memberikan ini pada putri Yuan Lin." gumam Yuan Lin.
Ia terkejut ketika kalung itu tiba-tiba saja mengeluarkan cahaya. dan tiba-tiba saja muncul beberapa bayangan di depan Yuan Lin. sebuah bayangan dua orang laki-laki dan perempuan yang tengah tersenyum manis pada Yuan Lin. ia tentu bingung dengan semua yang terjadi disini.
"Siapa kalian?" tanya Yuan Lin .
"Aku adalah ibumu putri." jawab bayangan tersebut yang membuat Yuan Lin semakin bingung.
"Apa maksudnya?" tanya Yuan Lin dengan bingungnya.
Setelah mengatakan itu bayangan itu pun perlahan menghilangkan dan menyisakan banyak sekali pertanyaan dari diri Yuan Lin. jika bayangan tadi adalah orang tuanya maka putri Yuan Lin bukanlah anak kandung kaisar Wei. dan siapa pria yang berada di samping ibunya.
"Apalagi ini aku sungguh tidak mengerti. apakah mungkin jika putri Yuan Lin bukanlah anak kandung dari kaisar Wei. ck membingungkan sekali. kenapa di kehidupan ku kali ini sama saja dengan kehidupan yang sebelumnya." gumam Yuan Lin .
__ADS_1
Karena tidak mau terlalu memikirkan hal tersebut ia pun membaringkan tubuhnya kemudian berlalu ke alam mimpinya.