
Seorang laki-laki tampan dengan setelan baju khas seorang dokter tengah berlari dengan terburu-buru menuju lift ketika mendapatkan kabar jika pasien yang dia tangani sudah sadar dari komanya.
Saat ini dia berada di luar negeri karena mendapat tugas disana untuk menangani pasien yang mengalami gagal jantung dan kebetulan operasinya sudah berjalan dengan lancar. ia membatalkan tugas keduanya di rumah sakit xxxx untuk menangani pasien kanker pa*udara karena mendapat kabar tersebut dan kini dia sedang bergegas untuk kembali ke negara asalnya.
"Maaf dok tapi saya ada urusan yang sangat penting dan tidak bisa saya tinggal karena itu saya ingin agar dokter saja yang menangani pasiennya karena saya sedang dalam perjalanan pulang." kata laki-laki tersebut yang tengah berbicara dengan seseorang di ponselnya.
"Baik saya tidak keberatan dengan itu saya akan membayarnya sekarang." lanjutnya lagi dengan mematikan panggilannya dan mengetik sesuatu di ponselnya.
Ia berlari dengan sangat cepat di koridor rumah sakit hingga membuat para pengunjung yang melihatnya terlihat heran dan bingung. ia mengendarai mobilnya menuju apartemen dan langsung memasukan semua barang-barangnya kedalam koper.
Ia memesan waktu penerbangan siang ini juga dan langsung lepas landas. ia sungguh tidak sabar melihat pasien yang selama ini dia rawat dan dia tunggu akhirnya membuka matanya.
"Ck kenapa pesawat ini sangat lambat. apakah aku perlu membuat pesawat sendiri yang kecepatannya berkali-kali lipat." gerutu laki-laki itu dengan kesalnya.
Sepanjang perjalanan dia selalu memeriksa jam tangannya karena saking tidak sabarnya untuk sampai di negara asalnya. dia yang mempunyai kebiasaan tidur di pesawat kini laki-laki itu justru tetap terjaga bahkan rasa kantuk tidak menyerangnya sedikitpun.
Beberapa jam berlalu kini dia sudah sampai di negara asalnya. ia turun di bandara JS dan langsung menghampiri mobil yang sudah menunggu kedatangannya.
"Kemana tuan?" tanya sopirnya.
__ADS_1
"Kerumah sakit." jawab laki-laki itu
"Cepatlah sedikit kenapa kau sangat lambat hah." seru laki-laki itu dengan kesalnya.
"Bagaimana aku bisa cepat kondisi jalannya saja sangat macet." batin sopir tersebut yang tidak berani berbicara langsung.
Laki-laki itu terus memeriksa jam tangannya. ia terjebak macet yang lumayan panjang sehingga membuatnya sangat kesal dan tidak sabar. ia turun dari mobil dan mencari ojek agar bisa cepat sampai.
"Tuan, tuan Anda mau kemana!' seru sopir itu yang melihat laki-laki yang sudah 7 tahun menjadi majikannya itu keluar mobil dan langsung menaiki ojek .
Di rumah sakit, suster Mia menceritakan bagaimana keadaan gadis yang bernama Niken yang koma selama 13 tahun di rumah sakit . ia juga sedikit demi sedikit melatih gadis itu untuk melenturkan ototnya kembali. tentu saja 13 tahun bukan waktu yang sebentar apalagi di habiskan dengan tidur tentu itu akan membuat semuanya otot-ototnya akan kaku dan sulit untuk di gerakkan.
Sedikit kisah tentang Niken...
Gadis itu baru saja pulang dari sekolahnya dan menghindari seorang lelaki culun dan kutu buku yang selalu ingin menempel padanya dengan menaiki Bus. setiap harinya Niken selalu di buat kesal dan marah karena laki-laki culun dan kutu buku itu selalu menempel padanya. tak jarang juga dia selalu memakinya namun entah terbuat dari apa hati laki-laki itu sehingga tidak pernah marah padanya.
Sebelum Niken mengalami kecelakaan, laki-laki culun yang selalu mengikutinya itu menyatakan perasaannya padanya namun dia menolaknya dengan alasan ia tidak ingin berpacaran di usianya sekarang dan pergi begitu saja meninggalkan laki-laki itu.
Karena merasa jika jawaban yang di terima kurang pas dengan apa yang dia pikirkan akhirnya laki-laki itupun mengejar Niken. bukannya berhenti justru Niken malah berlari dengan kencangnya untuk menghindarinya dan masuk kedalam bus.
__ADS_1
Laki-laki itu tentu saja mengejar bus tersebut yang sudah mulai berjalan. ia berlari dan mencari jalan pintas agar bisa mengejar Bus itu. dan saat sudah melihatnya ia di kejutkan dengan suara dentuman keras dan ternyata itu adalah sebuah tabrakan antara bus yang di tumpangi Niken dengan sebuah truk yang bermuatan kayu.
End....
"Takdir ku kenapa sangat lucu. setelah tubuh ini tiada aku akan terdampar di mana lagi. ku mohon jangan lemparkan jiwaku kedalam tubuh binatang ku mohon padamu hiks..." batin Yuna yang tengah meratapi nasibnya.
"Aku akan keluar dulu. mungkin sebentar lagi temanmu akan datang." kata suster Mia yang membuat Yuna ralat Niken paham siapa yang akan datang.
Ia pun memiringkan tubuhnya membelakangi pintu. ketika mendengar suara pintu terbuka ia pun langsung bersuara.
"Maaf tapi sudah ku katakan aku ingin kita hanya menjadi teman. aku sudah menyukai orang lain jadi tolong mengertilah." kata Niken yang sudah sangat yakin jika teman yang di maksud suster Mia adalah Zein, laki-laki culun dan kutu buku yang selalu menempel padanya.
Tidak ada jawaban sama sekali dari orang yang baru saja masuk ke dalam ruangan Niken sehingga membuat gadis itupun membalikkan badannya. terlihatlah punggung yang begitu luas serta bahu yang lebar dan kokoh tengah berdiri membelakanginya.
Niken bisa melihat sekilas jika laki-laki itu tengah mengupas buah apel. tapi setelah laki-laki itu berbalik dan menatapnya sambil menggigit buah apel ia di buat terkejut dengan siapa yang tengah berdiri di hadapannya.
Dengan refleks ia langsung berdiri yang membuat laki-laki itu terkejut.
"Zhan!!!!" seru Niken dengan terkejutnya.
__ADS_1
Laki-laki itu tersenyum manis ketika Niken memanggil nama depannya. ia sangat senang melihat Niken sadar. rasa bersalah yang dia rasakan bertahun-tahun kini mulai sedikit demi sedikit hilang setelah gadis itu sadar.
"Hmm ya ini aku. bagaimana keadaanmu?" tanya Laki laki itu yang ternyata adalah Zein, laki-laki culun dan kutu buku yang kini telah menjelma menjadi seorang laki-laki tampan dan berkharisma serta di sukai banyak sekali gadis di luaran sana.