
Tak terasa hari pun kini sudah pagi. Yuan Lin masih setia memejamkan matanya dan enggan untuk beranjak dari tempat tidur. entah kenapa dia merasa sangat nyaman berada di penginapan itu.
tak berselang lama ketukan pintu pun membuatnya membuka matanya. ia beranjak dengan kesalnya dan membuka pintu. di lihatnya pemilik penginapan itu bersama satu pelayan tengah membawa nampan yang berisi makanan.
"Selamat pagi nona. ini sarapannya sudah kami siapkan." kata pemilik penginapan tersebut ramahnya.
"Ya paman terimakasih tapi aku masih sangat mengantuk dan ingin melanjutkan tidur ku." kata Yuan Lin dengan menguap kemudian menutup pintunya dan melemparkan tubuhnya ke kasurnya lagi.
Tapi yang membuatnya lebih kesal lagi adalah dia sudah tidak bisa tidur lagi jika sudah bangun. inilah alasannya kenapa dia sangat tidak suka jika sedang tidur ada orang yang mengganggunya.
"Ck sialannn mata ini kenapa tidak bisa ku ajar tidur lagi padahal aku masih sangat lelah. sudahlah lebih baik aku mandi saja. oh iya aku lupa jika pagi ini aku harus ke istana Chen." kata Yuan Lin dengan menepuk jidatnya kemudian beranjak menuju kamar mandi.
Selesai dengan mandinya ia pun memakai pakaian dan sarapan setelah itu dia pergi keluar. saat dalam perjalanan ada beberapa pria yang menghadangnya. mereka menatap Yuan Lin dengan tatapan yang tak biasa.
"Hei gadis manis apakah kau orang baru disini kenapa aku belum pernah melihat mu." kata salah satu pria dengan senyum nakalnya.
"Wah bisakah kita berkenalan cantik. siapa namamu. apakah kau mau ikut dengan kami untuk bersenang senang."
"Kenapa kau menutupi wajah cantikmu he. ayolahhh buka ya kami ingin melihatnya bagaimana wajah manismu itu."
Yuan Lin dengan kasar menepis tangan pria yang dengan lancangnya ingin menyentuh wajahnya. tanpa ampun dia langsung melemparkan pria tersebut hingga menabrak sebuah toko.
Beberapa orang yang sedang berlalu lalang pun langsung berhenti dan menghampiri ketika mendengar suara keributan.
"Lancang siapa yang menyuruh mu untuk menyentuhku hah." kata Yuan Lin dengan marahnya.
"Hei hei gadis manis kenapa kau marah. kita hanya ingin melihat wajah mu saja apakah itu tidak boleh. ayolah sebentar saja di buka apa susahnya He."
__ADS_1
"Cuihh bermimpi lah saja kau. menjauh dari hadapan ku sebelum aku hilang kesabaran." kata Yuan Lin dengan suara dinginnya.
"Ckckck ternyata kau sombong sekali gadis kecil. apakah kau tidak tahu siapa kami. kau hanyalah seorang gadis jangan berani bermacam-macam dengan kami apalagi menolak perintah kami. cepat buka penutupnya atau aku yang akan memaksamu." kata pria itu dengan suara kerasnya.
"Jika aku tidak mau kau mau apa hah!" kata yuan Lin.
Yuan Lin benar-benar tidak menyangka Jika alam atas sama seperti alam bawah Dimana masih saja ada orang yang suka membuat masalah dengan orang lain seperti saat ini yang di lakukan padanya.
"Kau. berikan dia pelajaran dulu. aku ingin melihat apa yang akan dia lakukan. apakah kau pikir ucapkan ku tadi adalah main-main."
Sungguh Yuan Lin benar-benar sangat kesal jika berurusan dengan hal seperti ini. baru saja dia ingin bersantai tapi para orang bodoh itu malah sengaja membuat masalah dan memancing emosinya.
Yuan Lin langsung melemparkan orang-orang itu dengan sekali hempasan tangannya. tentu saja hal itu membuat mereka marah dan langsung mengepung Yuan Lin.
"Kau sudah berani melawan kami gadis kecil. aku tidak akan mengampunimu." kata pria itu dengan marahnya.
"Cepat panggil jenderal." kata salah seorang prajurit pada rekannya.
Lagi-lagi mereka terlempar dan kembali bangkit lagi seakan tidak terima jika mereka di kalahkan oleh seorang gadis biasa. Yuan Lin juga tidak main main dia ingin segera menyudahi permainan ini.
Duarrrr.....
Keempat pria tadi terpental dan mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya. mereka merasakan jika tulang mereka benar-benar patah karena serangan Yuan Lin yang kuat.
"Siall gadis itu ternyata sangat kuat." umpat salah satu pria dengan mengelap bibirnya.
"Sudah aku katakan aku tidak suka bermain-main dengan orang-orang bodoh seperti kalian. jangan muncul lagi di hadapanku." kata Yuan Lin dengan berlalu pergi.
__ADS_1
Baru beberapa langkah saja sebuah belati melesat menuju ke arahnya. dengan sigap dia menghindarinya dan membalikkan serangan tersebut hingga mengenai salah satu pria yang menghadangnya tadi.
Melihat bagaimana cara bertarung Yuan Lin membuat orang-orang yang menyaksikannya kagum dan juga bertanya-tanya siapakah gadis itu. keempat pria tadi memang sangat suka membuat masalah dan mereka juga membernarkan apa yang di lakukan Yuan Lin.
Seorang jenderal datang bersama salah satu prajurit dan langsung bertanya apa yang sebenarnya terjadi. salah satu warga pun menjelaskannya jika para pria itu telah menggangu seorang gadis hingga mereka di beri pelajaran oleh gadis itu.
"Siapa gadis itu?" tanya jenderal Su
"Saya tidak tahu tuan. tapi sepertinya dia orang baru karena saya belum pernah melihatnya sebelumnya."
"Baiklah bawa mereka. aku akan mencari gadis itu. aku penasaran siapa dia." kata jenderal Su dengan berlalu pergi.
Disisi lain Yuan Lin tengah berjalan sambil memperhatikan sekelilingnya yang sudah di penuhi banyak sekali orang. sekarang dia ada di pasar dan akan segera menuju ke kerajaan raja Ruxi Zu.
"Ternyata disini sama seperti di dunia bawah. aku kira akan berbeda." gumam Yuan Lin.
Ia pun merasa tertarik ketika melihat toko pernak-pernik yang tak jauh darinya. ia pun berinisiatif untuk membeli dan di jadikan sebagai buah tangan saat tiba di istana.
"Oh ya bibi aku menyukai hiasan rambut ini. berapa yang harus aku bayar." tanya Yuan Lin pada pedagang itu.
"Karena yang di pilih nona mempunyai kualitas bagus itu tidaklah murah nona. non harus membayar 6 keping emas." kata pedagang tersebut yang membuat Yuan Lin terkejut.
"Ahhh ini mahal sekali bahkan di tempat banyak yang menjual seperti ini. apakah tidak boleh kurang bibi." kata Yuan Lin dengan menawar.
Ohh ayolah Yuan Lin kenapa kau melupakan seberapa kayanya dirimu. 6 koin emas itu bukan apa-apa.
"Tidak nona itu sudah harga pas." jawab pedagang tersebut.
__ADS_1