Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Kebenaran


__ADS_3

"Maaf tapi saya tidak masalah dengan penampilan saya hanya saja saya memang tidak ingin menikah di waktu sekarang ini." kata Yuan Lin dengan dinginnya.


"Apakah ada yang kurang dari putra kami sehingga putri menolaknya?" tanya raja Henlux dengan nada sedikit tidak suka.


"Sudah saya katakan lagi jika saya tidak ingin menikah di waktu sekarang. sekali lagi mohon maaf saya permisi dulu." jawab Yuan Lin dengan berjalan keluar.


Pangeran kecil yang melihat Yuan Lin keluar pun langsung melompat dari gendongan kaisar Wei dan mengejar gadis itu. Yuan Lin Lin menuntun bocah kecil itu dan keluar. melihat kepergian Yuan Lin membuat ratu Inha menjadi marah.


"Apakah putrimu itu sangat tidak tahu sopan santun kaisar." kata ratu Inha.


"Saya minta maaf atas apa yang putri saya lakukan namun itu adalah keputusannya jadi saya tidak bisa ikut campur. sekali saya minta maaf." kata kaisar Wei.


Hilux yang tadinya penuh percaya diri jika gadis yang dia sukai tidak akan menolaknya pun kini hanya bisa tersenyum kecut saja. namun ia tidak akan menyerah begitu saja. laki-laki itu beranjak keluar untuk mengejar Yuan Lin.


Dilain sisi putri Jiang He dan pangeran Kang Ming He di buat kalang kabut mencari keberadaan putra mereka. mereka bertanya pada prajurit yang tengah berjaga namun tidak ada yang tahu sehingga membuat mereka berdua bertambah khawatir.


"Bagaimana ini pangeran dimana putraku." kata putri Jiang He dengan cemasnya.


"Tenanglah pasti putra kita baik-baik saja." ujar pangeran Kang Ming dengan menenangkan istrinya yang hampir menangis.


Tiba-tiba ada seorang prajurit yang menghampiri mereka berdua dan mengatakan jika pangeran Kecil sedang bersama Yuan Lin. mereka berdua pun menghela nafas lega kemudian pergi untuk mencari Yuan Lin.

__ADS_1


Ketika melihat Yuan Lin tengah menggandeng seorang bocah kecil putri Jiang He langsung berlari dan memeluk bocah tersebut.


"Sudah berapa kali bunda katakan jika ingin pergi beritahu bunda dulu." kata putri Jiang He dengan nada marahnya yang membuat pangeran Zhi Ming Yu langsung bersembunyi di belakang Yuan Lin.


"Kau ini kenapa datang-datang memarahinya. memang salah jika dia ingin bermain denganku." kata Yuan Lin dengan menatap pangeran Zhi Ming Yu yang tengah bersembunyi.


"Tidak. hanya saja aku sangat khawatir jika dia hilang. dia sangat sering bertingkah seperti itu dan membuat ku kalang kabut mencarinya." ujar putri Jiang He.


"Sudahlah dia hanya anak kecil saja kenapa kau mempermasalahkannya. hei jagoan kenapa bersembunyi ibumu ini tidak akan berani memarahimu lagi. jika dia memarahimu katakan saja pada jiejie." kata Yuan Lin dengan mengelus kepala bocah kecil itu.


"Tak mahu nda cepelti sina." ucap pangeran Zhi Ming Yu dengan suara cadelnya.


"Hei kau mengataiku seperti singa." seru Putri Jiang He dengan terkejut.


"Ayah tidak seperti ibumu jadi kemarilah." ucap pangeran Kang Ming He dengan membujuk anaknya namun bocah tersebut justru menggelengkan kepalanya dengan menjulurkan lidahnya.


"Hei jagoan tidak boleh seperti itu. sekarang minta maaf pada mereka itu tidak baik." kata Yuan Lin yang membuat pangeran Zhi Ming Yu kecil menghampiri ayahnya dan meminta untuk di gendongnya.


Yuan lin pun mengajak pangeran Kang Ming He dan putri Jiang He untuk mengikutinya. ia ingin mengatakan sesuatu yang selama ini tidak ada yang mengetahuinya selain dia dan juga Chen Zu.


Pasangan suami istri itu pun hanya menurut saja walaupun sebenarnya mereke juga bingung karena Yuan Lin mengatakan dengan nada sangat serius. Yuan Lin juga mencari keberadaan pangeran Huang Hun dan Han Tian serta kaisar Wei juga.

__ADS_1


Kini mereka semua sudah ada di ruangan kaisar Wei. semuanya terlihat bingung mengapa tiba-tiba Yuan Lin mengumpulkan mereka semua.


"Ada apa putri kenapa putri mengumpulkan kami semua disini apakah ada masalah?" tanya kaisar Wei.


"Benar lin Lin ada apa?" tanya pangeran Han Tian.


"Aku ingin mengatakan sesuatu. entah kalian akan percaya atau tidak tapi aku berfikir aku harus mengatakannya sekarang." jawab Yuan Lin yang membuat semua orang semakin tidak mengerti.


"Sebenarnya aku bukanlah putri Yuan Lin." kata Yuan Lin dengan nada seriusnya namun membuat mereka semua terkejut dan di sambut gelak tawa dari pangeran Han Tian.


"Lin Lin apakah kau mengumpulkan kami hanya untuk membicarakan hal konyol seperti itu hahaha itu sangat tidak lucu." kata pangeran Han Tian.


"Apa kau sedang sakit Lin Lin?" tanya pangeran Huang Hun.


"Aku sedang tidak bercanda apalagi sakit. yang aku katakan salah benar jika aku bukan putri Yuan Lin. putri Yuan Lin sudah meninggal saat dia di asingkan di hutan terlarang dan aku adalah Yuna gadis dari masa depan. aku tidak tahu bagaimana aku bisa disini dan menempati tubuh putri Yuan Lin tapi putri Yuan Lin sendiri yang menemuiku dan mengatakan jika aku harus memberikan keadilan untuknya dan ibunya. setelah semuanya selesai aku bisa memiliki tubuhnya seutuhnya." kata Yuan Lin yang membuat semua orang terkejut.


"Apa yang kau maksud putri?" tanya kaisar Wei dengan bingungnya.


"Seperti yang aku katakan tadi jika aku bukanlah putri Yuan Lin. aku adalah Yuna gadis dari masa depan. putri Yuan Lin sudah meninggal saat di asingkan di hutan terlarang karena racun yang berada di dalam tubuhnya." jawab Yuan Lin yang membuat semuanya kembali terkejut.


"Itu tidak mungkin. kau adalah Lin Lin adik kecilku. bagaimana bisa kau mengatakan itu pada kami." kata pangeran Han Tian yang syok mendengar penuturan Yuan Lin.

__ADS_1


"Aku hanya mengatakan yang ada di pikiran ku selama ini. jika aku tidak mengatakannya maka aku akan menjadi orang yang bersalah karena telah membohongi kalian semua. percaya atau tidak itu adalah hak kalian yang terpenting aku sudah mengatakannya semuanya." ujar Yuan Lin yang membuat semua orang terdiam.


__ADS_2