
Mendengar ucapan tetua Wu Jianzhou membuat semuanya hanya bisa terdiam saja. tapi tetap saja putri Mei bersalah. tetua Wu Jianzhou pun menatap Yuan Lin dia bertanya dimana putrinya saat ini. tentu saja tidak ada jawaban dari Yuan Lin karena gadis itu juga tidak tahu dimana pastinya Chen Zu membawa putri Mei.
"kalian hanya perlu meningkatkan kewaspadaan saja dan jangan lengah karena itu akan sangat menguntungkan pasukan musuh. jadikan kejadian ini sebagai pelajaran agar lebih berhati-hati lagi." kata Yuan Lin.
"Ya sekali lagi terimakasih karena sudah membantu klan ini." kata Panatua Zhou
"Aku juga ingin meminta maaf atas nama putriku. jika dia memang bersalah aku akan membiarkan orang lain yang menghukum putriku. aku ingin dia mendapatkan pelajaran agar dia bisa merubah sifatnya." ucap tetua Wu Jianzhou.
"Tapi ku rasa itu akan sulit." ujar yuan Lin yang membuat tetua Wu Jianzhou hanya bisa menghela nafasnya saja.
Disisi lain tepatnya di kediaman Wu Xun, pria itu nampaknya tengah berjalan mondar-mandir di dalam ruangannya. setelah menjalankan rencananya itu pikiran Wu Xun tak pernah lepas dari putri Mei Karena gadis itu tidak juga kembali sampai sekarang.
Dia juga sudah memerintahkan dua anggotanya untuk menjemput putri Mei ke penginapan. hingga beberapa saat kemudian orang-orang yang di perintahkan untuk menjemput keponakannya pun pulang. mereka terus menunduk dan tidak berani mengangkat kepalanya.
"Bukankah aku menyuruh kalian untuk menjemput keponakan ku. lalu dimana dia sekarang kenapa tidak bersama kalian?" tanya Wu Xun
"Ma aaff tuan tapi putri Mei tidak ada di sana. kami sudah mencari kesemua ruangan dan tempat-tempat terdekat dari penginapan itu tapi tetap saja putri Mei tidak ada disana." kata seorang pria yang merupakan anak buah Wu Xun
"Bagaimana mungkin. apakah kalian sudah mencarinya dengan benar hah!!" bentak Wu Xun dengan marahnya.
"i iya tuan kata kami sudah mencarinya dengan sangat benar dan teliti tp putri Mei benar-benar tidak ada di sana." jawabnya dengan gemetaran.
__ADS_1
Wu Xun pun langsung saja beranjak pergi menuju penginapan tempat dimana dia dan putri Mei menjalankan rencananya untuk menjebak Chen Zu.
Tak butuh waktu lama, kini dia sudah sampai di depan pintu kamar. dia mendobrak dengan paksa dan langsung masuk begitu saja. saat sampai di dalam tidak ada orang sama sekali hanya. dia pun menilik dari sudut ke sudut lain dengan seksama.
"Sialannn!!! bagaimana ini bisa terjadi. siapa yang sudah menggagalkan rencanaku. lalu sekarang dimana Mei'er." gumam Wu Xun dengan mengepalkan tangannya marah.
Tiba-tiba saja sesuatu muncul di belakangnya. dia menyadari sesuatu ada di belakangnya sehingga Langsung berbalik dan melayangkan serangannya tapi serangan itu berhasil di tahan oleh sosok yang berdiri di belakangnya.
"Ternyata kau yang ingin menjebak ku." Sebuah suara berat dan penuh penekanan. ya siapa lagi jika bukan Chen Zu. laki-laki itu sengaja melakukannya karena dia tidak ingin repot mencari orang di belakang putri Mei
Melihat siapa yang ada di depannya tentu saja Wu Xun terkejut. tentu dia tahu siapa yang ada di depannya ini. dia mundur beberapa langkah dan tetap tidak menurunkan kewaspadaannya.
"Bagaimana kau bisa disini hah!!? lalu dimana Mei'er? kau sembunyikan dimana hah!!" bentak Wu Xun dengan suara kerasnya
"Katakan padaku dimana kau menyembunyikan Mei'er hah jangan coba-coba bermain-main denganku atau kau akan merasakan akibatnya." kata Wu Xun dengan tatapan tajamnya.
"Apa? kau ingin melakukan apa padaku? kau sadar bukan kenapa aku bisa sampai disini dan membawa gadis sialan itu. jika aku mau detik ini juga aku akan menghabisimu tapi aku tidak melakukannya karena aku ingin memberikanmu sebuah hadiah terlebih dahulu." kata Chen Zu dengan. tersenyum menyeringai sehingga membuat Wu Xun langsung meningkatkan kewaspadaannya.
"Katakan padaku dimana kau membawa Mei'er!!" bentak Wu Xun dengan. melayangkan sebuah seranganya pada Chen Zu.
Chen Zu hanya menghindarinya saja karena itu serangan tersebut mengenai tempat tidur. karena Chen Zu tau apa yang akan terjadi selanjutnya akhirnya dia pun melesat keluar membuat Wu Xun juga langsung melesat mengejarnya.
__ADS_1
Mereka berhenti di tengah hutan dimana disana tidak ada siapapun dan hanya mereka berdua. keduanya sama-sama terlibat pertarungan sengit. Chen Zu juga sudah tak ingin main-main lagi. dia menggunakan kekuatan pengendali tubuh untuk membuat seseorang tidak bisa berkutik lagi jika dihadapkan dengannya.
Dan benar saja setelah Chen Zu menggunakan kekuatan pengendali tubuh. tubuh Wu Xun mendadak tidak bergerak sama sekali dan hanya bola matanya saja yang bergerak. melihat hal itu tentu saja membuat Chen Zu tersenyum menyeringai.
Kekuatan pengendali tubuh sama saja seperti pengendali jiwa. keduanya memiliki fungsi yang bsqna namun
"Hahaha bagaimana apakah sekarang kau masih bisa sombong dan berlagak kuat di depanku. kau itu hanyalah seonggok sampah yang harus segera di bereskan Kate itu sungguh akan menggangu." kata Chen Zu dengan tersenyum kecil
Saat ini yang bisa di lakukan oleh Wu Xun hanyalah berkata-kata dalam hati saja karena dia tidak bisa berbicara apalagi menggerakkan tubuhnya.
Chen Zu menyilangkan tangannya ke dada sambil menatap Wu Xun dengan tersenyum kecil.
Dia mendekati Wu Xun yang membuat pria itu sedikit gemetaran. bukan apa-apa itu semua karena dia takut jika Chen Zu akan berbuat sesuatu di luar dugaannya. jika benar dia hanya bisa pasrah saja dengan nasibnya karena dia tidak bisa melakukan apapun saat ini
"Hadiah apa yang pantas untuk kau dapatkan." gumam Chen Zu
"Brengsek laki-laki sialannn ini. apa yang ingin dia lakukan padaku. kenapa aku sama sekali tidak bisa bergerak apalagi berbicara." batin Wu Xun dengan terus mengumpat.
"Bukankah kehilangan semua kekuatan mu itu adalah Hadiah yang sangat indah." Kata Chen Zu yang membuat Wu Xun terkejut bukan main.
Sebisa mungkin dia memberontak tapi tetap saja Ida hanya bisa diam tanpa bergerak. tanpa basa basi lagi Chen Zu langsung menotok titik-titik tertentu untuk menghancurkan Meridian Wu Xun.
__ADS_1
Jika saja saat ini Wu Xun bisa berbicara pasti pria itu sudah berteriak seperti orang gila. Setelah selesai dengan tujuan Chen Zu pun tersenyum puas.
"Aku masih baik hati karena tidak menghilangkan semua kekuatan mu bodoh. bagaimana hadiahku sangat indah bukan." kata Chen Zu dengan tersenyum kecil