Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Liao Shan


__ADS_3

"Apa yang sebenarnya terjadi kenapa bisa kau di pukuli seperti ini?" tanya Yuan Lin setelah sampai di kedai makan.


"Saya tidak tahu apa kesalahan saya. saat itu ada seorang wanita yang memberi saya sisa makanan tapi ketika saya akan memakannya tiba-tiba saja pria tadi datang dan langsung melemparkan makanan itu dan memaki saya dengan mengatakan saya adalah pencuri " jawab pemuda itu.


"Siapa namamu?" tanya Yuan Lin.


"Saya Liao Shan." jawab pemuda tadi yang bernama Liao Shan.


"Sekarang kau tinggal dimana?" tanya Yuan Lin lagi


"Tak jauh dari sini nona. emm maaf sebelumnya nona ini siapa kenapa tiba-tiba datang menolong saya?" tanya Liao Shan dengan sedikit waspada.


"Tidak perlu takut aku hanyalah pengembara biasa. Panggil saja aku Yuan Lin." jawab Yuan Lin dengan tersenyum.


Entah mengapa Liao Shan merasa tidak asing dengan nama itu tapi ia segera menepis pemikirannya.


"Apakah nona tidak merasa malu duduk bersama saya?" tanya Liao Shan karena beberapa orang nampak memperhatikan ke arah mereka dan itu tentu membuat Liao Shan tidak nyaman.


"Kenapa harus malu. kita sama-sama manusia hanya saja yang membedakan kita adalah status dan kekayaan hanya itu saja tapi bagiku kaya miskin tetap sama saja yang terpenting mereka baik padaku maka aku juga akan berlaku baik padanya tak terkecuali denganmu." jawab Yuan Lin yang membuat pemuda itu menatapnya dengan sulit di artikan.


"Sekarang makanlah dulu aku sudah sangat lapar." lanjutnya dengan mengambil makanan yang sudah ada di depannya.


"Tenang saja aku yang membayarnya." ujar Yuan Lin seakan tahu isi pikiran Liao Shan.


Liao Shan hanya tersenyum canggung saja kemudian ikut memakannya. tidak menutup kemungkinan jika saat ini dia tengah kelaparan. setelah menyelesaikan makannya mereka pun beranjak dari sana.

__ADS_1


Yuan Lin menatap pria yang ada di sampingnya itu dengan sulit di artikan entah kenapa dia merasa ada sesuatu yang istimewa dari pemuda itu.


"Apakah kau mau berteman denganku sekaligus menjadi tangan kananku?" pertanyaan Yuan Lin tentu saja membuat Liao Shan terkejut bukan main karena baru kali ini ada seseorang yang mengajaknya berteman.


"A apa yang nona katakan." ucap Liao Shan dengan wajah tidak mengertinya.


"Kau mau jadi temanku atau tidak?" tanya Yuan Lin dengan nada dinginnya. ia sungguh tidak suka jika harus mengulangi perkataanya.


"Bagaimana nona bisa mengatakan hal aneh itu." ucap Liao Shan yang membuat Yuan Lin ingin sekali memukul kepalanya saat ini.


"Katakan sekarang kau ingin menjadi temanku atau mau ku pukul kepalamu." kata Yuan Lin yang membuat pemuda itu sedikit ketakutan.


"Ta tapi..."


"Sa saya mau menjadi te teman nona." ujar Liao Shan dengan gugupnya ketika melihat Yuan Lin sudah mengeluarkan belatinya.


Liao Shan hanya menggaruk kepalanya saja melihat tingkah Yuan Lin. mereka berjalan untuk kembali pulang. tak lupa Yuan mengatakan pada pemuda tadi agar besok pagi menunggu di tempat yang sudah ia katakan tadi.


Yuan Lin melesat menuju istana. saat sampai di depan gerbang para prajurit yang tengah berjaga itu di buat terkejut dengan kemunculan Yuan Lin yang secara tiba-tiba sudah berada di depan mereka. hampir saja mereka menodongkan senjatanya jika saja mereka lupa siapa yang kini ada di depannya.


Yuan Lin hanya menatap mereka dengan tatapan jengahnya saja kemudian berjalan masuk istana. ia milihat putri Jiang He tengah berjalan dengan membawa sesuatu di tangannya. Yuan Lin mengikutinya dan sampailah dia di dapur istana.


"Hei kalian keluarlah aku ingin masak sendiri disini." kata putri Jiang He dengan menyuruh para pelayan itu keluar.


"Tapi putri bagaimana jika kaisar mengetahuinya kami tidak berani. lebih baik putri duduk saja biar kami yang memasak untuk putri." kata pelayan.

__ADS_1


"Keluar sekarang ini adalah perintah." bentak putri Jiang He yang membuat semua pelayan langsung berlari keluar.


"Hah dasar pelayan bodoh. aku akan menyiapkan sesuatu yang sangat istimewa untuk Lin jiejie. aku pastikan kali ini dia akan sangat menikmatinya sampai-sampai dia tidak akan sadar jika sudah tidak ada di dunia ini hahaha." kata Jiang He tertawa kecil


Yuan Lin yang mendengar itupun hanya tersenyum menyeringai saja. ada saja orang-orang bodoh yang berusaha untuk membuatnya tiada apa mereka pikir semudah itu Yuan Lin akan mati.


Ia segera pergi dari tempat itu dan menuju kamarnya. di dalam kamar ia hanya terdiam saja entah apa yang dia pikirkan tapi saat ini dia sangat merindukan sosok Fu yang selalu bertanya padanya setiap saat.


"Hah aku sangat merindukan semua pertanyaan pertanyaan yang selalu membuat ku kesal." gumam Yuan Lin dengan menatap langit-langit kamarnya.


Tak berselang lama pintu kamar Yuan Lin pun di ketuk oleh seseorang. ia tersenyum kecil karena ia sudah menunggu tamu spesial yang akan datang berkunjung. ia pun membuka pintunya dan mendapati putri Jiang He yang tengah tersenyum.


"Ada apa kau kemari?" tanya yuan Lin pura-pura tidak tahu dengan apa yang akan di lakukan oleh putri Jiang He.


"Aku membawakan makanan untukmu Lin jiejie. aku tidak tahu bagaimana rasanya tapi kata para pelayan sih rasanya sangat enak jadi cobalah aku membuatkan khusus untukmu." jawab Putri Jiang He


"Oh benarkah begitu apa aku boleh melihat mu mencobanya lebih dulu?" ucap Yuan Lin yang membuat putri Jiang He gelagapan.


"Hahaha tidak tidak aku hanya bercanda. aku akan memakannya terimakasih sudah repot-repot membuatkan makanan untukku." ujar Yuan Lin dengan menerima makanan tersebut


"Tidak merepotkan sama sekali Lin jiejie. baiklah aku akan pergi." ucap putri Jiang He kemudian pergi.


"Cih kau pikir aku tidak tahu apa yang sedang kau rencanakan." ucap Yuan Lin kemudian berjalan keluar mencari sesuatu.


Tak sengaja ia melihat ada beberapa kucing yang merupakan peliharaan selir Xu Qin. ia lantas menyeringai sembari mendekati kucing-kucing yang tengah mengais-ngais tanah.

__ADS_1


"Aku membawakan makanan untuk kalian. oh tidak tidak Jiang He lah yang membawakan makanan untuk kalian. ini makanlah." kata Yuan Lin dengan memberikan makanan pada kucing tersebut.


Ketiga kucing itupun berkumpul dan mulai memakan makanan yang sudah Yuan Lin taruh di tanah. setelah itu ia pun pergi dari sana dan akan menunggu keributan yang akan terjadi besok.


__ADS_2