Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Kedatangan Raja Henlux Dan Ratu Inha


__ADS_3

Pagi ini Yuan Lin memberikan tugas pada beberapa pasukan khususnya untuk mengirimkan surat ke semua sekte yang ada di kekaisaran Wei. Yuan Lin sendiri akan pergi ke istana untuk membahas masalah ini dengan kaisar Wei dan beberapa petinggi kekaisaran.


Di sisi lain di istana kekaisaran Wei tengah kedatangan tamu istimewa dari kerajaan merah yang ada di dunia atas. tentu kaisar Wei sangat senang dengan semua itu karena itu ia menyuruh semua orang untuk menyambutnya dengan sangat baik dan menyuruh untuk menyediakan hidangan yang terbaik juga.


"Silahkan di nikmati hidangannya raja." kata Kaisar Wei dengan tersenyum ramah.


"Aku dengar dari putraku kau memiliki seorang putri benarkah?" tanya Raja Henlux pada kaiar Wei.


"Itu sangat benar raja. dari mana anda tahu?" tanya kaiar Wei.


"Karena putraku sudah berteman dengannya." jawab raja Henlux yang membuat kaisar Wei bingung.


"Benarkah memang pangeran berteman dengan siapa. ah iya maaf sebelumnya hahaha tapi saya mempunyai dua putri." ujar kaisar Wei.


"Aku belum tahu siapa namanya tapi dia memakai penutup wajah." jawab Hilux yang membuat kaiar Wei mengangguk paham.


"Oh dia putri Yuan Lin. jadi kalau sudah berteman hahaha itu sangat bagus." ucap kaisar Wei dengan tertawa senang.


"Langsung saja karena aku tidak suka berbasa-basi. kedatangan kami kemari untuk menjadikan putrimu yang bernama Yu Yuan siapa itu Yuan Lin menjadi menantuku." kata raja Henlux yang membuat kaisar Wei terkejut.


"Ahh jadi begitu. saya setuju tapi keputusan tetap ada di tangan putri saya dan saya tidak berhak untuk mengatakan iya. sebaiknya tunggu kedatangan putri saya dulu mungkin hari ini dia akan kesini." ucap kaisar Wei yang tidak mau gegabah membuat keputusan apalagi itu menyangkut Yuan Lin.

__ADS_1


"Benarkah dia akan datang?" tanya Hilux dengan begitu antusiasnya


"Mungkin saja begitu pangeran." jawab kaiar Wei dengan tersenyum canggung.


Kaisar Wei pun memerintahkan prajuritnya untuk mencari keberadaan Yuan lin agar segera menemuinya di ruangannya. entah kebetulan atau apa Yuan Lin sudah berada di depan istana. gadis itu sengaja datang untuk membicarakan masalah yang akan terjadi beberapa hari lagi.


Saat akan masuk ada seorang prajurit yang menghampirinya dan mengatakan jika dia harus segera menemui kaisar Wei di ruangannya. gadis itu pun hanya mengangguk saja dan merasa heran kenapa kaisar Wei menyuruhnya untuk menemuinya.


Baru saja masuk seorang anak kecil tiba-tiba berlari menghampirinya dan memeluk kakinya. tentu ia terkejut namun ketika melihat siapa anak kecil itu ia pun hanya tersenyum kecil saja kemudian berjongkok menyamai tinggi bocah tersebut.


"Dimana ibumu?" tanya Yuan Lin.


"Ta tahu." jawabnya dengan memonyongkan bibirnya yang membuat Yuan Lin terkekeh pelan sehingga langsung menggendongnya dan membawanya juga untuk menemui kaisar Wei.


Namun ketika salah satu dari mereka menoleh membuat Yuan Lin langsung terkejut melihat siapa itu. ya siapa lagi kalau bukan Hilux. pemuda itu menatap Yuan Lin dengan tersenyum manis tapi tidak mendapatkan balasan dari gadis itu.


"Anda menganggil saya kaisar?" tanya Yuan Lin yang membuat raja Henlux dan ratu Inha menoleh.


Mereka menatap Yuan Lin dari atas sampai bawah. karena penampilan Yuan Lin yang terkesan tidak seperti putri pada umumnya, mereka mengira jika Yuan Lin adalah pelayan istana.


"Kenapa kau kemari? kaisar tidak memanggil pelayan seperti mu. dan masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, apakah itu sopan sebagai pelayan seperti mu." kata Ratu Inha dengan sinisnya.

__ADS_1


Kaisar Wei yang mendengar penuturan ratu Inha pun langsung terkejut dan berdiri.


"Maaf sebelumnya ratu. tapi bisakah ratu berbicara sedikit sopan pada putriku. dia bukan pelayan tapi dia putriku." kata Kaisar Wei dengan nada tidak sukanya dengan perkataan yang di lontarkan ratu Inha.


Hal tersebut membuat raja Henlux dan ratu Inha terkejut. bagaimana mungkin seorang putri kaisar berpenampilan seperti ini. bahkan pelayan di kerjaannya jauh lebih bagus dari pada penampilan gadis yang ada di depan mereka.


"Ahh benarkah? maafkan istri saya karena tidak tahu jika ini adalah putri Yuan Lin yang anda maksud." ujar raja Henlux merasa tidak enak dengan ucapan suaminya.


"Ada apa kaisar? dan siapa mereka?" tanya Yuan Lin lagi.


Pangeran Kecil yang berada di gendongan Yuan Lin pun memberontak meminta untuk di turunkan. kemudian bocah kecil itu pun berlari menuju ke arah kaisar Wei untuk meminta kakeknya menggendongnya.


"Mereka adalah raja Henlux dan ratu Inha sedangkan di sampingmu adalah putra mereka pangeran Hilux." kata Kaisar Wei.


"Emmm. lalu mengapa anda meminta saya kemari." tanya Yuan Lin lagi.


"Begini mereka datang kesini karena ingin menjadikanmu sebagai menantu. aku tidak memaksa mu, semua keputusan ada di tanganmu." jawab Kaisar Wei yang membuat Yuan Lin terkejut.


Seketika gadis itu menatap ke arah Hilux yang tengah tersenyum manis padanya. sebenarnya dia tidak percaya ini tapi sampai sekarang Yuan Lin belum memikirkan untuk menikah apalagi setelah kehilangan orang yang dia sayangi di kehidupan sebelumnya.


"Sebelumnya saya minta maaf. tapi saya tidak bisa menerima lamaran kalian. perjalanan yang saya lalui masih sangat panjang jadi untuk sekarang saya tidak tertarik untuk menikah dengan siapapun." kata Yuan Lin yang membuat Hilux terkejut begitupun kedua orangtuanya karena baru kali ini saja ada seorang gadis yang berani menolak anak mereka. di dunia atas semua gadis bahkan menyerahkan diri pada pangeran Hilux.

__ADS_1


"Kau!! berani-beraninya menolak lamaran yang sudah kami lakukan. apa kau tidak tahu siapa kami hah. bahkan banyak gadis yang lebih cantik dan berpenampilan lebih dari mu yang menyerahkan diri untuk bersama putraku. lalu kau apa? cih seharusnya kau merasa beruntung putraku tertarik dengamu. lihat saja dirimu seperti apa." kata ratu Inha yang membuat raja Henlux langsung menenangkan istrinya.


Yuan Lin yang mendengar ucapan ratu inha pin langsung menatap penampilannya. apakah ada yang salah lagi dengan penampilannya.


__ADS_2