
Tak terasa hari yang di tunggu-tunggu pun tiba. pagi ini seluruh pelayan sibuk kesana kemari mempersiapkan semua keperluan yang mereka pakai dalam acara pesta besar-besaran yang di laksanakan di kerajaan langit.
semuanya nampak bersemangat sekali mempersiapkan itu. sementara di sisi lain ada Yuan Lin yang juga sudah siap. di aula kerajaan pun sudah ramai orang yang tak sabar ingin menyaksikan acara tersebut.
Berbagai hidangan mewah pun tersaji. dalam acara ini kaisar langit memperbolehkan siapapun entah itu dari kalangan bawah ataupun menengah untuk ikut serta dalam pesta megah itu.
"Jika aku yang menjadi seperti mu pasti akan sangat senang. kau punya segalanya jiejie aku benar-benar sangat itu dengan mu." kata putri Jiang He yang berpura-pura merajuk pada Yuan Lin walaupun sebenarnya dia tidak seperti itu.
"Jika kau mau, kau bisa menggantikan ku. apakah kau pikir aku senang dengan semuanya ini. jika boleh meminta aku lebih baik menjadi orang biasa yang tidak terikat dengan siapapun ataupun dengan politik seperti ini. tanggung jawab ku sangat besar jauh dari perkiraan mu adik." kata Yuan Lin yang membuat putri Jiang He terkejut. terkejut karena untuk pertama kalinya Yuan Lin memanggilnya sebagai adik.
"Kenapa kau menatapku seperti itu. apakah ada yang salah dengan ucapanku?" tanya Yuan Lin dengan herannya karena melihat putri Jiang He yang hanya diam saja dengan mata memerah berkaca-kaca seperti orang yang sudah ingin menangis.
"Tidak. barusan ka kau memanggilku apa?" tanya putri Jiang He.
"Adik. kenapa?" tanya Yuan Lin dengan heran
"Apakah aku sedang bermimpi. ini pertama Kalinya kau memanggilku adik. aku sangat senang asal kau tahu aihh kenapa air mata sialan ini keluar membuat ku malu saja." ucap putri Jiang He dengan menepis kasar air matanya yang sudah keluar.
"Hei apakah kau menangis?!" tanya Yuan Lin dengan terkejut namun juga keheranan
__ADS_1
"Ya tentu saja karena aku sangat senang asal kau tahu jiejie. emm aku berfikir dengan kau memanggilku adik itu artinya kau sudah benar-benar memaafkan ku. bukankah begitu." kata putri Jiang He yang membuat Yuan Lin langsung menoleh dengan tatapan mata menilik.
"Jadi kau menganggap ku selama ini belum memaafkanmu begitu. lalu apakah selama ini kau berfikir jika aku masih mempunyai dendam padamu. kau berfikir aku masih belum memaafkanmu begitu. apakah kau tidak berfikir selama ini aku baik padamu dan kau hanya mengira jika itu hanya sebatas kebaikan biasa atau justru kau menganggap jika aku hanya pura-pura baik padamu." kata Yuan Lin yang membuat putri Jiang He terdiam dan hanya menggaruk kepalanya saja.
Yuan Lin yang melihat itupun hanya bisa menggelengkan kepalanya saja karena tidak habis fikir dengan adiknya
"Hehehe tidak seperti itu jiejie...ahh bagaimana caranya aku mengatakannya padamu yaa." ucap putri Jiang He dengan menggaruk kepalanya.
"Putri sekarang sudah waktunya. permaisuri sudah menunggu anda." kata seorang pelayan yang di samping dan belakangnya juga ada pelayan lainnya.
"Emm baiklah." jawab Yuan Lin kemudian dengan berjalan di iringi putri Jiang He dan para pelayan.
Beberapa pelayan juga sudah berbaris rapi dengan pakaian yang sama. satu pelayan di depan membawa dua kendi yang berisi susu sedangkan pelayan di sebelahnya membawa nampan berisi satu buah botol berisi air bening dan air tirta, air yang berasal dari surga yang hanya ada di dunia atas saja.
Yuan Lin yang sudah berpakaian serba putih pun kini mulai berjalan menuju bak tersebut dengan di temani permaisuri Zinsy dan Putri Jiang He.
"Alangkah baiknya jika putri melepaskan penutup wajah putri. bukannya saya lancang tapi memang sudah seperti itu peraturan yang berlaku." kata seorang wanita yang bisa di katakan pemandu atau pengarah atau apalah author bingung dan lupa namanya wkwk
"Apa yang kau katakan hah!" seru permaisuri Zinsy yang membuat wanita itu menunduk takut.
__ADS_1
Yuan Lin yang melihat itupun hanya mengelus pelan punggung tangan permaisuri Zinsy agar wanita itu tetap tenang karena dia tidak mau ada kendala dalam hal ini.
Yuan Lin mengangguk sebelum akhirnya dia membuka penutup wajahnya secara perlahan-lahan. sebelum itu dia juga memperhatikan satu persatu orang yang berada di ruangan tersebut dengan seksama.
Tentu saja mereka di buat penasaran karena jika mereka boleh jujur ini adalah saat-saat yang mereka tunggu. bukan hanya para pelayan melainkan permaisuri Zinsy sendiri juga penasaran karena sampai sekarang dia juga belum pernah melihatnya sampai sekarang.
Ketika penutup wajah itu terbuka dengan sempurna semua orang langsung terbelalak kaget dan tidak bergerak sama sekali. aura kecantikan yang di milikinya Yuan Lin benar-benar mampu membius seseorang. mungkin jika orang lain yang mempunyai wajah seperti itu akan di salahgunakan.
"Kenapa aku sampai lupa." gumam Yuan Lin dengan menepuk jidatnya
Dia pun menarik auranya kembali dan memberikan sedikit energi pada semua orang yang berada di dalam ruangan. walaupun energi seseorang yang berada di dunia atas cukup besar namun di bandingkan dengan kekuatan Yuan Lin itu hanya seperempatnya saja.
Setelah itu semuanya pun tersadar namun mereka tetap tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. bagaimana tidak, Yuan Lin memang sudah cantik tapi untuk yang sekarang dia benar-benar sangat cantik bahkan ada salah satu pelayan yang mengatakan jika Yuan Lin adalah reinkarnasi dari Dewi kecantikan dan itupun di setujui semua orang
"Ekheeem apakah akan di lanjut atau justru kalian akan terus melihat ku seperti itu." kata Yuan Lin yang membuat terkejut semua orang.
"Ahh ya maafkan saya yang mulia putri Yuan Lin." ucap wanita tadi yang kemudian menuntun Yuan Lin menuju pemandian.
Perlahan lahan Yuan Lin mulai duduk seperti yang di arahkan wanita tadi, panggil saja Ah Yun. tubuhnya pun mulai dilahap air yang berada di pemandian tersebut dan hanya menyisakan kepalanya saja
__ADS_1