
Mendengar ucapan beberapa pengunjung kedai tersebut membuat Li Chung terkejut dan langsung keluar begitu saja. ia tidak tahu jika alam dewa benar-benar akan melakukan penyerangan di alam neraka di saat-saat seperti ini bisa di pastikan alam neraka akan araya dengan tanah.
"Bagaimana caranya aku harus bisa segera menemukan keberadaan junjungan. sekarang keadaannya benar-benar sangat berbeda. jika mereka benar-benar menyerang aku tidak tahu apa yang akan terjadi." ucap Li Chung dengan penuh tekad.
"Aku sudah memastikan jika di alam dewa tidak ada junjungan. aku juga tidak bisa merasakan auranya. kini hanya tinggal satu tempat lagi yang belum aku kunjungi. Dunia bawah. bagaimana caranya aku harus bisa menemukan junjungan di dunia bawah." lanjutnya kemudian menghilang
Disisi lain Xi Shen dan Zhi Qing tengah bersiap-siap untuk keluar dari jurang kematian. Xi Shen memberitahu resiko apa saja yang akan di peroleh keduanya jika tidak bisa sampai di atas. tentu saja itu membuat Zhi Qing tertarik dan tertantang.
Zhi Qing memanggil elangnya untuk keluar. binatang spiritual dengan tingkatan kekuatan yang tak berbeda jauh dari naga miliknya. bisa dikatakan elang milik Zhi Qing satu spesies dengan elang milik Yuan Lin yang membedakannya adalah kaki dan paruhnya serta tingkat kekuatannya yang juga hampir sama dengan Xiao.
"Dari mana kau mendapatkan elang ini anak muda?" tanya Xi Shen dengan menatap Zhi Qing
"Aku mendapatkannya setelah aku berjuang sangat keras. sudahlah tidak usah banyak bicara segera saja ke atas. aku sudah sangat bosan disini." ujar Zhi Qing
"Dasar tidak tahu sopan santun. dimana rasa hormatmu pada raja neraka. jika saja kau bukan penerusku aku sudah menghajarmu disini dan membunuhmu." kata Xi Shen memukul kepala Zhi Qing kesalnya
"Aku juga tidak ingin menjadi penerusmu asal kau tahu. cari saja orang lain kenapa harus aku." kata Zhi Qing dengan naik ke atas punggung Xiao
Beberapa hari bersama dengan calon penerusnya membuat Xi Shen selalu kesal dan hampir naik darah karena tingkah Zhi Qing yang tidak bisa di atur. ya tidak heran Zhi Qing memang mempunyai sifat keras kepala dan sulit di atur jika bukan kemauannya sendiri. hanya satu orang saja yang bisa mengatur dan mengalahkan keras kepalanya siapa lagi kalau bukan kekasihnya Yuna yang jiwanya berada di dalam tubuh putri Yuan Lin
__ADS_1
Xi Shen juga mengeluarkan binatang yang selalu mengabdi padanya. binatang berkaki empat dengan dua tanduk dan mempunyai sayap. matanya bewatna hitam kemerahan seperti tubuhnya, panggil saja binatang itu adalah kuda iblis. binatang yang hanya ada satu di semua alam yaitu di alam neraka saja dan itupun hanya ada satu dan dimiliki oleh raja neraka yaitu Xi Shen.
Zhi Qing untuk sesaat berdecak kagum pada Xi Shen ia juga mulai percaya jika Xi Shen memang benar-benar raja neraka. sebelumnya ia sempat berpikir apa yang di ceritakan Xi Shen hanyalah karangan belaka karena semenjak dia menjadi pengikut raja iblis ia tidak pernah mendengar ada raja neraka lain selain raja iblis merah.
Jika saja ia tahu raja iblis bukanlah raja dari neraka tentu ia tidak akan menjadi pengikutnya. ia melakukannya karena pemilik tubuh yang dulu yang sudah menjadi pengikut setia dari raja iblis dan sering membuat kekacauan dimana-mana. jika dia tidak menjadi bagian dari mereka tentu hidupnya akan berakhir sia-sia dan Zhi Qing tidak mungkin tinggal diam untuk hal itu.
Mereka terbang bersama ke atas jurang kematian. kecepatan yang di miliki dua binatang mereka bukan main-main. tapi karena kedalam jurang kematian yang sangat dalam dan begitu berbahaya perjalanan mereka pun penuh dengan kewaspadaan.
Dari udara mereka hanya bisa melihat kabut. semakin tinggi mereka terbang kabut yang mereka lihat bewarna hitam. kabut itu adalah kabut beracun. jika saja Zhi Qing dan Xi Shen adalah manusia biasa tentu saat ini nasib mereka sangat buruk bahkan mungkin nyawa mereka tidak ada lag karena siapapun yang menghirup asap kabut itu bisa di pastikan akan terkena racun yang sangat mematikan dan tidak akan bertahan lama.
"Berhati-hatilah jangan sampai kau menghirup kabut ini. ini adalah kabut beracun." kata Xi Shen dengan mengingatkan Zhi Qing.
tetap melanjutkan perjalanan. butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke atas. Beberapa saat kemudian sampailah mereka di atas. mereka bernafas lega dan memasukkan kembali binatang mereka.
"Haaaahhh aku sudah sangat lama tidak merasakan udara segar seperti ini." ucap Xi Shen dengan merenggangkan ototnya.
"Hei anak muda mau kemana kau." seru Xi Shen ketika melihat Zhi Qing pergi begitu saja.
"Entahlah." jawab Zhi Qing yang juga tidak tahu mau kemana.
__ADS_1
"Setelah ini aku akan mengajakmu ke kerajaan ku." kata Xi Shen
"Tidak aku belum memutuskan jika aku mau menjadi penerusmu." kata Zhi Qing dengan menolak.
"Walaupun kau menolak tapi aku tetap akan membawamu kesana. kau sudah ditakdirkan menjadi penerusku jadi mau tidak mau kau tetap harus mau." kata Xi Shen
"Terserah kau saja aku tidak tertarik." kata Zhi Qing dengan pergi yang membuat Xi Shen geram seketika.
Ia mengangkat tangannya yang membuat tubuh Zhi Qing tidak bisa di gerakkan seketika. kemudian laki-laki itu menoleh ke belakang dan melihat jika Xi Shen tengah mengeluarkan tatapan dingin dan tajamnya pada Zhi Qing.
Zhi Qing juga tidak mau kalah. ia menggunakan telunjuknya untuk melepaskan ikatan yang di buat Xi Shen. dalam sekejap saja ikatan yang di buat Xi Shen hancur.
"Kau tau apa yang sangat tidak aku suka? seseorang yang memaksaku." kata Zhi Qing tak kalah dinginnya dari Xi Shen dan bersiap memberikan serangan. ia tidak takut walaupun orang yang akan dia sedang adalah raja neraka sekalipun.
"Benar-benar calon penerusku hahaha." batin Xi Shen
Belum juga melayangkan seranganya sebuah suara mengalihkan pandangan mereka. dilihatnya seseorang berwajah tampan yang tidak asing di mata Xi Shen berdiri di depan mereka.
"Akhirnya aku menemukan anda junjungan." kata Li Chung dengan bernafas lega
__ADS_1