Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Mengikutinya. (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam" )


__ADS_3

Yuan Lin masih terus mengikuti kemana putri Mei pergi. hingga dia melihat jika gadis celingukan seperti memastikan keadaan sekitarnya setelah itu masuk kedalam sebuah bangunan yang cukup besar. ia pun juga masuk kedalam tapi tidak melalui pintu depan melainkan melalui atap.


Yuan Lin melesat ke atas dan berdiri disana. bisa di lihat bagaimana keadaan di dalam bangunan tersebut. tidak banyak orang yang ada di luar sana. dia pun berjalan dengan penuh hati-hati agar tidak menimbulkan suara. ia mengikuti kemana putri Mei pergi.


Putri Mei masuk kedalam salah satu ruangan sedangkan saat ini Yuan Lin sudah berada di atasnya. ia membuka sedikit atapnya dan bisa melihat jelas apa yang terjadi di dalam.


"Mei kau disini." kata seorang pria dengan berdiri ketika melihat siapa yang datang.


"Iya paman. kita dalam masalah paman." kata putri Mei dengan paniknya sehingga membuat pria itu bingung.


"Apa yang terjadi?" tanya pria itu dengan penasarannya.


"Apakah kau tau dulu pangeran Han Zou menikah dan mempunyai anak?" tanya putri Mei


"Ya tentu saja aku. hubungan mereka di tentang oleh kaisar langit karena asal usul wanita itu dari dunia bawah dunia yang lebih rendah dari kita. memangnya ada apa kenapa kau tiba-tiba membicarakan ini?" tanya pria itu dengan tidak mengerti.


"Kau tau aku baru saja mendengar pembicaraan dewa Wenzui dan anak pangeran Han Zou. dia ada disini paman." kata putri Mei yang membuat pria itu terkejut.


"Apa maksudmu? siapa yang kau maksud itu Mei?" tanya pria itu


"Gadis yang baru saja datang dari dunia bawah. dia juga yang sudah menyembuhkan permaisuri. aku juga mendengar setelah kedatangannya itu artinya tahta kaisar langit akan di serahkan padanya sepenuhnya. kau bukan permaisuri sudah pernah mengatakan padaku jika aku yang di jadikan penerus kerajaan nya karena aku adalah putri angkatnya." kata putri Mei.


"Jika benar seperti itu posisimu sekarang sangat terancam bukan dengan kedatangan gadis itu? jika kau tidak mendapatkan apapun itu sungguh sia-sia setelah semua yang sudah terjadi. bagaimanapun caranya kau harus bisa meyakinkan permaisuri jika gadis itu bukanlah anak dari Han Zou. dan katakan padanya jika kau lebih hebat dan jauh lebih baik darinya." kata pria itu

__ADS_1


"Ya kau benar paman. aku tidak akan tinggal diam untuk ini. walaupun gadis itu bilang dia tidak menginginkan posisi seperti itu tapi kita tidak tahu bukan apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya." ujar putri Mei.


"Bagaimana dengan kondisi klan Zhao?" tanya putri Mei.


"Ck si tua bodoh itu selalu membuatku marah Mei. jangan bertanya padaku. jika kau merindukan klan sialan mu itu berkunjung saja sendiri kesana." kata pria itu dengan malasnya.


Di atap Yuan Lin mendengarkan percakapan kedua orang itu dengan jelasnya. akhirnya dia tahu siapa yang di maksud oleh dewa Wenzui tadi. jika seperti itu tentu saja dia yang akan lebih berambisi mengambil tahta tersebut.


"Ingin bermain-main denganku ya hahaha si bodoh itu benar-benar...." gumam Yuan Lin dengan tersenyum smrik. kemudian ia melesat dari atap tersebut.


Tak sengaja ada seseorang yang melihat kejadian itu sehingga langsung mengikuti kemana Yuan Lin tapi sayangnya kecepatan yang di miliki Yuan Lin tidaklah bisa dia jangkau dan akhirnya pria itu kehilangan jejak.


"Siapa dia? kenapa dia berada di atap. apakah dia seorang mata-mata." gumam pria itu yang kemudian kembali dan ingin melaporkan pada ketuanya.


"Permisi bibi." kata Yuan Lin yang membuat pemilik toko tersebut keluar dengan raut wajah ramah dan gembiranya.


"Iya nona ada apa? apakah nona ingin membeli pakaian?" tanya pemilik toko tersebut dengan ramah.


"Ah tidak bibi. apakah kain itu di jual?" tanya Yuan Lin dengan menunjuk sebuah kain sutra bewarna merah yang menggantung di antara beberapa pakaian.


"Ahh itu iya sebenarnya di jual nona tapi itu sudah sangat lama ada disana dan belum ada seorangpun yang mau membelinya. jadi saya memutuskan untuk tidak menjualnya." kata pemilik toko tersebut.


"Aku juga ingin kain itu bibi. berikan itu padaku aku akan membayar 2 kali lipat dari gadis ini." sebuah suara membuat keduanya sama-sama menoleh.

__ADS_1


Dilihatnya putri Mei sedang berjalan ke arah mereka dengan berlenggak-lenggok kemudian menghampiri kain itu dan menyentuhnya.


"Aku mau ini berikan padaku. berapa yang harus aku bayar." kata putri Mei yang membuat Yuan Lin hanya menatapnya dengan datar saja.


"Carilah yang lain aku sudah memilihnya lebih dulu." kata Yuan Lin..


"I iya putri nona ini sudah memilih lain itu lebih dulu." ucap pemilik toko tersebut dengan sedikit takut.


"Tapi aku menginginkan ini dan aku akan membayar berapapun yang kau mau. ck aku yakin dia tidak mampu membayar mahal kain ini. coba kau lihat bagaimana penampilannya saat ini. apakah kau percaya jika dia sanggup membayarnya." kata putri Mei dengan tersenyum menyeringai.


"Ta tapi saya tidak menjualnya nona. itu sudah sangat lama ada di sana jadi mungkin tidak ada yang ingin membelinya." kata pemilik toko.


"Ya sudah aku akan mengambilnya jika kau tidak menjualnya." kata putri Mei


"Ckckck apakah kau tidak tahu malu. tadi kau berkata-kata sangat meninggikan dirimu kau akan mampu membayar berapapun harga kain itu. tapi sekarang setelah bibi ini mengatakan jika dia tidak menjualnya kau sedang senang hati mencomotnya. sungguh aku tidak bisa menerka apa yang ada di otakmu. sudah merebut milik orang lain, tidak ingin membayar lagi. ckckck..." ucap Yuan Lin dengan menggelengkan kepalanya.


Hal tersebut tentu saja langsung membuat putri Mei tersinggung dengan ucapan Yuan Lin. gadis itu dengan marahnya mendorong tubuh Yuan Lin tapi bukan Yuan Lin yang terjatuh tetapi dirinya.


"Berani-beraninya kau hah. akan aku beri pelajaran dirimu." seru Putri Mei dengan marahnya.


"Apa? aku tidak melakukan apapun aku hanya diam saja. itu salahmu sendiri jangan menyalahkan orang lain." kata Yuan Lin dengan santainya.


"Dasar gadis jal***..." umpat putri Mei pada Yuan Lin kemudian berdiri.

__ADS_1


__ADS_2