Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Memeriksa


__ADS_3

Yuan Lin tidak terlalu menghiraukan sekitarnya yang terpenting baginya sekarang adalah segera bisa menguasai semua teknik yang ada di buku tersebut dan meneruskan ke buku selanjutnya.


Di istana kekaisaran Han tepatnya di dalam istana semua para petinggi sedang melakukan pembicaraan yang sangat serius karena semua orang mendengar suara auman naga yang Yuan Lin buat tadi.


"Bagaimana ini kaisar Han apa yang harus kami lakukan. tidak hanya kita yang mendengar tapi semua warga kita juga mendengarnya." kata kasim Wu pada kaisar Han.


"Kita tunggu apa yang akan terjadi setelah ini dan perketat penjagaan di perbatasan dan juga gerbang istana." ujar kaisar Han dengan memijit pelipisnya. ia benar-benar pusing menghadapi masalah yang sedang terjadi di kekaisarannya. masalah Aliansi Wungzo saja sampai sekarang belum selesai dan kini masalah baru muncul lagi.


Setelah kaisar Han mengatakan hal itu semua orang pun membubarkan diri. pangeran Zheng Su Han menghampiri ayahnya ketika melihat ayahnya terlihat bingung memikirkan jalan keluar semua masalah yang tengah terjadi.


"Ayah apa tidak sebaiknya kita mencari tahu lebih dulu bisa saja Auman yang tadi kita dengar bukanlah sesuatu yang akan mengancam kita." kata pangeran Zheng Su Han


"Dari mana kau mendapatkan pemikiran seperti itu putraku." tanya kaisar Han .


"Itu hanya pemikiran ku saja. jika ayah mengizinkan saya akan pergi untuk memastikannya sendiri." kata pangeran Zheng Su Han.


"Baiklah ayah mengizinkan mu untuk pergi tapi kau harus mengajak adikmu." ujar kaisar yang di angguki oleh pangeran Zheng Su Han.


Pangeran Zheng Su Han pun keluar dan segera mencari keberadaan pangeran Tang Yu Han.


"Kakak." teriak pangeran Tang Yu Han yang melihat kakaknya nampak terburu-buru dan mencari seseorang.


"Kau dari mana saja aku ingin mengajakmu untuk memastikan sesuatu." kata pangeran Zheng Su Han.


"Kemana?" tanya Tang Yu Han.

__ADS_1


"Sudahlah kau ikut nanti kau juga akan tahu." jawab pangeran Zheng Su Han dengan pergi.


Pangeran Tang Yu Han mengikuti pangeran Zheng Su Han keluar istana kemudian melesat dengan kecepatan sedang. setelah mereka sampai di pasar mereka berjalan dan bertanya pada orang-orang yang tadi mendengar suara Auman seekor naga.


"Permisi paman apa paman tadi mendengar Auman naga?" tanya pangeran Zheng Su Han pada seorang pedagang.


"Benar pangeran saya mendengarnya." jawab perang tersebut.


"Apakah paman tahu dimana kira-kira suara itu berasal?" tanya pangeran Zheng Su Han.


"Kalau saya tidak salah mungkin saja di salah satu hutan yang ada di kekaisaran ini pangeran tapi saya tidak bisa memastikannya di hutan mana. tapi sepertinya tidak jauh dari desa lembah hijau." jawab pedagang itu.


"Baiklah paman terimakasih." ujar pangeran Zheng Su Han kemudian pergi dari sana di ikuti oleh pangeran Tang Yu Han.


Mereka segera menuju desa lembah hijau. setelah sampai pangeran Zheng Su Han nampak bingung ketika melihat kubah besar yang melindungi desa itu.


"Sudahlah kakak kenapa kau harus memikirkan hal ini. jika memang ini pelindung maka itu akan lebih baik dan akan mengurangi kasus penculikan yang terjadi di desa ini. benarkan?" kata pangeran Tang Yu Han yang membuat pangeran Zheng Su Han mengangguk.


Mereka masuk dan melihat para penduduk berlalu lalang. tentu saja pemandangan ini membuat keduanya bingung tapi mereka tak mau mengambil pusing dan bertanya pada salah satu penduduk desa itu.


"Permisi bibi apa bibi tadi mendengar suara Auman naga?" tanya pangeran Zheng Su Han


"Benar pangeran suara itu terdengar dari hutan siluman dan tadi ada burung elang yang begitu besar terbang mengitari hutan tersebut sebelum terjadi suara itu." jawab wanita paruh baya itu.


"Terimakasih bibi aku akan memeriksanya." ujar pangeran Zheng Su Han kemudian pergi.

__ADS_1


Tentu mereka di buat bingung lagi karena ucapan dari wanita tadi. saat sampai di depan hutan siluman mereka menatap ke atas langit dan tidak mendapati apapun seperti yang di katakan wanita tadi.


"Ini sangat aneh kakak. bagaimana mungkin seekor elang mengeluarkan suara naga." ucap pangeran Tang Yu Han dengan bingungnya.


"Entahlah aku juga tidak mengerti. kita akan masuk kedalam dan harus waspada karena hutan ini sangatlah berbahaya." kata pangeran Zheng Su Han. sebenarnya dia juga agak takut masuk ke hutan siluman Karena aura yang ada di dalamnya sangat besar dan kuat dan ini adalah pertama kalinya dia masuk ke hutan ini.


"Baiklah." jawab pangeran Tang Yu Han


Mereka masuk dan mulai meningkatkan kewaspadaan mereka serta pedang yang sudah ada di tangan mereka.


"Kita harus mencari kemana kakak?" tanya pangeran Tang Yu Han.


"Di tempat ini tapi jangan sampai kita terlalu masuk karena semakin masuk aku merasa semakin tertekan." jawab pangeran Zheng Su Han.


Saat ini Yuan Lin sudah selesai dengan latihannya. dia berhasil menguasai semua teknik yang ada di buku naga surgawi. karena merasa hari sudah mulai sore akhirnya dia pun memutuskan untuk kembali. ia ingat jika sudah dua hari tidak kembali ke istana entah apa yang akan terjadi nanti.


Ia keluar dari hutan siluman tanpa adanya gangguan sedikit tapi seketika dia mendengar suara dentingan pedang. Yuan Lin segera mencari asal suara dan betapa terkejutnya ketika melihat dua orang yang tidak asing baginya sedang bertarung dengan seekor kera hitam yang tadi dia temui.


"Kenapa mereka ada di hutan ini. apa yang mereka lakukan." ucap Yuan Lin yang tidak sadar jika perbuatannya membuat gempar seluruh kekaisaran Han


"Kera itu masih saja keras kepala. apa dia tidak puas sudah bertarung denganku tadi. jika aku tidak membantu mereka maka mereka akan kalah. hah menyebalkan sekali." gerutu Yuan Lin.


Dia melempari sebuah belati yang hampir mengenai kera itu. kera hitam itu menoleh dan melihat siapa yang melempar. tentu saja ia menjadi gemetaran bukan main hingga akhirnya ia memilih untuk pergi saja.


"Apa kalian tidak papa?" tanya Yuan Lin.

__ADS_1


"Tidak masalah ini hanya luka kecil. apa yang sedang putri lakukan disini?" tanya pangeran Zheng Su Han dengan bingungnya.


"Ck seharusnya aku yang bertanya seperti itu pada kalian. bukannya hutan ini sangat berbahaya lalu kenapa kalian malah masuk kesini. jangan bilang jika kalian sudah bosan hidup." jawab Yuan Lin dengan mencebik.


__ADS_2