Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Cara Menggunakan Tongkat Petir


__ADS_3

"Kau keluarkan dulu senjata itu dan aku akan mengajarimu bagaimana cara menggunakannya." kata Feng Yin


Yuan Lin hanya mengangguk saja kemudian mengeluarkan tongkat petirnya. Feng Yin pun mengambil senjata itu kemudian mengajak Yuan Lin keluar goa.


"Kau perhatikan baik-baik gerakan ini." kata Feng Yin yang di angguki oleh Yuan Lin.


Feng Yin mulai mengayunkan tongkatnya secara perlahan tapi lama-kelamaan ayunan itu semakin cepat dan terus seperti itu hingga menimbulkan sebuah tordano yang begitu besar dan sangat ganas.


Yuan Lin di buat tercengang melihat seberapa kuatnya senjata itu.


Setelah itu ia berganti gerakan dengan mengangkat tinggi-tinggi tongkat tersebut sambil memejamkan matanya. tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan petir menyambar kesana kemari dengan di sertai dengan angin yang begitu kencang.


Petir itu menyambar apapun yang ada di depannya. ketika petir sudah mulai reda muncullah sebuah kilatan halilintar bewarna merah dan biru di langit. jika orang lain yang melihat fenomena ini mungkin saja mereka mengira jika dunia ini akan benar-benar hancur tapi Feng Yin sudah memberikan perisai pelindung dimana hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihatnya itupun jika pria itu menghendakinya.


"Benar-benar sangat kuat. tidak heran jika guru Feng Yin berhasil mengalahkan raja iblis dan aliansi Wungzo dulu." ucap Yuan Lin dengan berdecak kagum.


"Apakah kau sudah memahami semua?" tanya Feng Yin yang sudah menghentikan aksinya.


"Tentu saja guru aku sudah memahaminya." jawab Yuan Lin dengan tersenyum.


"Aku percaya itu. untuk sekarang kau belum ku perbolehkan untuk menggunakannya cukup kau sudah paham dan tahu itu juga sangat berguna bagimu." ujar Feng Yin.


"Terimakasih guru telah bersedia mengajariku." ucap Yuan Lin dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ingatlah ini tidak lama lagi kekuatan itu akan segera bangkit kau harus mempersiapkan diri untuk itu dan kau juga harus memberitahu pada semua kekaisaran yang ada di dunia bawah jika sebentar lagi akan terjadi kekacauan yang sangat besar." kata Feng Yin.


"Aku harus pergi. di waktu yang tepat aku akan menemuimu lagi." lanjutnya kemudian menghilang.


"Bagaimana muridku kau sudah lihat bukan seberapa besar kekuatan yang ada pada senjata itu.." kata guru Shao Gu.


"Sudah guru. ahh iya guru aku lupa jika aku harus menemui kakakku, aku meninggalkannya tadi." kata Yuan Lin yang di angguki oleh gurunya.


"Baiklah aku juga masih ada urusan. ingat kau harus selalu berhati-hati dan persiapkan dirimu untuk itu." kata guru Shao Gu.


Yuan Lin pun segera melesat untuk mencari keberadaan pangeran Han Tian. Disisi lain pangeran Han Tian nampak sudah sampai di depan tempat aliansi Wungzo. sebenarnya tadi ia sempat kehilangan jejak karena itu ia terlambat sampai disini. dia melihat tempat itu dari kejauhan tepatnya di atas pohon.


"Mereka membawa Lin Lin kesini tapi kenapa aku tidak melihat keberadaan Lin Lin. kemana sebenarnya mereka membawa Lin Lin. aihh aku harus berlatih lagi agar kecepatan melesat ku bisa lebih cepat lagi." gumam pangeran Han Tian.


"Kenapa laki-laki bertopeng itu terlihat sedang marah? apa yang terjadi?" ucap pangeran Han Tian dengan bertanya-tanya.


Tiba-tiba saja ada seseorang yang menepuk bahunya sehingga membuatnya terlonjak kaget dan hampir saja terjatuh dari atas pohon. ia menoleh dan terkejut melihat siapa yang sudah duduk di sampingnya.


"Lin Lin." seru pangeran Han Tian yang langsung di beri isyarat agar tetap diam dan mengecilkan suaranya.


"Jangan keras-keras atau orang-orang itu akan menangkap kita." kata Yuan Lin


"Dari mana saja kau kenapa tiba-tiba sudah ada disini. aku mencari mu sedari tadi kenapa kau bertindak bodoh seperti itu bagaimana jika orang-orang itu melakukan sesuatu yang buruk padamu. apakah mereka melukaimu? apa ada yang terluka? apa kau baik-baik saja? apa...."

__ADS_1


"Diam!!! aku baik-baik saja apa kau tidak melihat ku baik-baik saja seperti ini." seru Yuan Lin dengan kesalnya


"Maaf aku hanya khawatir saja denganmu. tapi bagaimana bisa kau ada disini bukankah tadi kau dibawa oleh orang-orang itu?" tanya pangeran Han Tian dengan bingungnya.


"Ya aku mengaku aku memang sempat ceroboh dan hampir saja di habisi disana tapi seseorang menyelamatkan ku. Gege lihat pria bertopeng yang sedang memarahi beberapa orang itu? aku yakin dia marah karena aku tiba-tiba saja menghilang saat akan di tumbalkan." jawab Yuan Lin yang membuat pangeran Han Tian terkejut.


"Apa!!! jadi mereka membawamu karena mereka ingin menjadikamu tumbal begitu? aku tidak akan membiarkan itu terjadi aku akan menghabisi mereka semua." kata pangeran Han Tian dengan marahnya


"Eittss Gege mau kemana?" tanya Yuan Lin dengan menahan tangan pangeran Han Tian.


"Tentu saja ingin memberi pelajaran pada mereka." jawabannya dengan percaya diri.


Yuan Lin hanya menatap pangeran Han Tian dengan anehnya. apakah dia begitu polosnya atau bagaimana. apakah dia pikir mengalahkan orang-orang dari aliansi Wungzo itu seperti menginjak semut saja.


"Dengan dirimu yang seperti sekarang ini? oh ayolah jangan bercanda padaku Gege ini sungguh tidak lucu." kata Yuan Lin yang terkesan mengejek.


Pangeran Han Tian pun diam sebentar memikirkan apa yang baru saja Yuan Lin katakan. memang benar jika saat ini dia menyerang mereka justru bukan dia yang akan memberikan pelajaran pada mereka melainkan dia sendiri yang akan di habisi oleh mereka.


"Kita pergi dari sini tapi sebelum itu aku akan memberikan sedikit oleh-oleh pada mereka." kata Yuan Lin dengan tersenyum menyeringai.


Dia mengeluarkan dua buah bola api dan di lemparkan tepat di altar penumbalan yang membuat semua orang terkejut dengan ledakan tiba-tiba yang terjadi di depan mereka.


"Cari siapa yang sudah melakukan ini!!" teriak pria bertopeng itu dengan marah.

__ADS_1


"Gadis tidak tahu diri berani-beraninya kau mencoba menggagalkan ritualku lagi." gumamnya dengan mengepalkan tangannya.


__ADS_2