
"Yasudah tunggu apa lagi kenapa tidak bilang sekarang saja aku juga ingin ke istana." kata Yuan Lin dengan menepuk bahu pangeran Han Tian.
"Apa tidak terlalu cepat Lin Lin." kata pangeran Han Tian.
"Tentu saja tidak bukankah kalian saling mencintai. jika berlama-lama bisa ada yang ingin menghancurkan hubungan kalian jadi lebih baik menikah saja segera." kata Yuan Lin yang membuat Yu Mirai terkejut.
"A apa menikah..." ucap Yu Mirai.
"Apakah kau tidak mau menikah denganku?" tanya pangeran Han Tian.
"A aku...." ucap Yu Mirai dengan terbata serta wajah yang memerah malu.
Hal tersebut langsung membuat Yuan Lin tertawa keras melihat bagaimana kedua pasangan itu sama-sama saling merona. pangeran Han Tian yang kesal pun langsung memukul lengan Yuan Lin.
"Hahaha baiklah baiklah. aku akan ke istana sekarang bagaimana denganmu." tanya Yuan Lin pada pangeran Han Tian.
"Yu'er kita akan bertemu lagi aku akan segera melamarmu." ucap pangeran Han Tian dengan membelai lembut rambut Yu Mirai sehingga membuat gadis itu langsung menepisnya dengan wajah merona malu.
"Ck kau masih mau bermesraan dengannya atau ikut denganku." kata Yuan Lin
"Baiklah aku akan kembali dulu." kata Yu Mirai yang di angguki pangeran Han Tian.
Mereka berdua pun langsung menuju ke istana. tak butuh waktu lama kini mereka sudah sampai di istana. merekapun segera menuju ruangan kaisar Wei namun saat sampai di dalam kaisar Wei tidak ada disana.
"Apakah kau melihat dimana kaisar Wei?" tanya pangeran pada salah seorang prajurit yang tengah berjaga.
"Kaisar sedang rapat bersama para petinggi kerajaan pangeran." jawab prajurit itu
Karena tak mau menganggu kaisar Wei akhirnya mereka pun memilih untuk menunggu saja. Yuan Lin ke kamarnya sedangkan pangeran Han Tian pergi untuk melihat para prajurit yang tengah berlatih. disana juga ada pangeran Huang Hun yang juga tengah melihat latihan mereka.
"Kau sudah kembali pangeran." kata pangeran Huang Hun.
__ADS_1
"Ya aku kembali bersama Lin Lin." jawab pangeran Han Tian yang membuat pangeran Huang Hun menoleh.
"Apakah Lin Lin ada disini?" tanya pangeran Huang Hun dengan antusiasnya.
"Ya dia sedang ada di kamarnya." jawab pangeran Han Tian.
"Baiklah aku akan menemui adik dulu. kau pantaulah mereka semua pangeran." kata pangeran Huang Hun dengan menepuk pundak pangeran Han Tian.
"Ya ya baiklah." jawab pangeran Han Tian.
Dengan langkah lebarnya pangeran Huang Hun langsung menuju ke kamar Yuan Lin. namun belum juga sampai dia sudah melihat gadis itu sedang berjalan bersama kaisar Wei. ia pun segera menghampiri mereka.
"Lin Lin." panggil pangeran Huang Hun dengan menghampiri mereka berdua.
"Gege. ada apa?" tanya Yuan Lin dengan herannya.
"Tidak ada aku hanya ingin memastikan jika yang di katakan pangeran Han Tian benar. kenapa kau baru kemari aku sangat merindukanmu." kata pangeran Huang Hun dengan memeluk Yuan Lin.
"Apa yang kau maksud putriku?" tanya kaisar Wei.
"Lebih baik kita bicarakan di ruangan ayah saja." jawab Yuan Lin
"Bolehkah aku ikut." kata pangeran Huang Hun yang di angguki Yuan Lin.
Kini mereka bertiga sudah ada di dalam ruangan kaisar Wei. dua pria itu langsung menatap Yuan Lin meminta penjelasan.
"Aku ada tugas yang harus ku selesaikan di dunia atas dan aku tidak tahu kapan aku akan kembali kesini karena itu sebelum aku pergi aku ingin mengatakan ini pada kalian." kata yuan Lin yang membuat keduanya lagi-lagi terkejut.
"Dunia atas? tugas apa sehingga kau pergi kesana putriku. untuk sampai ke sana tidak mudah seperti yang kau bayangkan." kata kaisar Wei.
"Tenanglah ayah tidak pernah khawatir karena aku sudah menyiapkan semuanya dan tinggal meminta izin darimu saja." kata Yuan Lin.
__ADS_1
"Bisa kau jelaskan dulu tugas apakah yang kau maksud." kata kaisar Wei dengan memijit pelipisnya. dalam hatinya ia tidak rela jika akan berpisah lagu dengan putrinya. ia bahkan belum menebus semua kesalahannya pada putri Yuan Lin Dan sekarang gadis itu malah ingin berpamitan dengannya.
Yuan Lin pun akhirnya menjelaskan semuanya tanpa ada yang dia tutupi. mereka mendengarkan penjelasan itu dengan seksama. raut wajah mereka pun berubah-ubah ketika mendengar hal itu.
"Aku harus segera menyembuhkan nenekku. dan aku juga bermaksud ingin membuat kedua alam itu berdamai lagi seperti sebelumnya." kata Yuan Lin
"Aku sungguh tidak menyangka kau mempunyai latar belakang seperti itu Lin Lin. aku menjadi ragu apakah aku pantas di panggil kakak oleh mu sedangkan posisi yang kau miliki sekarang jauh lebih tinggi dari siapapun yang ada di dunia bawah ini." kata pangeran Huang Hun.
"Apa yang Gege katakan. walaupun aku adalah cucu dari kaisar langit tapi aku tetap akan menjadi adikmu dan itu akan tetap seperti itu." kata Yuan Lin dengan nada tidak sukanya.
Sedangkan kaisar Wei hanya bisa terdiam saja dan mencoba mencerna semua yang sedang terjadi saat ini. hingga beberapa saat kemudian ia pun menghela nafasnya dan menatap Yuan Lin.
"Walaupun aku berat untuk melepaskan mu tapi aku akan memberimu izin karena aku tidak berhak apapun atas dirimu yang sekarang putri." kata kaisar Wei dengan menundukkan kepalanya.
"Apa yang ayah katakan. aku disana hanya ingin mengobati nenekku dan setelah semuanya selesai aku akan kembali kesini lagi bersama kalian." kata Yuan Lin.
"Kau harus janji pada ayah jika kau akan baik-baik saja disana." kata kaisar Wei.
"Aku berjanji." jawab Yuan Lin.
"Jadi kapan kau akan berangkat?" tanya pangeran Huang Hun.
"Sebenarnya aku ingin berangkat besok tapi aku mengurungkan niatku karena aku akan melihat pernikahan kakakku dulu barulah aku akan berangkat." kata Yuan Lin yang membuat kedua laki-laki itu bingung dan saling tatap.
"Siapa yang menikah? aku tidak menikah." kata Pangeran Huang hun.
Tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka dan nampaklah seorang pemuda yang tengah berjalan masuk.
"Rupanya kalian disini." kata pangeran Han Tian.
"Nah itu dia orangnya sudah datang." kata Yuan Lin yang membuat kedua laki-laki itu tersedak ludahnya sedangkan pangeran Han Tian hanya memandang mereka dengan raut wajah bingung.
__ADS_1