
Saat ini Yuan Lin tengah bersiap-siap untuk menghadiri jamuan makan. dia memakai hanfu bewarna ungu dengan sedikit hiasan di bagian dadanya. Yuan Lin di buat kesal dengan tingkah Fu yang saat ini tengah menata rambutnya karena sudah beberapa kali menata dengan berbagai bentuk tapi sampai sekarang belum juga siap.
"Sebenarnya kau ini sedang apa hah aku sangat pegal dan kepalaku sangat sakit." seru Yuan Lin dengan kesalnya.
"Sebentar lagi Lin Lin ini sudah akan selesai." kata Fu.
"Kau selalu berkata seperti itu tapi sampai sekarang belum juga selesai. sudahlah aku akan menata sendiri rambutku." seru Yuan Lin dengan mengambil sisir.
Ia langsung menyisir rambutnya yang membuat Fu hanya diam saja. setelah selesai menyisir ia mengambil hiasan rambut berbentuk Phoenix pemberian dari pangeran Han Tian. rambut panjangnya ia biarkan tergerai sehingga membuatnya semakin menawan dan sangat cantik. setelah selesai dengan semuanya ia lantas mengambil cadar dan menutup wajahnya.
"Lin Lin aku khawatir jika tiba-tiba saja terjadi Sesuatu pada wajahmu." ucap Fu yang sudah mengetahui apa rencana putri Jiang He.
"Tidak perlu khawatir itu tidak akan terjadi. kau tenang saja aku akan melakukan Sesuatu malam ini." ujar Yuan Lin yang kemudian keluar.
Di ruang makan semua orang sudah berkumpul hanya tinggal Yuan Lin saja yang belum hadir disini. mereka sudah menunggu Yuan Lin cukup namun sampai saat ini gadis itu juga belum datang.
"Suamiku kenapa belum dimulai. lihatlah mereka semua sudah menunggu sangat lama." kata selir Xu Qin dengan berbisik.
"Tunggulah sebentar saja Qin er." ujar kaisar Wei yang sebenarnya juga sangat kesal pada Yuan Lin karena dirinya juga sudah sangat lapar.
Tak berselang lama pintu ruangan di buka tanpa salam ataupun ketika pintu. pandangan semua orang teralihkan pada sesosok gadis bercadar dengan rambut yang tergerai indah.
"Maaf membuat kalian semua menunggu tadi aku ada sedikit kendala. jadi silahkan di mulai saja." kata Yuan Lin dengan berjalan tegap ke tempat duduknya.
__ADS_1
Semua pangeran nampak terpukau dengan sosok Yuan Lin sekarang tak terkecuali pangeran Kang Ming He.
"Baiklah kita mulai jamuannya." kata Kaisar Wei yang membuat semua orang langsung memakan makanan yang sudah tersedia.
Yuan Lin menatap semua orang terlebih dahulu sebelum akhirnya dia juga ikut makan. para permaisuri nampak sangat penasaran dengan sosok putri yang sudah sangat terkenal dengan julukan putri tidur itu seperti apa.
"Suamiku apa putri Yuan Lin tidak pernah membuka penutup wajahnya saat makan juga? aku sangat penasaran bagaimana wajahnya." bisik permaisui Shi pada suaminya kaisar Shi .
"Kenapa kau bertanya padaku Mia er aku juga tidak tahu." jawab kaisar Shi.
Jiang He yang menyadari jika semua orang tengah berpikiran hal yang sama pun akhirnya berdehem pelan yang membuat semua orang menoleh ke arahnya.
"Lin jiejie bukankah itu sangat tidak sopan. kau makan bahkan tidak membuka penutup wajahmu." kata Jiang He.
"Benar putriku kenapa kau menutupi wajahmu seperti itu. buka saja tidak masalah benar kan kaisar." ucap selir Xu Qin pada kaisar Wei.
"Ya baiklah maaf sudah membuat kalian tidak nyaman..." jawab Yuan Lin yang kemudian ingin membuka penutup wajahnya tapi seketika kedua kakaknya menghentikannya.
"Sebelumnya saya mohon maaf jika adik saya kurang sopan. tapi ini adalah perintah saya sebagi seorang kakak agar Lin Lin ku selalu memakai penutup wajah dimanapun dan dalam keadaan apapun saya tidak akan mengizinkannya untuk membuka." kata pangeran Huang Hun.
"Yang di katakan pangeran Adalah benar. saya juga menyarankan hal yang sama pada adik saja." timpal pangeran Han Tian.
"Tapi Gege bukankah peraturan harus di jalankan. setahuku peraturan di istana ini saat makan tidak boleh menggunakan penutup wajah bukan begitu ayah." kata putri Jiang He yang mendapat anggukan kepala dari kaisar Wei.
__ADS_1
Tentu saja ibu dan anak itu akan melakukan segala cara agar bisa membuat putri Yuan Lin malu dengan menunjukkan wajahnya di depan semua orang seperti ini dan tentu saja itu akan berdampak pada kaisar Wei yang selaku ayah dari putri Yuan Lin. Mereka saling menatap kemudian tersenyum menyeringai.
"Sudahlah Gege apa yang di katakan mereka memang benar. kalian tidak perlu khawatir aku bisa mengatasinya." kata Yuan Lin dengan meyakinkan keduanya.
Kedua pangeran itu hanya bisa menghela nafasnya saja. Yuan Lin menatap semua orang sebelum akhirnya membuka penutup wajahnya dengan perlahan-lahan.
"Hahaha aku yakin semua orang akan merasa jijik padamu. ah aku sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana wajahmu yang sekarang sudah sangat buruk itu hahahaha." batin Jiang He di dalam hatinya.
Semua orang di buat melongo ketika penutup wajah Yuan Lin sudah terbuka sepenuhnya. semua pangeran langsung terpana melihat wajah Yuan Lin. ada yang hanya melihat tanpa berkedip dan ada juga yang hampir meneteskan air liurnya. kaisar dan permaisurinya pun di buah terkagum-kagum dengan paras cantik yang dimiliki Yuan Lin.
Jiang He dan selir Xu Qin yang melihat menatap Yuan Lin dengan tidak percayanya. mereka saling tatap dengan meminta penjelasan masing-masing.
"bagaimana ini mungkin bukankah dia sudah memakai krim yang ibu berikan itu kenapa wajahnya tidak ada bekas luka apapun dan kenapa malah menjadi seperti ini." batin Jiang He dengan kesalnya.
"Bagaimana ini bisa terjadi apa dia tidak memastikan lebih dulu jika putri Yuan Lin akan memakainya. ck dasar tidak bisa di andalkan." batin selir Xu Qin dengan menatap Jiang He dengan kesalnya.
"Ada apa dengan kalian semua?" tanya Yuan Lin bingung.
Kaisar dan permaisurinya pun kini tersadar mendengar ucapan Yuan Lin tapi tidak dengan semua pangeran yang ada mereka masih dalam posisinya yaitu menatap Yuan tanpa berkedip bahkan sampai matanya sudah ada yang memerah karena terlalu lama tidak berkedip.
"Kau sangatlah cantik putri." ucap permaisuri Ming dengan tatapan kagumnya.
"Bagaimana bisa kau memiliki wajah seperti itu Lin jiejie?" tanya Jiang He dengan tidak sukanya.
__ADS_1
"Kenapa kau masih bertanya bukankah kau sendiri yang memberikan krim itu padaku. kau tahu aku sangat menyukainya. kau lihat sendiri kan wajahku menjadi seperti ini aahh aku sangat menyukainya." jawab Yuan Lin dengan menepuk-nepuk pipinya.