Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Hilang Ingatan (LPT : KETURUNAN SUCI)


__ADS_3

Saat sampai di alam atas, disana sudah ada Yuan Lin, Yueyue dan Xi Shen yang sudah menunggu kedatangan mereka. melihat sang pujaan hati sudah kembali membuat Yuan Lin langsung berlari dan memeluknya dengan erat.


Tentu Zhi Qing terkejut ketika ada seseorang yang tiba-tiba saja memeluknya. dia langsung mendorong Yuan Lin membuat Yuan Lin tak kuasa menahan air matanya.


"Siapa kau? kenapa memelukku?" tanya Zhi Qing yang memang tidak mengingat Yuan Lin sama sekali


"Apa dia benar-benar lupa?" tanya Yuan Lin dengan menatap Xi Shen.


"Selamat datang raja neraka. aku senang melihat mu berhasil dalam misimu. selamat juga pada pangeran Meiuzo." kata Xi Shen dengan tersenyum saja.


"Aku sangat merindukanmu Ai." Yueyue dengan memeluk pangeran Meiuzo dengan eratnya.


"Aku juga. kau baik-saja bukan?" tanya pangeran Meiuzo dengan membenarkan anak rambut yang menutupi wajah Yueyue.


"Zhan apa kau benar-benar sudah melupakan ku?" tanya Yuan Lin dengan mata memerah menahan tangis.


"Jawab Aku!!" bentak Yuan Lin.


"Apa?" Zhi Qing benar-benar bingung dengan semua yang terjadi. tiba-tiba kepalanya terasa sangat sakit sekali membuat Yuan Lin panik dan langsung memapah untuk duduk.


"Jangan memaksakan ingatannya ratu, karena itu akan berbahaya baginya. biarkan dia mengingat dengan sendirinya. yang semestinya harus kau lakukan hanya membantu proses itu dan jangan pernah berfikir untuk menyerah karena itu hanya sementara." kata Xi Shen


"Yang di katakan tuan Xi Shen benar ratu. kami akan membantu ratu untuk mengembalikan ingatan raja neraka." kata pangeran Meiuzo.


"Aku baik-baik saja." kata Zhi Qing dengan menjauhkan tangan Yuan Lin yang saat itu memegang pundaknya.


"Baiklah lebih baik kau singgah sebentar di tempatku dan kembali besok." kata Yuan Lin yang masih ingin bersama suaminya.


"Ya saranku juga begitu." timpal Xi Shen

__ADS_1


Entah kenapa seberapa pun Zhi Qing ingin menolak tapi lidahnya malah berkata sebaliknya. melihat wajah Yuan Lin membuat dia tidak tega. mungkin inikah yang di namakan sebuah ikatan.


Dengan wajah sumringahnya karena keinginannya di iyakan oleh Zhi Qing, Yuan Lin lantas menggandeng tangan Zhi Qing dan mengajaknya pergi. melihat keharmonisan pasangan itupun membuat mereka hanya tersenyum saja.


"Sebuah ikatan tidak akan mungkin bisa berbohong. lihatlah dia, aku tahu dalam hatinya dia pasti menolak tapi nyatanya." ucap Xi Shen


Dalam perjalanan tangan Zhi Qing tidak pernah lepas dari genggaman tangan Yuan Lin. entahlah apa yang dia rasakan tapi dia merasa tidak asing dengan semua ini. dia mencoba mengingatnya tapi tidak bisa.


"Lepaskan dulu tanganku, tidak enak jika ada yang melihatmu seperti ini." kata Zhi Qing.


"Siapa yang peduli dengan semua ini." kata Yuan Lin


Yuan Lin pun bertekad dalam hatinya akan mengembalikan semua ingatan Zhi Qing dengan momen-momen yang pernah mereka jalani bersama.


Sesampainya di kerajaan langit, mereka juga di sambut ramah kaisar langit dan permaisuri Zinsy. mereka juga sudah tau jika Zhi Qing mengalami hilang ingatan. Mereka menuju ke jamuan makan yang sudah di siapkan untuk menyambut kedatangan Zhi Qing.


Xi Shen, pangeran Meiuzo dan Yueyue juga turut menghadiri jamuan makan tersebut. terlihat jelas wajah bingung Zhi Qing ketika melihat semuanya yang sedang terjadi di depannya.


Merekapun makan dengan begitu tenangnya. tidak ada suara apapun kecuali dentingan sendok saja. perhatian kaisar langit teralihkan dengan putrinya yang sedari tadi hanya memainkan nasi saja sambil melihat Zhi Qing makan.


"Ekheemm. putriku kenapa kau tidak makan?" tanya kaisar langit yang membuat semua orang menatap keduanya secara bergantian.


"Emm bagaimana aku mengatakannya ya." ucap Yuan Lin dengan wajah memerah malu membuat semua orang heran.


"Makanan raja neraka sepertinya sangat enak." ucap Yuan Lin dengan menatap sendok yang sudah berisi makanan.


Semuanya pun hanya tersenyum saja mendengar itu kecuali Zhi Qing yang melihat aneh ke arah Yuan Lin.


"Kau ingin makanan ku? tapi ini sudah bekasku." kata Zhi Qing

__ADS_1


"Tidak masalah." jawab Yuan Lin dengan berbinar.


Seperti tidak bisa menolak keinginan istrinya, Zhi Qing langsung memberikan makanannya pada Yuan Lin namun dia malah menekuk wajahnya.


"Kenapa lagi putriku kenapa wajahmu begitu." tanya kaisar langit


"Dia ingin di suapi." timpal Xi Shen yang membuat semuanya merasa semakin aneh.


"Kenapa putriku aneh sekali. tidak biasanya dia bersikap seperti itu apalagi di depan semua orang seperti ini." bisik kaisar langit pada istrinya.


"Apakah putri kita sedang...." keduanya saling bertatapan dengan raut wajah terkejut.


"Menyuapinya?" tanya Zhi Qing dengan tidak habis pikirnya.


Tanpa berkata-kata akhirnya mau tidak mau dia pun menyuapi istrinya. terlihat jelas jika saat ini Yuan Lin sedang bergembira karena kemauannya di turuti oleh Zhi Qing.


"Aku sudah kenyang." kata Yuan Lin yang membuat semuanya hampir tersedak makanan.


Selesai jamuan makan, Zhi Qing kini tengah berjalan sendirian. dia memikirkan apa yang terjadi dan mencerna semuanya. dia merasa sangat dekat dan seperti mempunyai sebuah ikatan dengan Yuan Lin tapi kenapa dia tidak mengingat apapun, bahkan semua orang terdekatnya dia tidak mengingatnya sama sekali. dia hanya mengingat jika dia adalah raja neraka yang pergi untuk menyelesaikan suatu tugas saja.


"Apakah ini cinta pandangan pertama. ck kenapa menggelikan sekali." ucapnya dengan menggelengkan kepalanya karena semenjak dia melihat Yuan Lin saat menyambutnya datang dia langsung merasa tertarik dan ingin selalu melihatnya.


Zhi Qing langsung menepis pikiran konyolnya. sangat tidak mungkin jika dia mencintai orang yang baru pertama kali lihat, pikirnya. dia belum mengingat saja, andai dia tahu yang sebenarnya pasti akan berbanding terbalik dengan semua pemikirannya.


Saat sedang melamun, sebuah tepukan di bahunya mengejutkannya. dengan refleks dia langsung memuntir tangan itu dan memblokir ke belakang.


"Kau." kata Zhi Qing dengan terkejutnya ketika melihat siapa itu.


"Maaf raja tapi sedari tadi aku memanggilmu kau tidak menyahut jadi terpaksa aku menepuk pundakmu." kata pangeran Meiuzo dengan meringis kesakitan.

__ADS_1


"Ah yaaa aku memang sengaja tidak mendengarkan mu." jawab Zhi Qing yang membuat pangeran Meiuzo aneh. tidak mungkin bukan jika dia mengatakan yang sebenarnya.


__ADS_2