Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Malam Bersama (LPT : KETURUNAN SUCI )


__ADS_3

Malam ini Yuan Lin menginap di kerajaan neraka. dia menghabiskan waktu bersama Zhi Qing. walaupun sebenarnya Zhi Qing sedikit canggung tapi tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika dia juga nyaman ada di dekat Yuan Lin.


Entahlah akhir-akhir ini Yuan Lin merasa jika dirinya sangat manja kepada suaminya walaupun Zhi Qing belum mengingat dirinya tapi dia tidak akan putus asa dan akan tetap berusaha untuk memulihkan ingatan Zhi Qing.


"Mau ku beritahu sesuatu?" kata Yuan Lin dengan menatap ke atas.


"Apa?" jawab Zhi Qing melihat wajah Yuan Lin yang kini tengah berbaring di pahanya.


"Suamiku adalah kau." kata Yuan Lin


"Aku benar-benar tidak mengingat apapun." kata Zhi Qing


"Apakah kau percaya ucapan ku?" tanya Yuan Lin


"Entahlah tapi aku melihat tidak ada kebohongan di matamu." jawab Zhi Qing.


"Tetap percaya padaku dan aku akan berusaha mengembalikan ingatan mu secepatnya." kata Yuan Lin


Yuan Lin pun berdiri dan memegang tangan Zhi Qing. dia memberikan sebuah penglihatan pada Zhi Qing tentang momen indah mereka.


Deg deg deg....


Jantung Zhi Qing berdetak dengan kencangnya. tiba-tiba kepalanya terasa sangat sakit dan kepingan-kepingan suatu kejadian muncul di kepalanya.


Yuan Lin hanya diam saja dan membiarkan itu semua. walaupun dia melihat raut wajah kesakitan Zhi Qing tapi dia tidak akan menghentikannya karena dengan begitu ingatan Zhi Qing akan cepat kembali.


"Arggghhh." Zhi Qing meremas kepalanya dengan kasarnya. rasa sakit yang dia rasakan ketika memaksa untuk mengingat kejadian yang muncul di kepalanya benar-benar sangat menyakitkan.


Yuan Lin pun menyudahinya dan membelai lembut wajah Zhi Qing. dia menatap laki-laki itu dengan tatapan lembut dan dalam. membiarkan mata tegas Zhi Qing juga menatapnya.


Dalam mata Yuan Lin , Zhi Qing juga melihat berbagai kejadian yang jelas yang bisa dia lihat saat bersama Yuan Lin

__ADS_1


Seperti tadi, semakin dia memaksa untuk mengingat rasa sakitnya kembali. namun Yuan Lin tidak akan membiarkan semuanya berlalu sia-sia. Yuan Lin kemudian memegang kedua tangan Zhi Qing dan melakukan hal yang sama lagi.


"Arggghhh sakit...." teriak Zhi Qing dengan kesakitan.


Dengan segera Yuan Lin membungkamnya dengan sebuah ciuman lembut. bukan hanya sebuah ciuman biasa, rupanya hal itu juga sama seperti yang dia lakukan sebelumnya.


Zhi Qing membalasnya dengan sedikit brutal. bahkan dia beberapa kali menggigit Yuan Lin tapi Yuan Lin hanya diam dan tetap melanjutkannya.


"Cukup..." seru Zhi Qing dengan mendorong Yuan Lin. nafasnya tidak teratur. dia menatap Yuan Lin dengan seksama sementara Yuan Lin hanya tersenyum kecil saja.


Tatapan Zhi Qing beralih pada bibir ranum Yuan Lin yang mengeluarkan darah. dengan segera di mengelap dan membelainya dengan lembut.


"Apa ini sakit?" tanya Zhi Qing


"Tidak. aku lebih sakit jika kau tidak mengingatku sama sekali." jawab Yuan Lin dengan menatapnya dalam.


Yuan Lin memang berusaha tapi dia tidak tahu bagaimana hasilnya. dan sekarang Zhi Qing masih terlihat biasa biasa saja padanya.


Zhi hanya menghembuskan nafasnya saja yang membuat Yuan Lin langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi masam.


"Apakah sesulit itu untuk mengambalikan ingatanmu Zhan. aku harus melakukan cara apa lagi supaya kau bisa mengingat ku lagi. " ucap Yuan Lin dengan menahan tangisnya.


"Apakah kau sangat mencintainya?" tanya Zhi Qing


"Tidak." jawaban Yuan Lin tentu saja membuat wajah Zhi Qing berubah


"Aku tidak bisa jika tidak mencintainya. dia pria sempurna yang aku miliki dalam hidupku. aku tidak bisa hidup tanpanya. aku sangat mencintainya sangat. bahkan jika takdir menentangnya aku akan melawannya." lanjutnya.


Yuan Lin beranjak dari tempat tidur dan berdiri di depan cermin dengan menundukkan kepalanya. dia tidak tahu kenapa dia sangat sedih dan tidak bisa menahan air matanya.


Tiba-tiba dia merasakan sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang. dia mendongak dan melihat ke cermin kaca.

__ADS_1


"Aku mencintaimu ratu Yuan Lin. ijinkan aku menggantikan posisi suamimu malam ini." kata Zhi Qing dengan setengah berbisik.


"Kau tidak boleh menangis. air mata ini tidak boleh terjatuh kau tahu. aku tidak suka jika kau menangis seperti ini. walaupun aku belum mengingat dirimu tapi aku mencintaimu. jadi jangan menangis lagi ." kata Zhi Qing yang membuat Yuan Lin langsung menangis tersedu.


Zhi Qing membawanya ke dalam pelukan hangat. dia mengelus lembut rambut Yuan Lin dengan penuh kasih.


"Apakah dia membuatmu lelah?" tanya Zhi Qing dengan menyentuh perut Yuan Lin


"Tidak." jawab Yuan Lin


"Jadi, apakah boleh?" tanya Zhi Qing yang membuat Yuan Lin bingung.


"apa?" tanya Yuan Lin


"Mengunjunginya. kau bilang jika kau mencintaiku dan akan membiarkan ku menggantikan posisi suamimu sekarang. jadi tidak salah bukan aku melakukannya padamu." kata Zhi Qing yang membuat Yuan Lin merona.


"Boleh?" tanyanya lagi.


Entah kenapa mood Yuan Lin langsung menjadi baik ketika Zhi Qing melontarkan kata-kata itu. Tidak ada salahnya jika mereka melakukannya karena sudah menjadi suami istri.


Yuan Lin hanya mengangguk saja dan dengan senang hati Zhi Qing langsung menggendong Yuan Lin menuju ranjang. di baringkan dengan perlahan-lahan kemudian dia mengelus lembut kepala Yuan Lin, beralih mencium dahinya, kedua mata, hidung , pipi , dan beralih menatap bibir ranum milik Yuan Lin.


"Maaf untuk tadi aku melukaimu. cupp..." ucap Zhi Qing dengan mengecup beberapa kali sebelum akhirnya menciumnya dengan lembut.


Yuan Lin juga membalasnya dengan lembut. perlahan-lahan tahan Zhi Qing kemana-mana. dia menyentuh titik sensitif di tubuh Yuan Lin yang membuat wanita itu mengeluarkan suara yang membuat gairah laki-lakinya bergejolak.


Hingga tanpa sadar keduanya sudah tidak memakai sehelai benangpun. nafas keduanya sudah tidak beraturan. gejolak di dalam tubuh mereka meningkat. mereka menginginkan lebih dan lebih.


"Nana...." ucap Zhi Qing yang tak sengaja memanggil nama kesayangannya tapi Yuan Lin tidak menyadarinya dan terlalu terbuai akan sentuhan sentuhan suaminya.


"Hati hati dan sedikit pelan. jangan melukai putra kita." ucap Yuan Lin.

__ADS_1


Ketika sesuatu itu masuk dia menahan nafasnya merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa apalagi ketika Zhi Qing sudah mulai bermain.


__ADS_2