Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Menanyakan


__ADS_3

"Informasi apa yang kau bawa?" tanya pria bertopeng pada Wu Zhong yang baru saja sampai.


"Lima hari dari sekarang mereka akan mengadakan pertandingan antar sekte. bukankah ini kesempatan yang sangat bagus untuk menambah pasukan kita." jawab Wu Zhong


"Pertandingan antar sekte??? setahuku mereka selalu mengadakannya dua tahun sekali dan itu masih lama. mengapa tiba-tiba mereka mengadakan pertandingan itu." ucap pria bertopeng dengan bertanya-tanya.


"Yang saya dengar mereka ingin mempercepatnya karena kekacauan yang akhir-akhir ini sering terjadi." jawab Wu Zhong yang membuat pria bertopeng menatapnya dengan serius.


"Apa kau sedang tidak membohongiku?" tanya pria bertopeng dengan penuh selidik.


"Saya tidak berani melakukan itu." jawab Wu Zhong.


"Hmm baiklah. kau boleh pergi." kata pria bertopeng.


Setelah Wu Zhong keluar pria bertopeng memejamkan matanya dengan tangan yang memegang bahu kanannya. ia menahan rasa sakit ketika rasa dingin mulai terasa kembali.


"Siall dia benar-benar bukan gadis biasa. ck aku harus secepatnya mencari penawarnya jika tidak aku akan seperti ini terus." gumam pria bertopeng kemudian mengerahkan kekuatannya untuk mengurangi rasa sakit itu.


Sampai sekarang pria bertopeng masih belum mendapatkan penawar racun yang ada di tubuhnya. Penawarnya tentu saja ada di tangan pembuatannya siapa lagi kalau bukan Yuan Lin.


Ia memanggil beberapa anggotanya dan memberitahukan apa yang baru saja di sampaikan oleh mata-matanya. ia tidak tahu jika mata-mata yang dia kirim ternyata juga menjadi mata-mata musuhnya.


Saat ini Yuan Lin masih berada di sekte Halilintar. ia sedang berjalan-jalan sambil melihat banyak sekali murid yang tengah berlatih. di lain sisi Wu Jian menatap Yuan Lin dengan tajamnya. ia masih belum terima dengan kejadian tadi.

__ADS_1


Wu Jian melemparkan pedangnya ke arah Yuan Lin berharap serangannya saat ini akan berhasil melukainya. namun semua itu hanya pikiran konyolnya saja justru yang dia lihat adalah Yuan Lin menangkap ujung pedang yang runcing hanya dengan dua jarinya saja. setelah itu Yuan Lin mencari siapa yang sudah berani menyerangnya


"Si bodoh itu lagi. apakah dia sangat ingin mencari masalah denganku." gumam Yuan Lin kemudian melayangkan pedangnya ke arah Wu Jian dengan kecepatan yang tidak bisa di lihat oleh orang.


Jlebbb...


Ujung pedang menancap tepat di antara kedua kaki Wu Jian dan merobek hanfu yang di pakainya. tentu saja pemuda itu di buat berkeringat dingin dan hampir pingsan.


Yuan Lin pun segera pergi dari sana karena sudah sangat malas melihat orang-orang yang bersikap bodoh di depannya. sementara teman-teman Wu Jian berusaha menyadarkan pemuda itu dari terkejutnya.


"Siapa gadis itu?" ucap salah satu teman Wu Jian.


"Aku tidak tahu aku baru sekarang melihatnya disini. apakah dia adalah murid baru disini." ucap yang lainnya dengan bertanya-tanya.


"Hah iya apa aku menanyakan hal itu pada ketua Du Cheng Yu saja mungkin saja dia tahu dimana tempatnya." gumam Yuan Lin kemudian kembali ke ruangan ketua Du Cheng Yu.


"Ah putri saya kira anda sudah pergi." kata ketua Du Cheng Yu.


"Ya setelah ini aku akan pergi. apakah ketua sudah memberi tahu pada sekte lainnya tentang pertandingan antar sekte yang akan di langsung kan sebentar lagi?" tanya Yuan Lin.


"Tentu saja putri. beberapa murid sedang menuju ke sekte untuk memberitahu mereka." jawab ketua Du Cheng Yu.


"Oh iya ketua sebenarnya aku ingin bertanya kepada mu." kata Yuan Lin yang membuat ketua Du Cheng Yu heran

__ADS_1


"Apa yang ingin putri tanyakan pada saya?" tanya ketua Du Cheng Yu.


"Apakah anda mengetahui dimana letak tujuh air mata pelangi?" tanya Yuan Lin yang membuat ketua Du Cheng Yu terkejut.


"Mengapa putri menanyakan hal itu pada saya?" tanya ketua Du Cheng Yu dengan terkejut.


"Karena saya sedang mencarinya tapi sampai sekarang belum menemukan titik terang dimana keberadaannya. jadi apakah ketua Du Cheng Yu tahu hal itu?" tanya Yuan Lin.


"Saya rasa saya pernah membacanya di buku nona. tujuh air mata pelangi...jika tidak salah hanya orang-orang yang sudah berada di ranah importal saja yang mencarinya karena itu berguna untuk meningkatkan kultivasi mereka." jawab ketua Du Cheng Yu.


Dia pun berfikir sejenak sambil sesekali menatap Yuan Lin. ia belum sadar dengan apa yang dia bicarakan tadi namun ketika sudah sadar tiba-tiba ia berdiri dan menatap Yuan Lin dengan terkejutnya.


"Apakah artinya putri sudah berada di ranah importal saat ini?" tanya ketua Du Cheng Yu dengan terkejut


"Ahh bagaimana saya menjelaskannya ya. anda tidak akan percaya jika saya mengatakan benar bukan." ujar Yuan Lin dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Perkataan Yuan Lin tentu membuat ketua Du Cheng Yu tidak percaya. bagaimana mungkin putri Yuan Lin yang terkenal dengan gadis tidak berguna itu kini sudah sangat berubah dan bahkan kekuatannya melebihi dirinya.


"Ahahaha mungkin seperti itu putri. tapi jika itu benar lebih baik putri ikut saya ke perpustakaan untuk mencari buku yang pernah saya baca dulu." ucap ketua Du Cheng Yu dengan tersenyum canggung.


"Dimana perpustakaannya?" tanya Yuan Lin.


"Tidak jauh dari sini putri mari saya antar." jawab ketua Du Cheng Yu dengan beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


Saat sedang berjalan menuju perpustakaan ketua Du Cheng Yu larut dalam pikirannya. ia tidak mempercayai ucapan Yuan Lin tapi itu sungguh membuatnya bingung.


"apakah benar jika putri Yuan Lin sudah berada di ranah importal saat ini? ah tapi itu sangat mustahil karena di dunia bawah hanya satu orang saja yang sudah sampai di tingkat itu yaitu sesepuh Feng Yin. tapi mengapa dia menanyakan hal itu padaku?" batin ketua Du Cheng Yu yang membuat Yuan Lin hanya menghembuskan nafasnya dengan kasarnya.


__ADS_2