
"Sialannnn...siapa sebenarnya gadis itu kenapa kekuatannya sangat besar." gumam raja monster dengan mencoba berdiri.
Melihat apa yang di lakukan Yuan Lin mengundang lawan musuh untuk mengetahui apa yang di lakukan nya terutama pria dengan tatto di wajahnya yang langsung melesat menuju ke arah Yuan Lin .
Naga Yang yang melihat itu juga tidak tinggal diam. dia ikut mengejar dan langsung menyabetkan ilusi ekornya ke arah pria itu sehingga terpental mundur ke tengah-tengah Medan pertempuran.
"Kepara* kau bocah gila. berani-beraninya menyerang ku." teriak pria itu dengan marahnya. anak buahnya yang melihat pemimpin mereka terjatuh pun ingin membantunya tapi malah langsung di tepis dengan kasarnya oleh pria itu
Pria itu berdiri dengan raut wajah marahnya, mata memerah dan gigi menggertak. amarahnya sudah sampai di ubun-ubun. dia merasa telah di permainkan oleh naga Yang.
"Nona lepaskan ikatan nya. biarkan dia bersenang-senang untuk terakhir kalinya." ucap naga Yang dengan berkomunikasi melalui telepati.
"Tubuhku merasa normal kembali. hahaha kau lihat bocah gila, ketika aku marah saja semua kekuatan yang menggangu ku hilang sendiri apakah kau tidak menyadari betapa agungnya kekuatan ku hahahaha...." kata pria itu dengan tertawa renyah
Naga Yang hanya menatapnya saja dengan datar. dia ingin sekali menyumpali mulut pria itu dengan pasir saat ini. bagaimana masih ada makhluk bodoh sepertinya.
" Benarkah?? jika kekuatan mu begitu agung kenapa hanya dengan satu seranganku kau sudah tumbang. oh iya aku tahu mungkin kau lupa makan sehingga tenagamu melemah tuan. lihatlah bagaimana tubuhmu saat ini. sangat jelek!!" ucap naga Yang yang sengaja ingin memancing Yuan Lin.
"Sialannnn, matilah kau!!!"
Duarrrr....
Naga Yang melompat menghindari serangan tersebut kemudian balik menyerangnya. disisi lain Yuan Lin masih terus mencari dimana keberadaan singgasana itu. tempatnya terlalu luas jika harus mencari sendirian.
__ADS_1
Akhirnya dia memutuskan untuk bertelepati dengan pangeran Meiuzo dan akhirnya dia mengerti dimana dia harus mencari letak singgasana itu.
"Apakah benar disini?" gumam Yuan Lin dengan menilik sekitar dan ke bawah.
berbagai interior kerajaan sudah hancur dan itu membuat Yuan Lin semakin yakin jika dia menuju tempat yang benar. dia pun menggunakan kekuatannya untuk menyingkirkan Reruntuhan bangunan itu.
Setelah reruntuhan itu tidak ada kini Yuan Lin bisa melihat puing-puing bekas singgasana yang hancur itu.
"Aku yakin disini banyak sekali barang berharga yang tidak semua orang ketahui. tapi tujuanku saat ini bukan itu aku harus segera bisa menemukan apa yang di katakan raja." gumam Yuan Lin yang kemudian meledakkan tanah yang membuat tanah itu berlubang sangat dalam.
Ia langsung turun dan mencari dimana kotak kecil yang di maksud Raja Ximen. dia mencari si beberapa sisi yang ia yakini itu adalah yang di katakan raja Ximen tapi masih tak kunjung menemukan.
"Raja benar-benar melakukan persiapan yang sangat matang untuk hal ini. aku bisa merasakan ada perisai kuat yang melindungi tempat ini. apakah mata dewa ku menembus perisai ini." gumam Yuan Lin seraya berfikir apa yang akan dia lakukan.
"Aihhh ini seperti memecahkan sebuah teka teki." kata Yuan Lin yang memulai menggunakan mata dewannya.
Sepintas sebuah bayangan samar ada di antara celah yang berada di sebelah kanannya namun jaraknya masih terlalu jauh di bawah. ia tidak terlalu bisa memperjelas bayangan itu karena perisai yang melindunginya begitu kuat.
"Perisai ini sangat kuat. mungkinkah aku bisa menghancurkannya..." gumam Yuan Lin.
Tapi ketika dia akan mengeluarkan teknik Auman naga miliknya dai teringat jika di atas masih ada pertarungan sengit dan pastinya itu akan memancing yang lainnya. jika itu benar terjadi maka itu akan membuat masalah dan sangat merepotkan.
Ia pun memikirkan cara dan akhirnya dia menciptakan kubah pelindung emas yang tidak akan bisa di tembus oleh apapun itu serta berfungsi untuk menyerap berbagai suara dan pastinya orang-orang yang ada di luar tidak ada bisa mendengar suara yang dia hasilnya dari Auman naga nya.
__ADS_1
Jari lentiknya pun mulai membuat pola-pola rumit yang tidak akan bisa di ketahui oleh orang lain selain dirinya. perlahan-lahan kubah bewarna emas transparan mulai memenuhi lubang yang di buat Yuan Lin.
"Hufffttt.... baiklah tenangkan dirimu Yuan Lin, fokuskan pikiranmu." gumam Yuan Lin dengan menarik nafas dalam-dalam karena membuat perisa emas itu bukanlah hal mudah, butuh banyak tenaga dalam untuk membuatnya.
Dia pun mulai memejamkan matanya dan memfokuskan pikirannya. dia mengangkat kepalanya ke atas dan membuka mulutnya lebar-lebar, matanya perlahan-lahan terbuka dengan tatapan membunuh khas naga.
Roaaarrrrrrrrrr
Roaaarrrrrrrrr
Roaaarrrrrrrrrrrrrrr
Perisa emas milik Yuan Lin bergetar hebat ketika Auman naga miliknya di keluarkan. Auman naga milik Yuan Lin memang memiliki kekuatan yang besar di tambah sekarang dirinya sudah berada di tingkatan yang tidak di ketahui pastinya akan bertambah kuat dan besar.
Bukan hanya perisa saja yang bergetar hebat tapi juga tanah yang di pijaki ikut bergetar dan beberapa saat kemudian tanah itu terbelah dan bisa di lihat bagaimana efek dari Auman naga itu.
"Apa yang sebenarnya nona lakukan kenapa nona tiba-tiba menggunakan Auman naga." batin naga Yang dengan khawatir. Semua orang tidak mendengarnya kecuali dirinya
Pertarungan masih berlanjut namun sekarang kondisinya sangat memprihatikan bagi dua musuh yang sedang di lawan keempat binatang Yuan Lin. walau mereka hanya berempat tapi kekuatan yang mereka miliki tidak bisa di anggap remeh.
Di satu sisi, Yuan Lin langsung melompat ke dalam dan mencari di mana keberadaan kotak yang di maksud Raja Ximen. perisai yang melindunginya berhasil Yuan Lin hancurkan.
"Sebenarnya kotak apa yang di maksud Raja Ximen dan dimana dia menyimpannya. aku bisa merasakannya barang itu ada disini tapi kenapa sedari tadi aku mencarinya tak kunjung menemukan." gumam Yuan Lin yang masih terus mencarinya dan akhirnya dia sadar jika dia menginjak sesuatu seperti batu kerikil tapi lumayan besar.
__ADS_1
"Apa ini..." gumamnya dengan memeriksa apa yang ada di bawah kakinya