
Pagi ini putri Rein Xia terus merengek karena ingin ikut dengan Yuan Lin. Ya hari ini gadis itu akan pergi ke kerajaan kaisar langit. tapi entahlah putri Rein Xia seperti tak mau berjauhan dengan Yuan Lin.
Raja Ruxi Zu dan istrinya juga sedang membujuknya tapi mereka seperti kehabisan akal karena bocah kecil itu malah semakin menangis. bukan hanya mereka saja tapi juga Chen Zu dan beberapa pelayan ikut bingung dengan tingkah putri Rein Xia
Sebelumnya putri Rein Xia tidak pernah sedekat itu dengan orang lain kecuali orangtuanya dan sang kakak. tapi sekarang dia seperti menjadi lain setelah bertemu dengan Yuan Lin. entah apa yang membuat bocah kecil itu selalu ingin menempel pada Yuan Lin.
Mereka juga tidak tahu dari mana putri Rein Xia tahu jika pagi ini Yuan Lin akan meninggalkan istana.
Di tengah kebingungan mereka, suara ketukan pintu pun terdengar. langsung saja putri Rein Xia melompat dari gendongan ibunya dan berlari menuju pintu dan membukanya.
"Kak catik." ucap putri Rein Xia yang langsung memeluk kaki Yuan Lin.
Hal itu tentu saja membuat Yuan Lin bingung dan merasa tidak enak karena tatapan heran dari ketiga orang yang sedang berada di ruangan itu.
"Ahh maaf raja sudah mengganggu waktu anda. hanya saja...." ucap Yuan Lin terpotong karena putri Rein Xia menarik pakaian Yuan Lin agar Yuan Lin menunduk.
Ia pun menurut kemudian putri Rein Xia membisikkan sesuatu di telinga Yuan Lin yang membuat Yuan Lin terkejut. ia pun hanya bisa mengelus kepala gadis kecil itu dengan menggelengkan kepalanya.
"Tak mahuuu. lein mahu ikuttt kak catik." seru Putri Rein Xia dengan merajuk.
__ADS_1
"Dia sedari tadi terus menangis karena ingin ikut denganmu Lin. aku tidak tahu darimana dia tahu hal itu. apakah kau yang memberitahunya?" tanya Chen Zu yang mendapat gelengan kepala dari Yuan Lin.
"Iya benar. kami sangat kewalahan menghadapi sikapnya kali ini. aku tidak memperbolehkan ikut karena kau pasti akan kerepotan jika dia ikut tapi entahlah aku tidak tahu baru kali ini dia sangat dekat dengan orang lain sampai seperti ini." timpal raja Ruxi Zu.
"Bolehkah saya mengajak putri Rein keluar. saya berjanji tidak akan lama." kata Yuan Lin.
"Tapi bagaimana bukankah kau akan berangkat sekarang." kata Chen Zu.
"Ini masih terlalu pagi jadi tidak masalah. kau juga boleh ikut denganku." kata Yuan Lin yang di angguki Chen Zu.
Setelah mereka keluar raja Ruxi Zu dan ratu Qinan Xia hanya saling pandang saja. mungkin mereka memikirkan hal yang sama.
"Bukankah mereka sangat serasi raja. aku juga sangat menyukai gadis itu. walaupun penampilan biasa saja tapi dia sangat menarik." kata ratu Qinan Xia.
"Kenapa itu mustahil bukankah itu sangat bagus. kau tidak lihat bahkan putri kita yang sangat tidak bisa dekat dengan orang lain dia bisa sedekat itu dengan gadis itu. dia gadis yang baik raja. itu sangat cocok untuk menjadi pasangan putra kita." kata ratu Qinan Xia.
"Kau belum tahu siapa dia sebenarnya Xia'er. latarbelakang yang dimiliki gadis itu sangat berbeda dengan kita. kau tau kenapa gadis itu datang kesini?" tanya raja Ruxi Zu yang mendapatkan gelengan kepala dari istrinya.
"Kau tahu bukan jika saat ini permaisuri Zinsy sedang sakit parah dan belum ada yang bisa menemukan penawarnya. kau tahu gadis itu adalah cucunya yang sudah di takdirkan akan menyembuhkan neneknya." kata raja Ruxi Zu yang membuat ratu Qinan Xia terkejut bukan main
__ADS_1
"Bagaimana itu mungkin raja. bukankah dia berasal dari dunia bawah. itu sangat tidak mungkin. " kata ratu Qinan Xia dengan tidak percayanya.
Memang raja Ruxi Zu sudah tahu semuanya yang berkaitan dengan Yuan Lin dari Chen Zu. awalnya dia sangat terkejut dan tidak percaya sama seperti reaksi ratu Qinan Xia saat ini. tapi setelah Chen Zu menjelaskan secara detail bagaimana dan apa saja yang sudah menimpa Yuan Lin barulah dia percaya.
"Jangan berfikir untuk menjodohkan putra kita dengannya. Chen sudah bilang padaku jika dia tidak tertarik dengan Yuan Lin dia hanya menganggap Yuan Lin sebagai teman dan adik. dia juga bilang jika dia pernah memiliki rasa pada gadis itu tapi setelah mengetahui siapa gadis itu sebenarnya dan siapa laki-laki yang selalu bersamanya bahkan sampai di dunia ini, akhirnya dia memilih untuk membuang semua itu." kata raja Ruxi Zu.
"Kau tau kekasih dari gadis itu adalah raja neraka." lanjutnya yang membuat ratu Qinan Xia hampir tersedak ludahnya sendiri.
"Ra raja neraka!!! itu artinya gadis itu kekasihnya raja Xi Shen?!! bukankah umur mereka terpaut sangat jauh. itu sama sekali tidak masuk akal raja. apakah raja sedang mencoba untuk membodohi ku agar aku tidak menjodohkan mereka." kata ratu Qinan Xia dengan tidak percaya.
"Ck kau ini Xia'er... bukankah raja Xi Shen sudah menyerahkan tahtanya pada penerusnya. dan penerus kerajaan neraka itu adalah laki-laki yang menjadi kekasihnya. mereka sudah bersama sejak lama." ujar raja Ruxi Zu.
"Benarkah seperti itu. kenapa aku baru tahu. aku jadi penasaran seperti apa kekasihnya. tapi raja sebelum aku melihat bagaimana laki-laki, apakah lebih baik dari putra kita aku masih tetap memiliki keinginan untuk menjadikannya menantu kita." kata ratu Qinan Xia.
"Yaitu terserah kau saja Xia'er kau akan tahu nanti." ujar raja Ruxi Zu.
Disisi lain tepatnya di kota kecil milik Yuan Lin, semua anggotanya sedang berkumpul di halaman. mereka menunggu Yuan Lin datang karena setahu mereka hari ini adalah hari keberangkatan Yuan Lin.
Raut wajah sedih menghiasi wajah semua orang. Disana ada naga Yang dan Xin yang datang untuk memberitahu jika Yuan Lin sudah berangkat.
__ADS_1
"Nona mengatakan jika nona ingin meminta maaf pada kalian karena tidak berpamitan. waktu yang nona punya tidak banyak karena itu dia langsung pergi tanpa mengatakan apapun pada kalian." kata naga Yang yang membuat semua orang langsung mengangkat kepalanya.
Mereka memang sedih dan merasa seperti tidak berarti apa-apa tapi ketika naga Yang mengatakan hal itu membuat mereka semua merasa bersalah karena telah berburuk sangka pada Yuan Lin.