Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Berlatih.


__ADS_3

Mereka terus berbalas serangan hingga tak sadar jika mereka sudah berlatih setengah hati. pangeran Han Tian sudah merasa sangat lelah sedangkan Yuan Lin belum merasakan apapun sehingga di masih melanjutkan latihan pedangnya dan membiarkan pangeran Han Tian beristirahat.


Pangeran Han Tian beristirahat sambil memperhatikan Yuan Lin bermain pedang. pantas saja dia sampai kewalahan juga jurus-jurus yang Yuan Lin gunakan saja begitu kuat apalagi dengan kecepatan yang seperti itu. dia menatap Yuan Lin dengan terkagum-kagum karena dia tidak tahu jika Yuan Lin sangat pandai dalam berpedang.


"Darimana Lin Lin mempelajari semua ini. ada yang dia sembunyikan dariku." gumam pangeran Han Tian.


Yuan Lin menghentikan latihannya ketika merasa bosan dengan teknik-teknik yang dia keluarkan barusan. dia ingin mempelajari teknik pedang lebih banyak lagi. seketika dia ingat jika dia masih mempunyai dua senjata yang belum dia coba. dia mengeluarkan pedang birunnya yang membuat pangeran Han Tian hampir tersedak ludahnya.


"Apa lagi ini kenapa dia bisa mempunyai senjata luar biasa itu." ucap pangeran Han Tian.


Yuan Lin masih terus berlatih menggunakan pedang birunnya. pedang itu adalah pedang yang dia temukan di kotak misterius bersama cambuk birunnya juga. Setalah selesai berlatih dengan pedangnya dia duduk sebentar di samping pangeran Han Tian.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Yuan Lin yang melihat pangeran Han Tian menatapnya dengan tajam.


"Kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku Lin Lin?" tanya pangeran Han Tian dengan penuh selidik.


"Hah menyembunyikan apa maksudmu Gege. aku tidak menyembunyikan apapun darimu." jawab Yuan Lin.


"Lalu dari mana kau belajar semua ini dan mendapatkan senjata-senjata itu?" tanya pangeran Han Tian.

__ADS_1


"Aku kan sudah bilang jika aku mendapatkannya dari guruku kenapa kau masih saja bertanya." jawab Yuan Lin.


"Aku tidak percaya." seru pangeran Han Tian yang masih menatap Yuan Lin pedub selidik.


"Hah baiklah baiklah Gege menang. tapi memang benar aku mendapatkan teknik melesat itu dari guruku." ujar Yuan Lin dengan menatap pangeran Han Tian yang kini tengah melihat ke arah cincinnya.


"Ya ya ini aku dapatkan dari naga Ying dia yang memberikannya padaku " ucapan Yuan Lin membuat pangeran Han Tian hampir pingsan mendengar itu.


Siapa yang tidak tahu sosok legenda itu yang bahkan di dunia manusia saja tidak ada. mereka hanya mendengar cerita tersebut dari mulut ke mulut karena beberapa ratus tahun yang lalu ada orang yang berasal dari dunia bawah atau tepatnya seorang manusia bisa naik ke alam para dewa dan tak tanggung-tanggung orang tersebut mampu menemukan titik keberadaan kerajaan naga merah yang tidak semua orang bisa menemukannya tapi tidak ada yang tahu dimana letak pasti kerajaan itu karena keberadaan orang tersebut tidak di ketahui setelah peperangan besar yang terjadi 500 tahun yang lalu.


"Kau sedang tidak bercanda kan Lin Lin bagaimana mungkin." kata pangeran Han Tian.


"Terserah Gege lah mau percaya atau tidak aku malas menjelaskannya." seru Yuan Lin yang menahan keinginannya untuk memukul laki-laki di depannya karena banyak sekali bicara.


Yuan Lin berfikir untuk berlatih teknik cambuk karena ia tipe orang yang mempunyai ambisi besar untuk menguasai berbagai senjata. saat menjadi seorang mafia dia juga sangat pandai dalam memakai banyak senjata. dan disini tentu ia tidak akan menyia-nyiakan waktu ini.


Yuan Lin mengeluarkan cambuknya dan satu buah buku dengan sampul bewarna biru. dia membukanya dan sebuah sinar langsung masuk kedalam kepalanya. beberapa gerakan muncul di kepalanya. dia mulai memahami apa gerakan-gerakan tersebut dan setelah menghafal semuanya dia pun membuka matanya dan terkejut ketika wajah pangeran Han Tian sudah ada di depan wajahnya.


"Kau mau aku pukul Gege." seru Yuan Lin dengan kesalnya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?" tanya pangeran Han Tian tanpa rasa bersalah.


"Aku ingin belajar Teknik cambuk ini Gege tunggulah disana ." kata Yuan Lin dengan memulai latihannya


Pangeran Han Tian hanya menurut saja dan memperhatikan Yuan Lin berlatih cambuknya. dia di buat melongo melihat gerakan-gerakan yang Yuan lakukan. gerakan yang sangat susah menurutnya, dia meyakini jika teknik ini adalah teknik tingkat tinggi. entah apa yang terjadi semakin kesini pangeran Han Tian semakin tidak bisa menutupi rasa kagumnya pada adiknya itu. tapi dia bersyukur sekarang adiknya bisa menjadi orang yang kuat.


Yuan terus mengayunkan cambuknya. dia sudah berhasil menguasai sepenuhnya teknik ini kini ia kan mencoba teknik cambuk es tingkat menengah. dia mengayunkan cambuknya ke udara dengan begitu lihainya sebelum akhirnya dia mengarahkannya pada tanah dan terjadinya getaran yang sangat hebat sehingga membuat tanah yang terkena serang dari Yuan Lin retak.


"Luar biasa. bagaimana jika aku mencoba yang tingkat tinggi. aku harus mencari tempat yang cocok untuk mencoba teknik ini." kata Yuan Lin dengan melesat.


Pangeran Han Tian yang melihat Yuan Lin melesat pun juga ikut menyusul di belakangnya. setelah sampai di puncak yang jauh dari tempat tadi Yuan Lin mengedarkan pandangannya dan hanya mengangguk saja jika tempat inilah yang sangat cocok untuknya mencoba teknik luar biasa ini.


"Lin Lin apa yang ingin kau lakukan disini?" tanya pangeran Han Tian dengan bingungnya.


"Gege menjauhlah sedikit aku ingin mencoba teknik yang lainnya lagi mungkin ini akan lebih besar efeknya dari yang tadi." kata Yuan Lin.


Setelah pangeran Han Tian menjauh dari tempat itu Yuan Lin segera mengayunkan cambuknya dan memutarkannya ke udara. sebuah tornado es panas terbentuk di udara. dia tetap memutar-mutarkan cambuknya lagi kemudian dia mengarahkannya pada sebuah bukit kecil yang seketika langsung hancur.


Yuan Lin tersenyum senang saat melihat efek yang di timbulkan oleh cambuknya itu. tidak hanya bukit itu saya yang hancur tapi beberapa pohon juga ikut tumbang.

__ADS_1


"Luar biasa." kata pangeran Han Tian dengan. terkagum-kagum.


Sedangkan di lain sisi warga yang sedang berlalu lalang nampaknya terkejut mendengar ledakan yang ada di atas bukit mereka langsung melaporkan kejadian itu pada kaisar Wei.


__ADS_2