
setelah semuanya siap mereka segera menuju ke ruang makan. disana sudah ada kaisar langit , xi Shen dan raja Zhi Qing yang sudah menunggu kedatangan kedua wanita itu. hingga tak berselang lama datanglah kedua wanita itu yang membuat kaisar langit dan Xi Shen tersenyum manis.
Disisi lain saat ini Zhi Qing tidak berkedip sedikitpun melihat bagaimana penampilan kekasihnya. dia benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi karena saat ini Yuan Lin terlihat sangat anggun dan cantik.
"Kau lihat bagaimana raja neraka sampai tidak berkedip melihat putriku." kata kaisar langit dengan tersenyum
Xi Shen pun akhirnya menyenggol lengan Zhi Qing sehingga membuat laki-laki itu terkejut dan menatap dirinya
"Biasa saja jangan membuatku malu. kau itu seorang raja dan kau harus bisa mengendalikan dirimu." kata Xi Shen yang mendapatkan tatapan sinis dari Zhi Qing.
Kini Yuan Lin duduk berhadapan dengan Zhi Qing. tatapan gadis itu tetap saja datar berbeda dengan Zhi Qing yang menatapnya tanpa berkedip. Yuan Lin tentu menyadari tatapan itu kemudian dia balik menatap Zhi Qing.
"Ada apa kenapa kau menatapku seperti itu." kata Yuan Lin dengan bertelepati dengan Zhi Qing.
"Kau sangat cantik nana." kata Zhi Qing yang membuat Yuan Lin merona dan itu terlihat oleh Zhi Qing dan permaisuri Zinsy.
Ekheemm....
Keduanya pun terkejut mendengar suara permaisuri Zinsy Karena itu mereka langsung memalingkan wajahnya masing-masing.
"Aku pikir kita harus secepatnya menggelar pesta untuk mereka " kata permaisuri Zinsy.
"Ya aku akan mempercepat prosesi penobatannya terlebih dahulu. kemarin ada beberapa dewa yang terlihat seperti menentang keputusan ku karena mereka belum melihat bagaimana kemampuan putri Yuan Lin. mereka akan setuju tapi jika putri Yuan Lin menunjukkan kemampuan yang dia miliki." kata Kaisar langit.
"Apakah kau yakin jika kau benar-benar ingin menyerahkannya padaku?" tanya Yuan Lin yang ingin memastikannya.
"Tentu saja kau pikir aku sedang bercanda." ujar kaisar langit
"Baiklah aku akan menjalankan semampu ku jika kau benar-benar percaya padaku." kata Yuan Lin.
__ADS_1
"Baiklah lebih baik sekarang kita makan saja karena jika terlalu lama berbicara Maka semua makanan ini akan dingin." kata kaisar langit yang membuat semuanya mengangguk.
Kini mereka menikmati sarapan dengan begitu tenangnya. tidak suara apapun kecuali dentingan sendok. setelah menyelesaikan acara sarapannya kini mereka beralih ke ruangan kaisar langit.
"Ekehmm sebelumnya aku sangat berterimakasih karena sambutan yang kalian berikan pada kami sangat sangat istimewa. tentunya kalian sudah tahu maksud dari kedatangan kami. emm baiklah biar aku perjelas lagi..." belum juga Xi Shen selesai berbicara Zhi Qing sudah menyela lebih dulu karena laki-laki sangat tidak suka berbasa-basi.
"Aku menginginkan putri Yuan Lin untuk menjadi bagian dari hidupku selamanya." kata Zhi Qing.
Xi Shen hanya menghela nafasnya Melihat bagaimana tingkah raja neraka. kaisar langit langit yang melihat bagaimana keseriusan dan kemantapan dari sosok raja neraka pun hanya tersenyum kecil saja.
"Aku menyetujuinya tapi keputusan yang sebenarnya ada pada putriku. jadi lebih baik kau bertanya langsung pada putriku." kata kaisar Langit
"Kalian berbicaralah lebih dulu kami akan keluar sebentar. ayo berikan waktu untuk mereka berdua." kata permaisuri Zinsy yang membuat kaisar langit dan Xi Shen beranjak keluar.
Kini di ruangan itu hanyalah tersisa Yuan Lin dan Zhi Qing saja. mereka masih diam saja dan hanya saling tatap. entah Zhi Qing ataupun Yuan Lin merasa jika suasananya terasa begitu canggung tidak seperti biasanya.
Zhi Qing juga tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana Karena dia benar-benar bingung ingin berbicara apa pada Yuan Lin
"Entahlah. soal tadi bagaimana? apakah kau menerima?" tanya Zhi Qing.
"Tadi? apa? menerima apa?" tanya Yuan Lin dengan pura-pura tidak mengerti.
"Yang tadi aku katakan jangan bilang jika kau tidak mendengarkan ku." ujar Zhi Qing
"Memangnya kau bilang apa? kenapa aku sama sekali tidak mendengar.' kata Yuan Lin dengan tersenyum kecil di balik cadarnya.
"Jangan bercanda denganku. aku tidak akan mengulanginya lagi. jawab saja ya atau tidak." kata Zhi Qing yang sebenarnya sangat malu jika ingin mengatakannya lagi.
Itu adalah rasa malunya yang kedua kalinya saat berhadapan di depan Yuan Lin. mungkin karena dia saat ini serius jadi rasanya bercampur aduk antara senang gugup dan takut.
__ADS_1
"Bagaimana aku akan menjawabnya jika aku saja tidak tahu kau mengatakan apa." kata Yuan Lin yang membuat Zhi Qing menghela nafasnya saja. ia tahu pasti hal seperti itu akan terjadi karena itu dia sudah menyiapkan suatu rencana agar Yuan Lin tidak melakukannya lagi.
Zhi Qing beranjak yang membuat Yuan Lin menatapnya dengan bingung. dia mendekati Yuan Lin Dan berhenti tepat di samping gadis itu. dia mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Yuan Lin kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Yuan Lin.
Hal itu tentu saja membuat Yuan Lin gugup bukan main tapi berusaha untuk tetap terlihat baik-baik saja dan itupun dilihat oleh Zhi Qing. ya memang hanya seperti itu saja yang bisa membuat Yuan Lin diam menurut sedari dulu.
"Kau gugup bukan. " ucap Zhi Qing dengan setengah berbisik pada Yuan Lin di telinganya.
Seketika mendengar suara itu membuat Yuan Lin merinding. dia mencoba menjauhkan diri dari Zhi Qing tapi entahlah dia tidak bisa rasanya kaki dan tubuhnya tidak bisa bergerak.
"Ti tidak. apa yang kau lakukan bodoh. menyingkir lah dari sini. aku tidak bisa bergerak." kata Yuan Lin dengan suara terhadapnya.
"Aku akan melepaskan mu asalkan kau harus menjawab nya dulu ya atau tidak." kata Zhi Qing.
"Menjawab apa aku tidak tahu. minggir Zhan..." kata Yuan Lin
"Jawab dulu sayang. disini tidak ada siapapun selain kita apakah kau mau terjadi sesua..." belum juga Zhi Qing selesai berbicara tapi sudah di sela lebih dulu oleh Yuan Lin.
"Ya aku mau. jadi lepaskan aku minggir aku tidak bisa bergerak.' kata Yuan Lin.
"Aku tidak mendengarnya." kata Zhi Qing.
"Ya aku mau. kau mengatakan jika kau ingin aku menjadi bagian dari hidupmu selamanya. aku mau aku ingin. minggir." kata Yuan Lin dengan memberontak.
Akhirnya Zhi Qing pun melepaskan Yuan lin. senyuman manis pun langsung muncul di bibirnya. sementara Yuan Lin hanya bisa berdecak kesal saja dengan Zhi Qing.
"Kemarilah." kata Zhi Qing dengan tersenyum.
"Apa?" kata Yuan Lin yang sudah berada di depan Zhi Qing.
__ADS_1
Cup...
"Aku berjanji aku akan selalu mencintaimu nana ahh bukan maksud Lin Lin ku. aku mencintaimu lebih dari apapun. terimakasih untuk semuanya." ucap Zhi Qing dengan membawa Yuan Lin kedalam pelukannya.